Friday, April 25, 2008

tunas itu pun punya duri

Assalammualaikum,wr,wb

Salah satu bagian yang menarik dari kehidupan seorang manusia yang seringkali menjadi topik pembicaraan disana dan disini, yang menjadi inspirasi bagi film, bagi novel, yang menjadi tema-tema musik, yang menjadi berbagai macam bentuk yang seringkali menjadi apresiasi menarik untuk manusia itu sendiri,cinta. Sebuah kata yang sepertinya setiap bahasa pasti punya terjemahan untuk bahasa ini, dan juga setiap bahasa punya cara pengungkapan untuk menyampaikan kata-kata ini kepada orang-orang yang dicintainya.

Kenapa saya tiba-tiba tertarik membahas hal ini, saya teringat waktu kecil, sempat membaca Buku Pintar seri Junior, salah satu isi buku itu tertera tentang asal muasal nama-nama penyebutan bulan-bulan dalam setahun, dan tentu saja saya melihat pada bulan kelahiran saya, April, ternyata menurut buku itu April berasal dari kata Aphrodite, yang dalam mitologi Yunani disebut-sebut sebagai dewi Cinta. Saya yang masih SD saat itu hanya terangguk-angguk saja.

Mencintai adalah membuka sebuah tempat di hati, dan menumbuhkan sebuah tunas bernama cinta yang akan tumbuh sehat di ladang kepercayaan, dan akan berkembang subur dengan pupuk kerinduan. Ketika setiap manusia menumbuhkan tunas itu di dalam hatinya, maka akan banyak terjadi ketidakbiasaan-ketidakbiasaan yang kadang berada di luar bingkai logika, aneh memang,tapi begitulah nyatanya.

Mencintai bukanlah memiliki,ataupun menguasai, karena memang kita,manusia bukanlah pemilik ataupun penguasa, tapi mencintai adalah memberikan apa yang kita miliki,bukan untuk diakui,ataupun dilihat, tapi untuk memperluas lahan tempat benih-benih itu ditanam.

Tunas cinta memang akan memberikan manusia satu sensasi kebahagiaan yang tak akan bisa dirasakan selain ketika tunas itu berkembang,dan semakin tumbuh di dalam hati manusia. Kebahagiaan yang terkadang bisa menutup mata, dan menguasai isi kepala, dan mengalir dalam setiap jengkal sel saraf di sekujur tubuh kita. Memberikan energi lebih pada tubuh kita disaat-saat biasanya tubuh kita telah mengalami yang namanya titik kelelahan.

Tapi tunas cinta ini juga punya duri yang cukup tajam, dan kadangkala bisa menyebabkan luka yang cukup perih. Mengapa hal ini bisa terjadi,ya,karena yang sedang tumbuh adalah tunas cinta kepada manusia, makhluk yang memang pasti ada kekurangannya. Mencintai makhluk yang punya kekurangan memang harus ada pengorbanan yang namanya rasa sakit itu. Justru, ketika kita belum bisa merasakan rasa pahit itu,rasa perih itu,perlu kita pertanyakan apakah benar yang sedang tumbuh itu adalah tunas cinta. Karena cinta yang tulus pasti akan menjadi mata uang logam yang punya dua sisi yang tak bisa dipisahkan, rasa bahagia dan rasa pedih. Dan dari sanalah manusia belajar untuk bisa jadi lebih kuat, lebih membuka pikiran, lebih memahami, dan mengerti bagaimana mengelola tunas itu agar tumbuh subur.

Saya bukan orang yang pandai menulis surat cinta,
Saya juga bukan orang yang punya segudang kisah cinta,
Saya hanya laki-laki biasa yang belajar dari Nya,
bagaimana menumbuhkan tunas itu dengan tulus,
sehingga buahnya yang manis dan merekah bisa terasa,
walaupun tak seorangpun tahu,
walaupun kata tak harus menjadi kalimat-kalimat yang menerusuk gendang telinga,
biarlah cinta itu menjadi kekayaan di dalam kalbu yang sedang mencari cinta Nya,

wassalammualaikum,wr,wb

Friday, September 21, 2007

pindah blog

assalammualaikum,wr,wb

sepertinya saya tdk akan melanjutkan blog ini lagi, dan akan ngeblog di

syafrilbandara.multiply.com

terima kasih yang udah baca,ngasih comment....

baca,dan comment blog saya juga ya di multiply...

wassalammualaikum,wr,wb

Saturday, August 25, 2007

Bukan sekedar


assalammualaikum,wr,wb
24,25 agustus yang lalu dapat kesempatan untuk melihat fuji san lebih dekat, dan dapat kesempatan untuk merasakan pendakian di gunung tertinggi di jepang, pendakian memang hanya dibolehkan selama musim panas saat bulan Juli dan agustus. Oleh karenanya, hampir dipastikan dalam dua bulan itu pengunjungnya berlimpah ruah, sama saat kemarin aku melakukan pendakian, buanyak sekali yang melakukan pendakian, kelihatan seperti semut yang sedang berbaris berjalan, karena memang barisan pendakiannya tak pernah putus, mereka dari berbagai negara dengan berbagai bahasa, dan berbagai usia pun menikamati pendakian.

Pendakian dimulai pada pukul 23.00, dari pos kelima pendakian gunung fuji dengan ketinggian sekitar 2500 meter.sedangkan tingggi gunung fuji sendiri 3776 meter. pendakian yang kemarin dilakukan adalah pendakian yang diselenggarakan oleh sekolah, yang akhirnya diikuti oleh 5 orang, 3 orang laki-laki, dan 2 orang perempuan.

Dari mulai ketinggian di pos kelima, sudah mulai jarang tumbuh-tumbuhan, para pendaki ditantang oleh udara dingin dan tipidnya udara, tak sedikit yang akhirnya membeli tabung-tabung oksigen kecil.

Untukku sendiri tantangan tipisnya udaralah yang baru pertama kali kurasakan, sebelumnya memang pernah melakukan hiking, di Indonesia, gunung salak, hingga kawah ratu, dan beberapa waktu lalu sempat juga melakukan hiking di daerah nishi tokyo yang memang penuh dengan pegunungan, yang ketinggiannya 600-1000 m, namun saat-saat itu udara masih terasa tidak jauh berbeda, namun kemarin, saat mengambil nafas, terasa sekali tipisnya udara.

alhamdulillah, kondisi cuaca yang sngat bersahabat membuat perjalanan terasa lancar sekali, walaupun bagi beberapa orang diantara kami, ini merupakan pengalaman pertama, tapi mereka menunjukkan semangat yang luar biasa...
mendaki gunung merupakan hal yang dari dulu ingin sekali kucoba, namun entah kenapa selama di Indonesia belum banyak kesempatan yang kudapat,
hiking pertamaku ke gunung salak, luar biasa rasanya, berjalan menembus hujan yang turun dengan deras, dengan kiri, dan kanan hanya terlihat tumbuhan hijau yang lebat, akhirnya setelah mengahabiskan waktu sekitar 7,8 jam berjalan kaki, sampailah di tempat tujuan, bukannya jera, tapi sejak itulah, tumbuh kecintaan terhadap hiking, pendakian gunung.

Mendaki gunung buatku bukan sekedar menghabiskan waktu luang, atau menikmati pemandangan. Lebih dari itu, mendaki gunung juga sebuah proses penaklukan terhadap diri sendiri, sebuah proses untuk menguasai diri sendiri, dihadapkan pada keadaan yang amat sulit, dimana semakin lama tantangan semakin bertambah, namun berhenti pun tak bisa menyelesaikan masalah. Mengalahkan segala rasa yang mengajak kita untuk menyerah, belajar mengobarkan kembali api semangat yang makin lama semakin redup. menaklukan segala rasa sakit yang diderita oleh tubuh, untuk terus mengayunkan langkah, sberat apapun, sesulit apapun. terlebih lagi bagi sebuah team, mendaki bersama, baik berangkat , diperjalanan, ataupun saat kembali. dimana keadaan anggota team berbeda satu sama lain, apa yang dirasakan pun berbeda satu sama lain, selain berusaha untuk tetap membuat diri sendiri melangkah, tapi tetap berusaha terus memotivasi anggota yang lain, membangkitkan semangat yang lain, tapi juga mengerti apa yang mereka rasakan, saat salah seorang memang harus istirahat, maka mau tak mau semua beristirahat. tak bisa hanya memikirkan diri sendiri, tapi memikirkan semua.

Mendaki gunung sesulit apapun, makin lama makin kunikmati, karena sebuah pelajaran langsung tentang kehidupan, yang terus mengingatkan aku untuk melangkah sesulit apapun keadaan yang aku rasakan, yang terus mengingatkan aku bahwa istirahat itu bukan untuk berhenti, tapi untuk menyiapkan langkah yang lebih besar lagi, untuk menyiapkan langkah yang lebih cepat lagi, setiap pendaki punya satu tujuan yaitu puncak gunung, demikan kita dalam hidup ini, salah satu cara untuk bisa membuat pendakian adalah dengan mempunyai puncak yang ingin kita capai, juga mengingtkan kita bahwa kita diciptakan bukan untuk hidup sendiri, tapi untuk hidup berdampingan, saling mengenal, saling membantu, dan mengajak yang lain untuk bisa mencapai puncaknya masing-masing.

satu-satunya cara untuk bangkit dari segala masalah yang sedang kita hadapi adalah berjalan, berjalan ke tempat yang lebih tinggi, semoga dengan itu kita bisa lebih arif dan lebih luas melihat masalah yang sedang kita hadapi, ketika masalah yang kita hadapi itu berat, satu-satunya cara adalah menjadikan diri kita lebih kuat untuk bisa menghadapinya, dan satu kata kunci, kalau Allah tak pernah memberikan cobaan yang tak bisa kita hadapi, tapi Allah juga tak akan mengubah nasib kita, kecuali kita yang mengubahnya. Artinya kita punya dua pilihan ketika ada masalah di depan kita, memilih untuk jadi lebih kuat, dan menaklukan masalah itu, atau menyerah dan terus menjadikan diri kita tak berdaya........

Melihat matahari terbit dari gunung fuji, kembali mengingatkanku bahwa setiap hari baru membawa harapan baru, membawa kesempatan baru yang harus kita ambil, dan kita manfaatkan, karena tak akan pernah ada kesempatan ke dua,,,tak akan pernah ada,,,,
Maha Besar Allah yang telah menciptakan dan mendesign alam dengan begitu indah, dan begitu banyak pelajaran di dalamnya....
Semoga hamba bisa menjadi orang yang tak berhenti belajar atas semua pelajaran yang telah Engkau sisipkan dalam penciptaan alam semesta...
Amin...

Thursday, August 16, 2007


assalammualaikum,wr,wb
sudah hampir 5 bulan kuhabiskan hari2ku di negara orang lain...
negara yang memang dulu aku ingin sekali berkunjung kesana...
penuh dengan hal-hal baru, penuh dengan pelajaran-pelajaran baru, dan juga penuh dengan tantangan dan masalah baru...

besok mungkin pertama kali aku tidak melihat sama sekali pengibaran di hari Dirgahayu RI...
tahun-tahun sebelumnya, karena memang dulu pernah ambil bagian dalam ekskul paskibra, selalu paling tidak membantu dan menemani adik-adik yang akan melakukan pengibaran, mencoba bercerita tentang pengalaman, memberi semangat, dan motivasi...

memang mengibarkan bendera cuma sekedar simbol, tapi mungkin kita bisa mengambil banyak pelajaran dari dua warna yang dibentangkan di langit Indonesia, mengapa sih kita disuruh upacara bendera? mengapa juga kita disuruh ngasih hormat ketika bendera tersebut sedang dikibarkan? atau segudang hal-hal yang bersifat formalitas...

menurutku, upacara jadi bagian untuk menaklukan diri sendiri, belajar mengendalikan diri, orang yang dipaksa berdiri, tanpa suara, tidak banyak bergerak, patuh pada komando yang diberikan, hormat bendera, sebuah cara untuk bisa mengajarkan kita bersyukur telah lepas dari penjajahan, atau sekedar untuk mengingat kalau negara ini didirikan bukan untuk main-main, atau sekedar tempat mengeruk keuntungan, tapi negara ini ada untuk bagaimana semua bagian dari negara itu bisa berkibar, bisa merasakan angin ketentraman dan kedamaian yang mengibarkan bendera tersebut.... tidak mudah untuk sekedar membuat pasukan yang bisa mengibarkan bendera dengan baik, dan tentu saja tidak mudah untuk bisa membuat semua yang kita tuju,
1.memberikan perlindungan segenap bangsa/tumpahdarah Indonesia,
2.memajukan kesejahteraan
3.mencerdaskan kehidupan bangsa
4.melaksanakan ketertiban dunia,
kalau saya tidak salah seperti itu yang tertulis tentang mengapa bangsa ini ada, minimal untuk empat hal yang telah dulu dirancang menjadi tujuan negara ini...
sudahkah semua itu bisa kita capai, 62 tahun sudah dari saat tujuan itu ditetapkan,
sudahkah semua orang Indonesia, yang ada di dalam maupun di luar negeri, dan apapun posisi mereka terlindungi?
sudahkah tingkat kesejahteraan meningkat?
sudahkah kecerdasan menjadi bagian yang dinikmati oleh seluruh bangsa?
sudahkah kita menjadi bagian untuk ketertiban?
SUDAHKAH?????
saya tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi kalau seandainya memang jawaban belum yang keluar dari mulut-mulut kita, maka ini artinya bukan saatnya main-main bagi siapaun yang merasa bangsa, bagian, penduduk Indonesia, semua tak akan bisa dicapai seorang diri, semua tak akan dicapai tanpa sebuah tinta, keringat perjuangan...

Bangsa pun layaknya manusia yang mengalami pertumbuhan dan pembelajaran dari tahun ketahun yang dihabiskannya, mengalami jatuh dan bangun juga...
tapi tentunya semua berharap kalau grafik terhadap usia suatu bangsa tetap menunjukkan grafik dengan gradien positif, yang berarti ada peningkatan disana,,,

Indonesia adalah sebuah nama, bukanlah apa-apa, kitalah bagian yang hidup dari bangsa itu yang bisa membuatnya jadi lebih baik atau jadi lebih buruk, kita yang menetukan, setiap kepala bangsa Indonesia yang menentukan...

Semua pasti menantikan bangsa yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, hari-hari yang lebih baik, alangkah indahnya kalau kita tak sekedar menanti, tapi kita mulai mewujudkannya dari sekarang, dan tentunya tidak bisa dimulai kecuali dari diri kita sendiri dahulu, dengan mengajak semua orang yang bisa kita ajak untuk mewujudkan hal ini, untuk mewujudkan INDONESIA yang lebih baik...

DIRGAHAYU INDONESIA ....

Mudah2an Allah memberi keberkahan dari usia yang semakin lama semakin bertambah...
Amin...

wassalammualaikum,wr,wb

Sunday, July 1, 2007

ai,koi,love,cinta

assalammualaikum,wr,wb
tema yg gak akan pernah habis2nya kalo diomongin, yg bisa bikin orang seneng sesenang2nya, bisa bikin org juga sedih sesedih2nya, bisa bikin org jd bener, tapi bisa juga bikin org jd aneh...
mau sedikit mengungkapnya dari cara berpikirku, dan cara kumengartikan kata2 ini...
koi,ai,love,cinta adalah...
memberi,,,,
menolong,,,
menyayangi,,,
perhatian,,,
dekat,,,
rindu,,,
tentram,,,
indah,,,
apalagi ya,,,

nah, dari semua kriteria itu, siapa sih yang ternyata paling cinta sama kita?
coba pikirin, siapa yang paling banyak memberi sama kita?
siapa yang paling sering menolong kita? di waktu kit bener susah siapa sih yg mau dengan rela nolong kita? trus siapa yang paling sayang dan perhatian sama kita? kapanpun, dimana pun?
lalu siapa sih yang paling deket sama kita, tak peduli dimana kita berada ?
siapa yg rindu, siapa yg ketika kita ingat, membuat tentram hati kita?
siapa yang paling indah?

Kalo kita benar2 mau berpikir objektif,
yang jd jawaban kita yg pertama mestinya ALLAH, yang mengahdiahkan kita sebuah kehidupan, yang selalu memberi kita dari waktu ke waktu, yang selalu ingat, walau kita sering lupa padaNya, yang buat kita tentram kalo ingat Dia,bener kan?
emang siapa yang bisa membuat mata kita bisa terbuka di pagi hari, ngasih supply oksigen terus menerus, membuat jantung kita masih bisa berdetak, menciptakan tubuh yang luar biasa teknologinya...dari ujung rambut di kepala kita sampai ujung jejari kaki kita,,,

LAlu, masihkah kita menafikan bahwa yg pertama yg paling pantas kita cintai adalah Dia, masihkah kita mengganti posisinya dengan sesuatu ataupun sesorang yang sama sekali tak sebanding denganNYa, atau sama sekali tak terbersit di dalam diri kita, bahwa rasa cinta yang sering kita rasakan itu merupakan hadiah luar biasa pemberianNya,,,,

ya, bicara cinta pun bicara masalah pengorbanan, akan membuat kita mengingat sosok manusia luar biasa yang mengorbankan seluruh hidupnya supaya manusia bisa mengenal Nya, dan bisa mengenal cinta Nya, dan menunjukkan cara mencintai Nya yang benar... ya rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasalam.
Karena beliaulah, kita bisa merasakan indahnya Islam, indahnya hidup dalam naungan cintaNya,,,, bergetar hati kita bila mengingat pengorbanan sahabat-sahabat beliau yang begitu bsar cintanya pada Allah dan RasulNya...
apapun mereka korbankan buat cintaNYa itu, harta, jiwa, hidup mereka, hingga mereka menggapai nikmatnya kematian dengan syahid di jalanNya, mereka bukan manusia yang cinta dunia, dan takut pada kematian, mereka adalah orang-orang yang begitu rindu dengan perjumpaan kepada-Nya...

sedang kita?
buat siapa sering kita berkorban?
kepada siapa kita berikan hidup kita?
pada dunia kah dengan kesenangan mayanya?

gak pantas kita mencintai sesuatu, ataupun seseorang selain atas dasar rasa cinta kita kepada Allah pencipta alam semesta...

Friday, June 22, 2007

menyusun puzzle kehidupan

seorang anak sedang duduk termenung di sudut ruangan, di dekat jendela yang terbuka lebar, dimana cahaya sang surya menembus masuk ke dalam nya...
sesaat dahinya berjkerut, kemudian perlahan dia mulai menyentuh lembar-lembar yang ada di sekitarnya, kemudian menyusunnya pada bingaki yang ada di hadapannya..
perlaha-perlahan, ia meletakan satu persatu lembar-lembar itu...
hingga akhirnya tak ada lagi lembar tersisa, dengan senyum dipandangnya gambar yang telah ia susun,, ya, akhirnya ia berhasil menyusun puzzle itu...ia kepalkan tangannya dan berkata dengan keras "AKHIRNYA AKU BISA..."

manusia, makhluk yang diberikan kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk membuat puzzlenya masing-masing, mulai dari lahir, semua bahannya telah IA berikan, manusia bisa memilih, mulai bisa membedakan, manusia diberikan akal dan pikiran, manusia pun diberikan nafsu, ya.. semua telah diberikanNya..
maka mulailah setiap darinya menyusun, entah darimana, entah bagaimana semuanya berbeda,,karena sekali lagi betapa Maha Agung telah menciptakan tak ada seorangpun yang sama di dunia ini...bahkan manusia diciptakan dengan beragam bangsa, bahasa, warna kulit,,, betapa MAha Besarnya...

setiap tahun yang dilalui adalah layaknya anak kecil tadi yang sedang menyusun satu persatu pecahan puzzle yang ada di hadapannya... kita mungkin tak tahu apa yang akan kita buat, tapi perlahan kita sedang menyusunnya, sadar atau tidak, suatu hari nanti kita akan menyelesaikan puzzle itu, memeberikan gambaran keseluruhan seperti apa diri kita, seperti apa kehidupan kita...

maka seandainya kita masih tidak tahu mau jadi apa kita disini, sumbangan apa yang mau kita berikan buat dunia, manfaat apa yang akan kita berikan buat yang lainnya, maka pikirkanlah,, jadikan puzzle-puzzle yang kita punya, adalah puzzle-puzzle yang membuat orang lain tersenyum ketika memandangnya, bukan puzzle-puzzle yang membuat orang lain memasamkan mukanya..
Ya, itu pilihan kita, kesempatan itu akan terus ada hingga jam pasir yang ada di tangan kita telah berhenti mengalir, atau ketika kita tak lagi bisa berbuat dan berkata-kata...

Seberapa jauh sudah kita berjalan? seberapa jauh sudah kita menyusun puzzle itu? Sudah seberapa jauh kita sudah membuat cerita diri kita? atau kita tak pernah sama sekali memikirkan itu semua... hanya menganggap bahwa kehidupan adalah hanya melewati hari ini dengan tawa, begitupun esok, lusa dan seterusnya...
itu pilihan setiap dari kita, tapi yang pasti, suatu hari nanti setiap orang akan berjalan dengan membawa puzzlenya masing-masing yang telah ia susun di dunia...
baguskah? burukkah? susunlah puzzle itu dari sekarang, dengan sesuatu yang baik...
hingga suatu hari nanti ketika kita harus menunjukkannya pada dunia, maka dunia akan tersenyum, taka hanya pada dunia, tapi juga pada-Nya, yang telah mengamanahkan kehidupan ini untuk kita...

Do your best...and be the best...

Thursday, June 21, 2007

memang kita siapa?

assalammualaikum,wr,wb
puji syukur untuk Allah yang masih mengizinkan aku terbangun di pagi hari, menghirup udara sejuk tokyo yang makain siang akan semakin panas... yang mengizinkan aku pula untuk bisa menari di atas keyboard ini, tuk sekedar merekam apa saja yang telah kulihat, pelajaran,pelajaran yang kutemukan melalui penglihatan, dan pikiran yang Kau berikan... semoga aku digolongkan menjadi orang-orang yang bersyukur..

tinggal satu hari lagi, ookii shiken mou owaru... cukup membuat ishogashii memang, alhamdulillah, semua bisa berjalan cukup lancar, mudah2an besok pun demikian,,,
belum lama ini kulihat di televisi, sebuah robot yang diprogram untuk mengajarkan tarian tradisional jepang,,,,
ukuran robot itu tidak terlalu besar, namun persendian yang dibuat cukup banyak membuat robot itu bisa bergerak luwes... dan dibelakangnya para murid2 sanggar tari mengikuti gerakan sang robot,,,ya yang ada di kepalaku, bagaimana ya membuatnya?
hal lain, belum lama ini di kelas didiskusikan tentang angka usia nikah di jepang yang semakin meninggi, bukan itu saja, angka orang tidak menikah pun semakin tinggi, dan efeknya adalah, angka anak-anak terus menurun dari tahun ke tahun,,,
dan ketika diskusi kusaksikan orang-orang yang dengan bangganya mengatakan bahwa ia tidak akan mau menikah,,, sudah separah inikah dunia? entah di bagian negeri lain seperti apa, tapi paling tidak terbayang olehku bahwa mereka lebih memilih kehidupan bebas layaknya hewan daripada kehidupan nyaman manusia...
berharap besar, negeriku tercinta tak akan menjadi seperti itu...
ayo kita tunjukan bahwa apa yang kita lakukan dengan Islam dengan dasarnya inilah yang benar, kita tunjjukan pada dunia, pada semua orang hal itu, kita bangun diri kita, kita bangun orang-orang terdekat kita, keluarga kita, temen kita, yakinlah ketika Allah bersama kita maka tak ada yang tidak mungkin, tapi kalo kita jauh dari Nya, mau apa kita, bisa apa kita...memang kita siapa?
wassalammualaikum,wr,wb