Depok, 1 Mei 2006
Kawanku, saudaraku, para pemuda di manapun anda berada, tahukah anda, bahwa betapa luar biasanya diri anda. Tahukah anda bahwa anda adalah makhluk terbaik yang pernah Tuhan ciptakan, makhluk yang paling sempurna dari makhluk-makhluk lainnya. Apalagi anda menyandang gelar yang ingin sekali setiap manusia menyandang gelar itu selamanya. Ya, anda adalah seorang PEMUDA. Bagian dari pemuda-pemuda yang hidup di setiap zaman,dan dimanapun mereka berada.
Bersyukurlah, berbanggalah, dan berdirilah dengan tegap, dan dengan lantang katakanlah pada dunia, Aku adalah seorang PEMUDA. Aku adalah diriku dengan pemikiranku yang cemerlang. Aku adalah diriku dengan tubuhku yang kuat. Aku adalah diriku dengan otakku yang cerdas. Aku adalah diriku yang punya semangat yang tak akan pernah padam. Aku adalah diriku yang memilki energi yang luar biasa. Aku adalah pemuda, bak motor-motor penggerak bagi dunia. Dunia ada dalam genggamanku, yang kapanpun aku akan dapat mengubahnya,karena aku pemuda dengan sejuta kemampuanku.
Masih lekat dalam ingatanku, ketika seorang pemuda bernama Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan mereka yang dulu dengan pemikiran-pemikran mereka telah mengubah sebuah bangsa bernama
Dan sekarang pemuda itu adalah saya, anda dan kita semua. Pemuda yang kini hidup di zaman yang berbeda, yang hidup dengan tantangan berbeda, yang hidup dalam pemikiran-pemikiran berbeda, namun hanya satu yang akan kita usung. Satu cita-cita yang akan kita bawa, sama seperti mereka, yaitu perubahan, perubahan untuk menjadi lebih baik. Karena kita ibarat motor bagi dunia, seberapa cepat dunia akan bergerak, tergantung pada seberapa cepat kita sebagai pemudanya bergerak. Ke mana dunia akan bergerak, itu adalah arah yang telah dipilih sang pemuda. Pemuda, bisa membangun peradaban, namun ia juga bisa menghancurkannya.
Keadaan setiap bangsa adalah cerminan dari keadaan pemudanya, karena ia adalah tulang punggung dari bangsa itu, kuat bangsa itu karena kekuatan dominan dari para pemudanya. Rapuh bangsa itu, akibat dari kerapuhan setiap pemudanya.
Pemuda adalah ksatria di zamannya. Ksatria yang setia terhadap apa yang ia jaga, prinsipnya, kehidupannya, hingga bangsanya. Ksatria adalah lambang dari keberanian untuk membela apa yang menjadi prinsipnya. Ksatria adalah bukti nyata dari sebuah pengorbanan tanpa batas, pkirannya, hartanya, bahkan jiwa dan raganya.
Kita semua adalah ksatria, yang setia terhadap prinsip yang kita pegang, yang berani membela kebenaran, yang siap berkorban demi sebuah peruabahan, perubahan ke arah yang lebih baik tentunya. Siapapun kita, dimanapun kita, apapun latar belakang kehidupan kita, kita
Selamanya, dunia akan menunggu dan menagih aksi kita sebagai seorang ksatria, apapun yang kita lakukan, jangan sampai ,manjatuhkan martabat kita sebagai seorang ksatria. Sekali lagi ingatlah kawan, saya, anda, dan kita semua adalah PEMUDA, kita semua adalah KSATRIA, yang dengan sejuta kekuatannya akan mengubah dunia, karena kita adalah luar biasa, dan jangan pernah sekalipun kita memperlakukan diri kita sebagai makhluk biasa.
Orang-orang besar punya impian besar, dan mereka tak akan duduk diam mengkhayalkan impian mereka, tapi mereka berdiri, kemudian berlari tanpa henti mengejar impian mereka, karena mereka yakin, suatu hari nanti, mereka akan menggapai apa yang mereka impikan itu.
No comments:
Post a Comment