Friday, August 31, 2007

shinjuku gyouen




saat sakura mulai berguguran.....

Thursday, August 30, 2007

bukan untuk itu

assalammualaikum,wr,wb
akhir-akhir ini menjelang ramadhan, makin rindu sama Indonesia...
teringat, terbayang, masa-masa lalu, yang penuh dengan berbagai warna...

entah kenapa, Allah mengingatkanku dengan perkataan seorang guruku, guru smp ku..
" syafril, kamu harus ingat, belajar yang selama ini kamu lakukan, janganlah semata-mata hanya untuk menghadapi tes, tapi belajarlah untuk hidup, belajarlah untuk kehidupanmu"
saat itu hanya anggukan kepala seorang anak smp, yang membalas kata-kata itu..

berpikir lebih dalam lagi, seorang yang tak pernah belajar dalam hidupnya, seolah ia mati dalam hidupnya, belajar identik dengan perubahan, ya,,perubahan ke arah yang lebih baik tentunya,,

mudah2an kita tak berhenti untuk belajar, untuk berubah, jadi lebih baik, dan jadi lebih baik tentunya...
amin....

yosh.... ganbarimasu....
(di tengah bermain dengan kanji-kanji)

Saturday, August 25, 2007

Bukan sekedar


assalammualaikum,wr,wb
24,25 agustus yang lalu dapat kesempatan untuk melihat fuji san lebih dekat, dan dapat kesempatan untuk merasakan pendakian di gunung tertinggi di jepang, pendakian memang hanya dibolehkan selama musim panas saat bulan Juli dan agustus. Oleh karenanya, hampir dipastikan dalam dua bulan itu pengunjungnya berlimpah ruah, sama saat kemarin aku melakukan pendakian, buanyak sekali yang melakukan pendakian, kelihatan seperti semut yang sedang berbaris berjalan, karena memang barisan pendakiannya tak pernah putus, mereka dari berbagai negara dengan berbagai bahasa, dan berbagai usia pun menikamati pendakian.

Pendakian dimulai pada pukul 23.00, dari pos kelima pendakian gunung fuji dengan ketinggian sekitar 2500 meter.sedangkan tingggi gunung fuji sendiri 3776 meter. pendakian yang kemarin dilakukan adalah pendakian yang diselenggarakan oleh sekolah, yang akhirnya diikuti oleh 5 orang, 3 orang laki-laki, dan 2 orang perempuan.

Dari mulai ketinggian di pos kelima, sudah mulai jarang tumbuh-tumbuhan, para pendaki ditantang oleh udara dingin dan tipidnya udara, tak sedikit yang akhirnya membeli tabung-tabung oksigen kecil.

Untukku sendiri tantangan tipisnya udaralah yang baru pertama kali kurasakan, sebelumnya memang pernah melakukan hiking, di Indonesia, gunung salak, hingga kawah ratu, dan beberapa waktu lalu sempat juga melakukan hiking di daerah nishi tokyo yang memang penuh dengan pegunungan, yang ketinggiannya 600-1000 m, namun saat-saat itu udara masih terasa tidak jauh berbeda, namun kemarin, saat mengambil nafas, terasa sekali tipisnya udara.

alhamdulillah, kondisi cuaca yang sngat bersahabat membuat perjalanan terasa lancar sekali, walaupun bagi beberapa orang diantara kami, ini merupakan pengalaman pertama, tapi mereka menunjukkan semangat yang luar biasa...
mendaki gunung merupakan hal yang dari dulu ingin sekali kucoba, namun entah kenapa selama di Indonesia belum banyak kesempatan yang kudapat,
hiking pertamaku ke gunung salak, luar biasa rasanya, berjalan menembus hujan yang turun dengan deras, dengan kiri, dan kanan hanya terlihat tumbuhan hijau yang lebat, akhirnya setelah mengahabiskan waktu sekitar 7,8 jam berjalan kaki, sampailah di tempat tujuan, bukannya jera, tapi sejak itulah, tumbuh kecintaan terhadap hiking, pendakian gunung.

Mendaki gunung buatku bukan sekedar menghabiskan waktu luang, atau menikmati pemandangan. Lebih dari itu, mendaki gunung juga sebuah proses penaklukan terhadap diri sendiri, sebuah proses untuk menguasai diri sendiri, dihadapkan pada keadaan yang amat sulit, dimana semakin lama tantangan semakin bertambah, namun berhenti pun tak bisa menyelesaikan masalah. Mengalahkan segala rasa yang mengajak kita untuk menyerah, belajar mengobarkan kembali api semangat yang makin lama semakin redup. menaklukan segala rasa sakit yang diderita oleh tubuh, untuk terus mengayunkan langkah, sberat apapun, sesulit apapun. terlebih lagi bagi sebuah team, mendaki bersama, baik berangkat , diperjalanan, ataupun saat kembali. dimana keadaan anggota team berbeda satu sama lain, apa yang dirasakan pun berbeda satu sama lain, selain berusaha untuk tetap membuat diri sendiri melangkah, tapi tetap berusaha terus memotivasi anggota yang lain, membangkitkan semangat yang lain, tapi juga mengerti apa yang mereka rasakan, saat salah seorang memang harus istirahat, maka mau tak mau semua beristirahat. tak bisa hanya memikirkan diri sendiri, tapi memikirkan semua.

Mendaki gunung sesulit apapun, makin lama makin kunikmati, karena sebuah pelajaran langsung tentang kehidupan, yang terus mengingatkan aku untuk melangkah sesulit apapun keadaan yang aku rasakan, yang terus mengingatkan aku bahwa istirahat itu bukan untuk berhenti, tapi untuk menyiapkan langkah yang lebih besar lagi, untuk menyiapkan langkah yang lebih cepat lagi, setiap pendaki punya satu tujuan yaitu puncak gunung, demikan kita dalam hidup ini, salah satu cara untuk bisa membuat pendakian adalah dengan mempunyai puncak yang ingin kita capai, juga mengingtkan kita bahwa kita diciptakan bukan untuk hidup sendiri, tapi untuk hidup berdampingan, saling mengenal, saling membantu, dan mengajak yang lain untuk bisa mencapai puncaknya masing-masing.

satu-satunya cara untuk bangkit dari segala masalah yang sedang kita hadapi adalah berjalan, berjalan ke tempat yang lebih tinggi, semoga dengan itu kita bisa lebih arif dan lebih luas melihat masalah yang sedang kita hadapi, ketika masalah yang kita hadapi itu berat, satu-satunya cara adalah menjadikan diri kita lebih kuat untuk bisa menghadapinya, dan satu kata kunci, kalau Allah tak pernah memberikan cobaan yang tak bisa kita hadapi, tapi Allah juga tak akan mengubah nasib kita, kecuali kita yang mengubahnya. Artinya kita punya dua pilihan ketika ada masalah di depan kita, memilih untuk jadi lebih kuat, dan menaklukan masalah itu, atau menyerah dan terus menjadikan diri kita tak berdaya........

Melihat matahari terbit dari gunung fuji, kembali mengingatkanku bahwa setiap hari baru membawa harapan baru, membawa kesempatan baru yang harus kita ambil, dan kita manfaatkan, karena tak akan pernah ada kesempatan ke dua,,,tak akan pernah ada,,,,
Maha Besar Allah yang telah menciptakan dan mendesign alam dengan begitu indah, dan begitu banyak pelajaran di dalamnya....
Semoga hamba bisa menjadi orang yang tak berhenti belajar atas semua pelajaran yang telah Engkau sisipkan dalam penciptaan alam semesta...
Amin...

bukan sekedar

assalammualaikum,wr,wb
24,25 agustus yang lalu dapat kesempatan untuk melihat fuji san lebih dekat, dan dapat kesempatan untuk merasakan pendakian di gunung tertinggi di jepang, pendakian memang hanya dibolehkan selama musim panas saat bulan Juli dan agustus. Oleh karenanya, hampir dipastikan dalam dua bulan itu pengunjungnya berlimpah ruah, sama saat kemarin aku melakukan pendakian, buanyak sekali yang melakukan pendakian, kelihatan seperti semut yang sedang berbaris berjalan, karena memang barisan pendakiannya tak pernah putus, mereka dari berbagai negara dengan berbagai bahasa, dan berbagai usia pun menikamati pendakian.

Pendakian dimulai pada pukul 23.00, dari pos kelima pendakian gunung fuji dengan ketinggian sekitar 2500 meter.sedangkan tingggi gunung fuji sendiri 3776 meter. pendakian yang kemarin dilakukan adalah pendakian yang diselenggarakan oleh sekolah, yang akhirnya diikuti oleh 5 orang, 3 orang laki-laki, dan 2 orang perempuan.

Dari mulai ketinggian di pos kelima, sudah mulai jarang tumbuh-tumbuhan, para pendaki ditantang oleh udara dingin dan tipidnya udara, tak sedikit yang akhirnya membeli tabung-tabung oksigen kecil.

Untukku sendiri tantangan tipisnya udaralah yang baru pertama kali kurasakan, sebelumnya memang pernah melakukan hiking, di Indonesia, gunung salak, hingga kawah ratu, dan beberapa waktu lalu sempat juga melakukan hiking di daerah nishi tokyo yang memang penuh dengan pegunungan, yang ketinggiannya 600-1000 m, namun saat-saat itu udara masih terasa tidak jauh berbeda, namun kemarin, saat mengambil nafas, terasa sekali tipisnya udara.

alhamdulillah, kondisi cuaca yang sngat bersahabat membuat perjalanan terasa lancar sekali, walaupun bagi beberapa orang diantara kami, ini merupakan pengalaman pertama, tapi mereka menunjukkan semangat yang luar biasa...
mendaki gunung merupakan hal yang dari dulu ingin sekali kucoba, namun entah kenapa selama di Indonesia belum banyak kesempatan yang kudapat,
hiking pertamaku ke gunung salak, luar biasa rasanya, berjalan menembus hujan yang turun dengan deras, dengan kiri, dan kanan hanya terlihat tumbuhan hijau yang lebat, akhirnya setelah mengahabiskan waktu sekitar 7,8 jam berjalan kaki, sampailah di tempat tujuan, bukannya jera, tapi sejak itulah, tumbuh kecintaan terhadap hiking, pendakian gunung.

Mendaki gunung buatku bukan sekedar menghabiskan waktu luang, atau menikmati pemandangan. Lebih dari itu, mendaki gunung juga sebuah proses penaklukan terhadap diri sendiri, sebuah proses untuk menguasai diri sendiri, dihadapkan pada keadaan yang amat sulit, dimana semakin lama tantangan semakin bertambah, namun berhenti pun tak bisa menyelesaikan masalah. Mengalahkan segala rasa yang mengajak kita untuk menyerah, belajar mengobarkan kembali api semangat yang makin lama semakin redup. menaklukan segala rasa sakit yang diderita oleh tubuh, untuk terus mengayunkan langkah, sberat apapun, sesulit apapun. terlebih lagi bagi sebuah team, mendaki bersama, baik berangkat , diperjalanan, ataupun saat kembali. dimana keadaan anggota team berbeda satu sama lain, apa yang dirasakan pun berbeda satu sama lain, selain berusaha untuk tetap membuat diri sendiri melangkah, tapi tetap berusaha terus memotivasi anggota yang lain, membangkitkan semangat yang lain, tapi juga mengerti apa yang mereka rasakan, saat salah seorang memang harus istirahat, maka mau tak mau semua beristirahat. tak bisa hanya memikirkan diri sendiri, tapi memikirkan semua.

Mendaki gunung sesulit apapun, makin lama makin kunikmati, karena sebuah pelajaran langsung tentang kehidupan, yang terus mengingatkan aku untuk melangkah sesulit apapun keadaan yang aku rasakan, yang terus mengingatkan aku bahwa istirahat itu bukan untuk berhenti, tapi untuk menyiapkan langkah yang lebih besar lagi, untuk menyiapkan langkah yang lebih cepat lagi, setiap pendaki punya satu tujuan yaitu puncak gunung, demikan kita dalam hidup ini, salah satu cara untuk bisa membuat pendakian adalah dengan mempunyai puncak yang ingin kita capai, juga mengingtkan kita bahwa kita diciptakan bukan untuk hidup sendiri, tapi untuk hidup berdampingan, saling mengenal, saling membantu, dan mengajak yang lain untuk bisa mencapai puncaknya masing-masing.

satu-satunya cara untuk bangkit dari segala masalah yang sedang kita hadapi adalah berjalan, berjalan ke tempat yang lebih tinggi, semoga dengan itu kita bisa lebih arif dan lebih luas melihat masalah yang sedang kita hadapi, ketika masalah yang kita hadapi itu berat, satu-satunya cara adalah menjadikan diri kita lebih kuat untuk bisa menghadapinya, dan satu kata kunci, kalau Allah tak pernah memberikan cobaan yang tak bisa kita hadapi, tapi Allah juga tak akan mengubah nasib kita, kecuali kita yang mengubahnya. Artinya kita punya dua pilihan ketika ada masalah di depan kita, memilih untuk jadi lebih kuat, dan menaklukan masalah itu, atau menyerah dan terus menjadikan diri kita tak berdaya........

Melihat matahari terbit dari gunung fuji, kembali mengingatkanku bahwa setiap hari baru membawa harapan baru, membawa kesempatan baru yang harus kita ambil, dan kita manfaatkan, karena tak akan pernah ada kesempatan ke dua,,,tak akan pernah ada,,,,
Maha Besar Allah yang telah menciptakan dan mendesign alam dengan begitu indah, dan begitu banyak pelajaran di dalamnya....
Semoga hamba bisa menjadi orang yang tak berhenti belajar atas semua pelajaran yang telah Engkau sisipkan dalam penciptaan alam semesta...
Amin...

fuji san




fuji san, 24-25 agustus 2007

Thursday, August 23, 2007

fuji san ni noboru....

Start:     Aug 24, '07 11:00a
End:     Aug 25, '07
insyaallah naik gunung fuji...
mudah2an lancar...
amin...

Tuesday, August 21, 2007

teman..friend...tomodachi


beberapa hari setelah ulang tahun

meninggalkan indonesia, adalah meninggalkan teman-teman entah untuk berapa lama, datang ke tempat baru, yang asing, mencoba membuat suatu hubungan baik dengan mereka yang berbeda, asal.budaya,dll...
satu2nya cara memperolah teman baik adalah dengan menjadi teman yang baik untuk orang lain...

Thursday, August 16, 2007


assalammualaikum,wr,wb
sudah hampir 5 bulan kuhabiskan hari2ku di negara orang lain...
negara yang memang dulu aku ingin sekali berkunjung kesana...
penuh dengan hal-hal baru, penuh dengan pelajaran-pelajaran baru, dan juga penuh dengan tantangan dan masalah baru...

besok mungkin pertama kali aku tidak melihat sama sekali pengibaran di hari Dirgahayu RI...
tahun-tahun sebelumnya, karena memang dulu pernah ambil bagian dalam ekskul paskibra, selalu paling tidak membantu dan menemani adik-adik yang akan melakukan pengibaran, mencoba bercerita tentang pengalaman, memberi semangat, dan motivasi...

memang mengibarkan bendera cuma sekedar simbol, tapi mungkin kita bisa mengambil banyak pelajaran dari dua warna yang dibentangkan di langit Indonesia, mengapa sih kita disuruh upacara bendera? mengapa juga kita disuruh ngasih hormat ketika bendera tersebut sedang dikibarkan? atau segudang hal-hal yang bersifat formalitas...

menurutku, upacara jadi bagian untuk menaklukan diri sendiri, belajar mengendalikan diri, orang yang dipaksa berdiri, tanpa suara, tidak banyak bergerak, patuh pada komando yang diberikan, hormat bendera, sebuah cara untuk bisa mengajarkan kita bersyukur telah lepas dari penjajahan, atau sekedar untuk mengingat kalau negara ini didirikan bukan untuk main-main, atau sekedar tempat mengeruk keuntungan, tapi negara ini ada untuk bagaimana semua bagian dari negara itu bisa berkibar, bisa merasakan angin ketentraman dan kedamaian yang mengibarkan bendera tersebut.... tidak mudah untuk sekedar membuat pasukan yang bisa mengibarkan bendera dengan baik, dan tentu saja tidak mudah untuk bisa membuat semua yang kita tuju,
1.memberikan perlindungan segenap bangsa/tumpahdarah Indonesia,
2.memajukan kesejahteraan
3.mencerdaskan kehidupan bangsa
4.melaksanakan ketertiban dunia,
kalau saya tidak salah seperti itu yang tertulis tentang mengapa bangsa ini ada, minimal untuk empat hal yang telah dulu dirancang menjadi tujuan negara ini...
sudahkah semua itu bisa kita capai, 62 tahun sudah dari saat tujuan itu ditetapkan,
sudahkah semua orang Indonesia, yang ada di dalam maupun di luar negeri, dan apapun posisi mereka terlindungi?
sudahkah tingkat kesejahteraan meningkat?
sudahkah kecerdasan menjadi bagian yang dinikmati oleh seluruh bangsa?
sudahkah kita menjadi bagian untuk ketertiban?
SUDAHKAH?????
saya tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi kalau seandainya memang jawaban belum yang keluar dari mulut-mulut kita, maka ini artinya bukan saatnya main-main bagi siapaun yang merasa bangsa, bagian, penduduk Indonesia, semua tak akan bisa dicapai seorang diri, semua tak akan dicapai tanpa sebuah tinta, keringat perjuangan...

Bangsa pun layaknya manusia yang mengalami pertumbuhan dan pembelajaran dari tahun ketahun yang dihabiskannya, mengalami jatuh dan bangun juga...
tapi tentunya semua berharap kalau grafik terhadap usia suatu bangsa tetap menunjukkan grafik dengan gradien positif, yang berarti ada peningkatan disana,,,

Indonesia adalah sebuah nama, bukanlah apa-apa, kitalah bagian yang hidup dari bangsa itu yang bisa membuatnya jadi lebih baik atau jadi lebih buruk, kita yang menetukan, setiap kepala bangsa Indonesia yang menentukan...

Semua pasti menantikan bangsa yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, hari-hari yang lebih baik, alangkah indahnya kalau kita tak sekedar menanti, tapi kita mulai mewujudkannya dari sekarang, dan tentunya tidak bisa dimulai kecuali dari diri kita sendiri dahulu, dengan mengajak semua orang yang bisa kita ajak untuk mewujudkan hal ini, untuk mewujudkan INDONESIA yang lebih baik...

DIRGAHAYU INDONESIA ....

Mudah2an Allah memberi keberkahan dari usia yang semakin lama semakin bertambah...
Amin...

wassalammualaikum,wr,wb

Kita.... Indonesia...

assalammualaikum,wr,wb
sudah hampir 5 bulan kuhabiskan hari2ku di negara orang lain...
negara yang memang dulu aku ingin sekali berkunjung kesana...
penuh dengan hal-hal baru, penuh dengan pelajaran-pelajaran baru, dan juga penuh dengan tantangan dan masalah baru...

besok mungkin pertama kali aku tidak melihat sama sekali pengibaran di hari Dirgahayu RI...
tahun-tahun sebelumnya, karena memang dulu pernah ambil bagian dalam ekskul paskibra, selalu paling tidak membantu dan menemani adik-adik yang akan melakukan pengibaran, mencoba bercerita tentang pengalaman, memberi semangat, dan motivasi...

memang mengibarkan bendera cuma sekedar simbol, tapi mungkin kita bisa mengambil banyak pelajaran dari dua warna yang dibentangkan di langit Indonesia, mengapa sih kita disuruh upacara bendera? mengapa juga kita disuruh ngasih hormat ketika bendera tersebut sedang dikibarkan? atau segudang hal-hal yang bersifat formalitas...

menurutku, upacara jadi bagian untuk menaklukan diri sendiri, belajar mengendalikan diri, orang yang dipaksa berdiri, tanpa suara, tidak banyak bergerak, patuh pada komando yang diberikan, hormat bendera, sebuah cara untuk bisa mengajarkan kita bersyukur telah lepas dari penjajahan, atau sekedar untuk mengingat kalau negara ini didirikan bukan untuk main-main, atau sekedar tempat mengeruk keuntungan, tapi negara ini ada untuk bagaimana semua bagian dari negara itu bisa berkibar, bisa merasakan angin ketentraman dan kedamaian yang mengibarkan bendera tersebut.... tidak mudah untuk sekedar membuat pasukan yang bisa mengibarkan bendera dengan baik, dan tentu saja tidak mudah untuk bisa membuat semua yang kita tuju,
1.memberikan perlindungan segenap bangsa/tumpahdarah Indonesia,
2.memajukan kesejahteraan
3.mencerdaskan kehidupan bangsa
4.melaksanakan ketertiban dunia,
kalau saya tidak salah seperti itu yang tertulis tentang mengapa bangsa ini ada, minimal untuk empat hal yang telah dulu dirancang menjadi tujuan negara ini...
sudahkah semua itu bisa kita capai, 62 tahun sudah dari saat tujuan itu ditetapkan,
sudahkah semua orang Indonesia, yang ada di dalam maupun di luar negeri, dan apapun posisi mereka terlindungi?
sudahkah tingkat kesejahteraan meningkat?
sudahkah kecerdasan menjadi bagian yang dinikmati oleh seluruh bangsa?
sudahkah kita menjadi bagian untuk ketertiban?
SUDAHKAH?????
saya tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi kalau seandainya memang jawaban belum yang keluar dari mulut-mulut kita, maka ini artinya bukan saatnya main-main bagi siapaun yang merasa bangsa, bagian, penduduk Indonesia, semua tak akan bisa dicapai seorang diri, semua tak akan dicapai tanpa sebuah tinta, keringat perjuangan...

Bangsa pun layaknya manusia yang mengalami pertumbuhan dan pembelajaran dari tahun ketahun yang dihabiskannya, mengalami jatuh dan bangun juga...
tapi tentunya semua berharap kalau grafik terhadap usia suatu bangsa tetap menunjukkan grafik dengan gradien positif, yang berarti ada peningkatan disana,,,

Indonesia adalah sebuah nama, bukanlah apa-apa, kitalah bagian yang hidup dari bangsa itu yang bisa membuatnya jadi lebih baik atau jadi lebih buruk, kita yang menetukan, setiap kepala bangsa Indonesia yang menentukan...

Semua pasti menantikan bangsa yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, hari-hari yang lebih baik, alangkah indahnya kalau kita tak sekedar menanti, tapi kita mulai mewujudkannya dari sekarang, dan tentunya tidak bisa dimulai kecuali dari diri kita sendiri dahulu, dengan mengajak semua orang yang bisa kita ajak untuk mewujudkan hal ini, untuk mewujudkan INDONESIA yang lebih baik...

DIRGAHAYU INDONESIA ....

Mudah2an Allah memberi keberkahan dari usia yang semakin lama semakin bertambah...
Amin...

wassalammualaikum,wr,wb

Thursday, August 9, 2007

sepedaan




imperial palace, asakusa

membelah tokyo


assalammualaikum,wr,wb
akhirnya perjalanan sepeda yang telah lama dibayangkan terlaksana juga,,,
rabu pagi sekitar pukul 9.30 kukendarai sepedaku menuju shinjuku, dengan bekal sebuah peta tokyo, air minum, handuk, dan uang secukupnya.
tokyo memang pusat dan jantungnya jepang, terutama di daerah shinjuku dimana manusia begitu padat berlalu lalang, setelah mengeyuh terus melalui shinjuku dori, sampailah aku di yotsuya, kulanjutkan lagi perjalanan ke arah imperial palace, tempat tinggalnya tenno, wow,,,
besar sekali tempatnya dikelilingi parit di sekitarnya, mirip sekali dengan benteng2 dahulu di zaman perang, ada salah satu bagian yang memang dijadikan taman dan dibuka bagi para pengunjung,
tidak jauh darisan adalah stasiun tokyo, yang bentuk bangunannya baru  kali itu pertama kali aku melihatnya biasanya aku cuma berjalan di dalamnya  untuk menukar line kereta, kereta, shinkansen tampak berlalu lalang, sejenak teringat stasiun kota di jakarta, bangunannya kuno, besar dan tinggi.
dari sana kulanjutkan perjalanan ke arah ueno, melalui akihabar, di ueno, makan sushi,makanan jepang yang paling kusuka. sejenak beristirahat dan mancari udara segar di taman ueno, ueno mirip dengan pasar senen, atau kota, yang banyak penjualnya di kiri dan akanan jalan, yang barangnya diobral dengan harga lebih murah.
dari sana kulanjutkan perjalanan ke arah asakusa, akhirnya sekitar pukul 1.45, tibalah di asakusa, sejenak melihat sumida gawa yang lebar, kemudian ke kuil asakusa, melihat barang-barang yang dijual di baiten yang ada di kiri dan kanan jalan menuju kuil...
asakusa adalah kota yang tampak seperti kota kuno, yang juga tak lepas dari sntuhan teknologi.
dalam perjalanan pulang yang membakar kulitku, sejenak kuteringat jakarta, kapankah aku bisa mengelilingi jakarta dengan sepeda seperti ini, apabila sedikit saja trotoar di jakarta dibuat agak lebar, kemudian regulasi kepemilikan kendaran coba sedikit diperketat, kemudian dikampanyekan penggunaan sepeda, paling tidak bisa mengurangi polusi udara, membuat langit jakarta biru seperti langit tokyo, kemudian hampir di setiap sudut kota dibuat taman2, yang paling tidak bisa menjadi paru-paru kota. memang memunculkannya bukanlah hal mudah semudah membalik telapak tangan, tapi aku yakin suatu hari semua itu bisa terwujud kalau kita semua ingin jakarta bisa berubah seperti itu. mudah2an pemimpin baru di jakarta nanti bisa membawa jakarta ke arah yang lebih baik,,,,
mungkin saat ini aku hanya bisa sekedar berbagi mimpi, tapi mungkin ada orang-orang yang bisa kuajak bersamna untuk mewujudkan mimpi itu, jakarta, ibukota negara yang bersih, teratur, dan indah, tetap menjaga kekhasannya dengan juga mendapat sentuhan dari teknologi.
amin...
wassalammualaikum,wr,wb