assalammualaikum,wr,wbHari kamis malam lalu, saya menerima undangan dari Dosen Bhs Indonesia yang waktu itu telah mengajak saya ke kampusnya,untuk nonton pertunjukan Didik Nini Thowok, seorang budayawan yang bergelut di bidang tari dan koreografer. Kebetulan hari kamis lalu ditampilkan di satu daerah tempat saya tinggal. Kesempatan untuk melihat pengalaman baru. Pertunjukan beliau akan berlangsung selama 4 hari,dimulai dari hari kamis lalu.
http://www.laputa-jp.com/zamza/main/index.html
Untuk saya pertama kali menonton pertunjukan langsung di gedung teater, banyak hal yang membuat saya kaget, ketika saya sampai di uketsuke, penyambutnya menyapa dengan, Irassaimase...douzo,,ternyata beliau kenalan sensei, kemudian sensei mngenalkan bahwa saya seorang ryuugakusei dari Indonesia, langsung dia bertutur, layaknya orang Indonesia
"Selamat malam,,selamat datang..."dan beberapa sapaan yang lain..
terkejutnya saya dengan begitu kanpekinya beliau berbahasa Indonesia..
Kemudian kami masuk ke gedung teater yang memang tidak begitu besar...kami mengambil tempat terdepan, lagi-lagi seorang kenalan sensei, menyapa sensei,,"Ohisashiburi desune.."
dan lagi2 sensei memperkenalkan bahwa saya org Indonesia,,, kemudian dia menyapa dengan bhs Indonesia"Selamat malam,,perkenalkan nama saya....saya sudah ikut sanggar,,,
mungkin tdiak lama lagi saya akan ke Yogyakarta untuk tampil...."
begitu lancarnya...
Penampilan kali ini mengambil sebuah cerita rakyat "Kaguya no mono gatari"
Cerita tentang seorang bayi yang di temukan oleh pasangan yang sudah berumur di tunas pohon bambu,,,diiringi dengan berbagai alat musik termasuk juga gendang, gong, dan beberapa laat musik tradisional Indonesia, dan negara2 lain..
dengan permainan tata cahaya, dan kejelasan vokal para pementas,,,sungguh pertunjukan yang luar biasa...bagi saya pun sedikit melatih bhs Jepang saya...1 jam 20 menit kira2 lama pertunjukan...
selsesai pertunjukan saya diajak sensei menemui mas Didik Nini Thowok, sedikit bercakap2 dengan beliau, dan saling tukar kartu nama,,, dan ternyata memang benar kata sensei bahwa fans mas Didik di Jepang itu banyak dibuktikan dengan penuh nya tempat pertunjukan itu, pembicaraan berlanjut bahwa ternyata di Jepang itu ada group Gamelan, ada juga jurusan untuk wayang Golek, dan cukup banyak sanggar untuk belajar budaya Indonesia,,,
Perasaan senang, ternyata tdk selamanya nama Indonesia itu buruk dimata orang2 di dunia, mencoba lebih menghargai, bagaimanapun juga tenteng negara kita, ketika orang2 asing itu saja, ada yang susah payah belajar bhs Indonesia, bahkan ada yang untuk mendalami satu bidang menetap bertahun2 di Indonesia, hingga bisa bahasa daerah salah satu daerah di Indonesia...
Teringat sebuah kata-kata dari bung Hatta, ketika saat beliau telah mulai berbeda pandangan dengan Bung Karno, dan akhirnya dia berhenti jadi wapres, dan dalam salah satu kunjungannya ke Amerika, ia diminta pendapat oleh orang-orang dimana saat itu bung Karno mulai melakukan kebijakan2 yang menjurus ke komunis,,,ada seolah desakan orang-orang yang bertanya ingin mengadu dua serangkai proklamator Indoneia itu...
tapi keika beliau diminta pendapat ttg bung Karno, "Right or wrong Soekarno is my president"
ya..bung Hatta memang bukan tipe orang yang suka menggunting dalam lipatan, ketika beliau memang berbeda pendapat ya berbeda namun bukan berarti saling menjelek-jelekkan..
Bagaimanapun wajah Indonesia, saya adalah putra Indonesia, bukan berarti ketika saya pergi ke Jepang dan menikmati segala kemudahan disini, lalu saya menjelek-jelekkan tanah tempat dimana saya dilahirkan.Ingin sekali saya menunjukkan kalau suatu hari negara saya pun akan menjadi negara yang tak sekedar dianggap sebagai negara dunia ketiga.
"..Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.." Ar-Ra'd:11
Yuk..bareng2 kita ubah pelan-pelan,,caranya dengan mengubah diri kita untuk jadi lebih baik...insyaallah bisa...
wassalammualaikum,wr,wb