assalammualaikum,wr,wbsudah dua minggu terakhir ini, suhu udara di Tokyo memberi saya sedikit gambaran tentang fuyu (musim dingin). Walaupun sebagian besar orang berkata bahwa suhu terendah akan terjadi sekitar januari dan februari, tapi pagi hari disambut dengan suhu yang berdigit satu saja telah membuat saya yang berasal dari negeri tropis ini kedinginan.... sudah dua minggu ini pula mulai mengenakan kupluk,syal,dan sarung tangan ketika bersepeda, atau pengalaman lain yang menarik dan baru unhtuk saya, terkena sengatan listrik statis ketika memegang daun pintu yang terbuat dari logam itu, entah sudah hampir kelima kalinya saya terkena.. cukup mengagetkan..
minggu-minggu ini pun pohon-pohon di sekitar shinjuku sedang menunjukkan warna-warni yang indah dan cantik... ya daun-daun itu mengeluarkan warna kuning, jingga, merah dan sebelum akhirnya berguguran ke jalan.. indahnya...
sekedar berfikir, kenapa ya mereka sampai harus menggugurkan daunnya. teringat pelajaran SD tentang tumbuhan yang juga perlu beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya... perubahan lingkungan sekitar juga akan memberi efek pada tumbuhan itu sendiri... dan itu jadi bagian tumbuhan itu untuk bertahan hidup...
sebagai bagian dari makhluk hidup, manusia juga melakukan itu tanpa kita sadari secara biologis... namun yang harus ada juga tak hanya sekedar dari adaptasi biologis, tapi juga adaptasi yang bersifat kemanusiaan.. adaptasi ini merupakan bagian yang sangat sensitif, dimana bagaimanapun juga seorang manusia yang punya latar belakang dan pendirian secara fitrah tak mungkin begitu saja menerima apa yang ada di hadapannya. Setelah coaba berpikir sejenak, mungkin kata-kata lain yang menggambarkan adaptasi yang berlebihan adalah penanggalan identitas. BAgaimanapun tumbuhan menggugurkan daunnya, tapi dia akan tetap hidup sebagai tumbuhan dan akan tiba waktunya kembali untuk mengeluarkan daun-daunnya dan bunga-bunganya yang indah... Manusia yang hidup di lingkungan yang baru memang tak bisa sekedar memaksakan, tak bisa sekedar menghakimi perbedaan keadaan lingkungannya yang baru dengan lingkungannya yang lama...namun hal itu juga bukan berarti ia melepaskan dan menanggalkan segala identitas manusiawinya..
Suatu hari mungkin kita akan merasakan masuk ke lingkungan yang baru, namun hal itu jangan membuat kita kehilangan siapa diri kita, tapi justru kita harus menunjukkan siapa diri kita tanpa harus berbenturan dengan segala bingkai yang membingkai tempat itu.. Kita tunjukkan keberagaman yang memang Allah ciptakan, dan kita berusaha melihat keberagaman itu dengan lebih arif..
wassalammualaikum,wr,wb
*4 hari menjelang JLPT..yosh..mohon doanya teman2 mudah2an lancar tesnya..