Tuesday, December 23, 2008

Bersepeda versi Fuyu

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, sejak 23 desember kemarin saya memasuki liburan musim dingin tahun ini. Sekolah akan kembali dimulai pada tanggal 9 Januari mendatang. Tanggal 23 Desember kali ini memang menjadi tanggal merah di Jepang, kenapa, karena kaisar jepang saat ini berulang tahun pada hari tersebut. Tahun ini adalah ulang tahun yang ke-75. Sebenarnya tanggal 23 Desember bukan hanya hari ulang tahun kaisar, tapi juga hari ulang tahun Tokyo Tower, menara yang mempunyai tinggi 333 meter,pernah menjadi menara pemancar siaran TV paling tinggi sedunia. Tahun ini, menara yang menjadi perlambang kota tokyo menyambut HUT-nya yang yang ke-50 tahun.

Di bulan ketiga pembangunan menara ini, sempat terjadi suatu keanehan. Sambungan betonnya tidak sesuai, dan tidak membentuk bentuk yang diinginkan. Akhirnya penyambungan terhenti dan semua pekerja mengukur setiap sambungan, dan akhirnya ditemukan pergeseran sambungan beberapa cm, mereka membenarkan sambungan tersebut baru akhirnya melanjutkan pembangunan. Atau di hari terakhir pemasangan antena, yang punya berat 110 ton itu, ketika antena di tarik ke atas, tiba-tiba angin bertiup begitu kencangnya, maka para pekerja terpaksa menunggu beberapa jam hingga angin melemah.
Namun pembangunannya berhasil sesuai dengan perencanaannya. Dari awal pembukaan, tokyo tower memberikan daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang mengunjunginya.
Namun ternyata pengunjung terus menurun, dan yang berhasil kembali menarik minat pengunjung adalah pemasangan bola lampu di setiap sudut betonnya.

Walaupun kemarin cukup dingin, namun cuaca cukup cerah. Menjelang shalat maghrib, entah kenapa saya terdorong untuk jalan-jalan dengan sepeda. Akhirnya setelah selesai shalat maghrib, sekitar pukul 5, berpakaian anti dingin, saya kayuh sepeda saya ke luar asrama, rute saya malam ini adalah asrama-sangenjaya-shibuya-roppongi-tokyo tower-pulang dengan jalur yang sama. Sebelum berangkat saya coba cek di peta google, jalan mana yang sebaiknya saya tempuh, kemudian saya hapalkan nama-nama jalan dan arahnya. Berbekal sebuah ocha dan dorayaki di dalam tas, saya mengayuh sepeda saya sekuat tenaga, badan saya memang cukup hangat dengan pakaian sweater, dan coat, serta sarung tangan, tapi wajah saya sangat dingin.

Tokyo malam hari, gemerlap cahaya gedung-gedung, menggantikan cahaya bintang-bintang di langit malam. setelah satu jam, akhirnya aku sampai ke shibuya, sesuai dengan namanya 渋谷, shibuya memang merupakan lembah, makanya ketika menuju shibuya saya akan terjun bebas, tapi keluar shibuya saya harus menarik nafas panjang, menarik-narik otot kaki saya untuk mengayuh sepeda menempuh jalan menanjak itu. dari shibuya, yang jadi julukan sebagai kotanya anak muda, saya bergerak ke roppongi,六本木, kalau roppongi ini, memang kawasan yang cukup dikenal sebagai daerah orang asing, tempat belanja, makan, nonton. Kalau musim dingin yang terkenal di roppongi adalah illumination yang gemerlap cahayanya kadang membuat kita merasa hangat di tengah suasana dingin seperti ini.  Dari roppongi saya berbelok ke kanan menuju 赤羽橋, tempat dimana tokyo tower berdiri dengan gagah. Akhirnya setelah 2 jam mengayuh sepeda melewati bukit dan lembah Tokyo, saya tiba di tokyo tower, karena memang perayaan HUT ke-50 tahunnya, malam itu ada beberapa event yang di gelar di luar tokyo tower, dan pengunjung pun membludak, hingga berderet jauh ke luar. Saya duduk di salah satu bench yang ada di sana. Saya menikmati sebuah dorayaki dan ocha, kemudian mengambil beberapa foto, dan bersiap menuju jalan pulang, di tengah jalan ternyata lapar juga, saya sempatkan untuk menikmati semangkuk udon-hangat, dan tempura.

Akhirnya saya tiba di asrama dengan selamat pada pukul 21.33 JST. alhamdulillah...

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, December 19, 2008

賞味期限

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat mereka yang baru pertama kali datang ke Jepang, mungkin akan cukup shock dengan harga barang-barang di Jepang, seperti saya dan kawan-kawan saya dulu waktu pertama kali datang. Bagaimana tidak, setiap membeli barang kami selalu membandingkannya dengan kurs ke Rupiah, alhasil membelilah kita dengan tangan yang berat melepaskan yen demi yen ke tangan kasir. Semua akan langsung heboh kalau ada info toko murah, walaupun hanya berbeda beberapa puluh yen, gak sedikit teman-teman saya yang rela berjalan jauh atau naik sepeda ke toko itu.

Keadaan ekonomi di Jepang yang mulai kelihatan kurang baik, terutama imbas dari yen yang terus menguat nilainya terhadap dollar, memaksa cukup banyak perusahaan untuk memutuskan PHK bagi pekerjanya di tahun depan, salah satunya Sony, yang akan mem-PHK 8000 orang pegawai tetapnya. Belum lagi masalah dengan tenaga kerja kontrak, yang akhir-akhir ini makin banyak muncul di televisi.

Beranjak dari keadaan ekonomi yang makin terpuruk itu, belum lama ini ada stasiun televisi yang hunting toko-toko murah di kota-kota besar Jepang, ternyata ditemukan tidak sedikit toko-toko yang bisa membuat masyarakat sedikit terbebas dari krisis, dengan menjual harga-harga barang hampir setengah harga lebih muarh dari harga aslinya. Hal ini sangat mengagetkan saya. Ternyata ada rahasia di balik harga yang murah itu yaitu, 賞味期限 atau "waktu kadaluwarsa". Barang-barang yang dijual murah itu ternyata barang-barang yang sebentar lagi akan habis masa kadaluwarsanya , atau baru saja habis masa kadaluwarsanya.
Mungkin ada yang berpikir apa gak bahaya tuh, rahasianya adalah peraturan tentang menentukan masa kadaluwarsa di Jepang.

Semua perusahaan yang akan mengeluarkan produk yang mempunyai masa kadaluwarsa wajib melakukan riset tentang produknya itu, berapa lama produk itu akan tahan, dan dari sana bisa ditentukan kapan kadaluwarsanya, nah kalau di Jepang, misalnya satu produk tahan selama 10 bulan, maka 10 bulan * 0.8 = 8 bulan, maka kadaluwarsanya bukanlah 10 bulan setelah barang itu di produksi melainkan 8 bulan setelahnya. Jadi sebenarnya masih ada waktu 2 bulan untuk bisa menyantap barang tersebut hingga waktu masa konsumsinya habis.

Hal ini sebelumnya pernah saya dengar dari senpai, ternyata benar, Jepang cukup strict terhadap barang-barang konsumsi ini. Di Jepang sendiri kadaluwarsa itu dibagi dua, ada 賞味期限 dan ada 消費期限, bedanya adalah 賞味期限 adalah batas ketetapan rasanya makanan tersebut, jika batas waktunya sudah lewat masih tetap aman untuk dimakan tapi kemungkinan rasanya bisa berubah. sedangkan 消費期限 adalah batas amannya makanan tersebut di santap, jika batasnya sudah lewat maka sudah tidak bisa dimakan, karena akan membusuk(banyak bakteri) dan lain-lainnya yang akan muncul. Dan penggunaan 賞味期限dan 消費期限 ini memang dibedakan menurut sifat barang konsumsinya.

Dengan keadaan ekonomi seperti sekarang ini ternyata toko "setengah harga" itu mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat Jepang, tak sedikit yang menyerbu barang di toko tersebut, tapi ketika di wawancara, sebagian besar pembeli mengatakan, bahwa barang yang sudah lewat kadaluwarsanya tak akan mereka berikan sebagai santapan untuk anaknya. Tak sekedar murah, tapi mereka masih cukup memikirkan kesehatan, terutama buah hati mereka.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, December 12, 2008

今年は”変”

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini, di Kyoto diumumkan kanji yang terpilih menjadi simbol tahun ini, ternyata kanji yang dipilih adalah kanji "変", yang berarti "perubahan", ya bagi sebagian besar orang Jepang sepertinya banyak sekali perubahan yang terjadi dalam kehidupan mereka, baik dari segi politik, dari segi ekonomi dan lain-lain. Di urutan kedua dan ketiga, terpilih kanji "金" yang berarti "uang", dan kanji "落" yang artinya "jatuh". kalau melihat ketiga kanji ini, bisa dilihat tahun ini cukup banyak terjadi perubahan khusunya di bidang ekonomi. Sejak beberapa waktu lalu yang terjadi di Amerika dan memberikan efek cukup besar buat dunia. Di Jepang sendiri, yen yang terus menguat terhadap dollar memberikan efek negatif tersendiri buat para pelaku pasar di jepang, ditambah lagi maslaah tentang 派遣労働者 yang akhir2 ini cukup banyak di dengar di berita-berita dalam negeri.

Kembali ke pembicaraan tentang kanji, bagi saya yang baru kenal kanji dalam dua tahun terakhir ini, memang awalnya perlu energi yang cukup besar untuk bisa terbiasa dengan huruf yang digunakan di Cina, Taiwan, Korea dan Jepang ini. apalagi kanji Jepang punya cara baca yang gak sedikit, ada kunyomi dan ada onyomi, belum lagi kalau sudah masuk ke nama orang, ada cara baca lain lagi. Tapi, menjelang dua tahun keberadaan saya disini, saya cukup merasakan perbedaaan cukup besar antara penggunaan kanji dan alphabet, salah satunya adalah dari segi kepraktisannya. Oleh karena itu ingin rasanya menguasai kanji lebih dan lebih.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

謝振留 万陀羅

Friday, November 28, 2008

Melajulah ke depan, tapi sesekali lihatlah ke belakang

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apakah anda termasuk orang yang biasa menggunakan kendaraan pribadi, kalaupun tidak setidaknya kita semua tahu tentang mobil dan strukturnya. Mobil dikendarai oleh seorang supir, Indonesia, Jepang termasuk negara yang mengatur lalu lintas kendaraan di sebelah kiri, sehingga supirnya duduk di sebelah kanan, namun ada juga yang mengatur lalu lintas kendaraan di sebelah kanan, sehingga sang supir duduk di sebelah kiri. Namun, bukan hal tersebut yang saya ingin bahas pada kesempatan kali ini.

Saya tertarik dengan struktur mobil, dimana dari tempat supir semua bisa dikendalikan, sistem luar biasa ketika pengendara bisa mengontrol semua keadaan di sekeliling mobilnya tanpa harus bergerak dari tempat duduknya. Mobil memang di desain untuk melaju ke arah depan, walaupun dilengkapi juga dengan kemampuan untuk mundur, oleh karena itu dibuatlah kaca yang besar di hadapan sang pengendara, diharapkan semua sudut di depan pengendara bisa masuk dalam jarak pandangnya. Tapi itu saja tak cukup, disedikan juga sebuah cermin kecil untuk melihat keadaan di belakang mobil, serta cermin lainnya di sebelah kiri dan kanan, untuk memastikan keadaan di samping.

Kalau saya boleh menyamakan, ternyata menjalani kehidupan itu mirip dengan mengendarai mobil. Mobil akan mampu berjalan dengan lancar ketika apa yang terlihat dari kaca depan punya jarak pandang yang jauh, namun apa yang terjadi jika kita berjalan di daerah berkabut misalnya, dengan jarak pandang yang pendek, kita tak bisa melajukan mobil kita dengan kecepatan maksimal. Hal ini, terkait dengan VISI, ketika seorang manusia mempunyai VISI yang jelas, tentang hidupnya, maka akan dengan mudah ia melaju ke depan, berbeda dengan orang yang VISInya baur, ia akan dihantui oleh kekhawatiran sehingga lajunya menjadi lambat.

Lalu, kenapa bagian depan mobil itu terbuat dari kaca yang lebar, agar dengan mudah bisa menjangkau segala sudut keadaan di depan, sehingga dengan mudah dan leluasa menggerakkan mobilnya untuk melaju ke depan, lain halnya jika bagian depan tak dibuat dari kaca dan dibuat dari logam, serta hanya dilengkapi kaca sebesar wajah pengendara saja, tentu hal itu akan menyulitkannya untuk melihat keadaan di depan dan mengakibatkan laju kendaraan menjadi terhambat, demikian juga manusia, mereka yang memiliki cara berpikir yang luas, akan berbeda dengan mereka yang cara berpikirnya sempit, mereka yang cara beripikirnya luas akan mampu melihat sudut-sudut yang tak terjangkau oleh mereka cara berpikirnya sempit. Walaupun melewati jalan yang sama, walaupun mengahadapi hal ayang sama maka akan memberikan hasil yang berbeda satu sama lain.

Ternyata mobil juga dilengkapi kaca spion, untuk melihat tak hanya ke depan, tapi sesekali memeriksa keadaan di belakang serta kiri dan kanan. Manusia pun tak boleh lupa dan hanya sekdar melaju ke depan saja, tapi juga harus sesekali menengok ke belakang, belajar dari kesalahan-kesalahan terdahulu untuk bisa berbuat lebih baik lagi. Manusia punya kebutuhan untuk belajar dari sejarah, tapi bukan untuk terkurung dalam masa lalu, tapi untuk dijadikan bahan melaju ke depan. Manusia pun tak boleh melupakan keadaan di samping kiri dan kanannya. Manusia tak boleh menjadi sombong dengan sehingga melupakan keadaan sekitarnya, karena apa yang terjadi di samping kita akan memberikan pengaruh terhadap jalan kita.

Mudah2an kita termasuk pengendara-pengendara kehidupan yang mampu melajukan kendaraan kita dengan lancar, dan bisa segera sampai di tempat tujuan kita masing-masing.


Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wednesday, November 26, 2008

kejadian masa kecil yang membuat jalan ke masa depan

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini ada cerita tentang seorang dokter Hewan, yang akrab dipanggil Baba san, beliau terlahir di Fukuoka di tahun 1948, ternyata alasan beliau untuk menjadi dokter hewan adalah kejadian yang beliau alami di waktu kecil, suatu hari ia dipesankan untuk menemani seekor domba mencari makan. Saat itu sedang musim panas, Baba san ternyata tergiur oleh ajakan teman-temannya untuk bermain air di sungai, akhirnya ia ikatkan domba itu di sebuah batang pohon, dan ia tinggalkan domba itu. Sedangkan dia bermain air bersama dengan teman-temannya di sungai, tak terasa hari telah sore, dan tiba-tiba ia teringat dengan domba yang ditinggalkannya itu. Ternyata domba tersebut telah terkapar di tanah, tak bernyawa. Si kecil Baba san, tak sanggup berkata apa-apa, yang keluar hanya tangisan. Tapi di dalam hati kecilnya, dia tak akan pernah lagi membiarkan hewan-hewan kehilangan nyawanya hanya karena kelalaian manusia.

Setelah lulus dari SMA, kemudian dia belajar tentang ilmu kedokteran hewan. Sejak saat itu, dia bertekad bulat untuk mencurahkan hidupnya menolong hewan-hewan yang malang, kemudian bersama istrinya dia membuka klinik hewan, kemudian suatu hari, datanglah anak-anak yang membawa seekor burung yang yang perlu pertolongan, kemudian dia berusaha keras untuk menyembuhkan burung itu, tapi ternyata sudah terlambat. Kejadian itu, makin membuat dirinya untuk menolong hewan-hewan, jangan sampai ada lagi ada yang karena terlambat diberikan pertolongan harus kehilangan nyawanya.

Di tahun 1991, perang yang meletus di jazirah arab membuat perhatiannya tertoleh kesana, akibat perang, begitu banyak lautan yang tercemar dan menelan banyak korban, dengan perang sendiri memakan korban manusia, ditambah lagi pencemaran memakan korban hewan juga. Tapi, ia tak punya izin untuk bisa pergi kesana, ia berpikir keras, dan ia dengar berita adanya kapal tanker yang mengalami kecelakaan di australia dan mengakibatkan lautan tercemar, akhirnya karena kemudahan untuk pergi ke australia ia, memutuskan untuk melakukan volunteer ke australia sana.

Sekembalinya dari australia, ia mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan volunteer menanggulangi akibat dari perang Teluk, bersama dengan dua orang asisten yang ia latih sendiri, ia berangkat kesana, membersihkan banyak unggas laut yang tubuhnya tertutup oleh minyak yang telah menghitamkan lautan arab. 1305 ekor unggas yang ia bersihkan dengan tangan, dan lebih dari 500 ekor yang akhirnya setelah mendapatkan rehabilitasi, berhasil dilepaskan kembali ke habitatnya.

Dan saat ini pun selain melanjutkan klinik yang dibukanya dulu, ia membuka tempat rehabilitasi bagi hewan-hewan liar yang mengalami penyakit, atau kecelakaan diakibatkan manusia. dan yang lebih membuat saya salut adalah, kliniknya yang buka 24 jam, dan setahun penuh tanpa libur. Dan ia masih menyempatkan diri berkeliling di daerah sungai tama, di sekitar rumahnya, untuk memeriksa apakah ada barang-barang yang bisa membahayakan hewan liar yang berhabitat dsana, kemudian jika ada hewan liar yang terkena penyakit dan lainnya ia membawanya ke kliniknya dan tempat rehabilitasinya.

Satu figur yang benar-benar mencurahkan segalanya untuk cita-citanya.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Monday, November 24, 2008

Yappa, Shiawase desu ne...

Assalammualaikum warahmatulllahi wabarakatuh

dah lama kayaknya gak post di sini. alhamdulillah walaupun akhir2 ini dah semakin dingin udara di Tokyo, alhamdulillah keadaan badan masih bisa terkontrol. Sekolah alhamdulillah maish berjalan seperti biasa, dengan ditambah persiapan untuk ujian JLPT level 2. banyak sekali kegiatan yang dialalui hari2 ini, misalnya hari ini bersama dengan teman2 PMIJ dan PPI Kanto hiking ke daerah danau Okutama, alhamdulillah walaupun cukup banyak yang ikut, semua bisa pergi dan kembali dengan selamat, walaupun di tengah jalan kami harus kehujanan, hingga akhirnya ketika pulang dari danau pun hujan masih terus turun dnegan deras.

Lalu, hari sabtu lalu berkesempatan bertemu dengan kawan yang teklah cukup lama tak bertemu, salah seorang teman Jepang say yang sedang belajar bahasa Indonesia. Kemudian pada tanggal 2 Desember nanti dia akan maju ke lomba pidato berbahasa Indonesia di sekolahnya, maka kami banyak berdiskusi tentang teks pidato yang telah dibuatnya, kemudian dia merekam suara saya yang membacakan teks pidato tersebut.

Lalu hari minggu sore lalu, sempat berkunjung ke tempat Kaigofukushishi yang baru saja datang bulan Agustus lalu, bercerita tentang masalah2 mereka dari mulai kedatangan hingga saat ini, yappari ketika kita berbagi dengan orang lain rasanya sangat bahagia. Ketika kita hidup jauh dari keluarga bertemu dengan kawan tempat berbagi rasanya mereka sudah menjadi bagian dari keluarga terdekat kita.

Ya Allah mudah2an hamba bisa mersakan nikmat ukhuwah ini selamanya.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saturday, November 8, 2008

Perjuangan...

Assalammulaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kalau orang-orang yang tinggal di negeri empat musim ditanya, Musim apa yang paling anda suka, sebagian besar mungkin akan menjawab musim semi. Banyak hal yang membuat saya berpikir seperti itu, pertama musim semi adalah perubahan antara musim dingin menuju musim panas, dari hari-hari yang dinginnya begitu mencekam berubah menjadi hari-hari yang begitu hangat. Ditambah lagi, musim semi menjadi perlambang awalnya bermula kehidupan, ketika pohon-pohon yang menggugurkan habis daunnya pada musim dingin, mulai kembali menumbuhkan daun-daunnya. Dan, banyak sekali bunga-bunga yang bermekaran di musim ini, termasuk bunga Sakura, yang menjadi simbol negeri Jepang ini. Saya sendiri pun termasuk orang yang selalu menanti datangnya musim semi.

Namun, belum lama ini saya berjalan dari stasiun menuju rumah, melewati barisan pohon-pohon sakura yang sudah mulai mengugurkan daun-daunnya. Maklum dari hari ke hari suhu makin turun, dan hari ini suhu tertinggi tak menembus 20 derajat. Musim dingin sudah semakin dekat. Ada sedikit pikiran lain yang terbersit di kepala saya. Ternyata kalau kita berpikir lebih dalam ternyata musim dingin juga lambang dari kehidupan, tepatnya musim dingin adalah lambang dari perjuangan hidup.

Saya bukanlah orang yang sangat paham dengan Biologi, jadi saya tak begitu mengerti bagaimana proses yang dialami oleh berbagai makhluk hidup menjelang musim dingin ini. Namun yang saya lihat adalah, menghadapi musim yang sangat kibishii ini. Tapi dari pandangan mata saya yang awam, semua makhluk hidup berjuang keras untuk mengahadapi tekanan udara dingin ini. Semua makhluk hidup berupaya keras mempertahankan hidupnya. Sebagai contoh, daun merupakan bagian yang sangat berarti bagi tumbuhan, tapi menjelang musim dingin ini, hampir sebagian besar tumbuhan merontokkan daun mereka(walaupun tak semua tumbuhan menggugurkan daunnya).

Ketika saya melihat pemandangan itu, tumbuhan pun mengorbankan sesuatu untuk mempertahankan kehidupannya, sesuatu yang amat penting baginya. Yappari, untuk berjuang menghadapi kehidupan, terkadang kita harus mengorbankan sesuatu yang sangat berarti bagi kita. Dan yang namanya kehidupan pasti ada cobaan, pasti ada perjuangan. Dan orang-orang yang berhak menikmati damai dan keindahan musim semi adalah mereka yang telah berjuang dan bertahan melewati musim dingin. Keindahan yang kita lihat di musim semi merupakan hasil perjuangan mereka di musim dingin. Yakinlah perjuangan akan selalu menghasilkan sesuatu yang indah.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Thursday, November 6, 2008

Kenyataan...

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah dua hari ini di salah satu stasiun televisi di jepang menayangkan acara khusus musim gugur ini, kemarin dibahas tentang pasangan suami-istri yang saling menyampaikan perasaannya lewat surat. Ada cerita tentang pasangan yang terpaksa harus berpisah karena zaman perang, ada cerita juga tentang seorang istri yang selalu menunggu suami pulang di saat zaman perkembangan ekonomi Jepang, karena pada zaman itu setiap pekerja dimanapun menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor. Atau cerita tentang seorang pasangan yang memulai usahanya bersama di sebuah desa di pedalaman, atau juga cerita tentang seorang istri yang tak pernah sekalipun marah kepada sang suami. Saya terhanyut ketika penyiar membacakan surat-surat tersebut. Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah seorang suami yang ketika dalam keadaan kritisnya masih mengungkapkan perasaannya melalui kertas yang ada di dekatnya, walaupun tulisannya sudah sangat sulit dibaca.


Yang lebih menarik adalah cerita hari ini, cerita tentang pasangan, yang spesial. Karena keduanya adalah tuna netra. Keduanya dikaruniai dua orang putri, dimana putri yang pertama menuruni ke-spesial-an orang tua, terlahir dengan keadaan tuna netra. Sedangkan putri yang keduanya, terlahir sebagai anak yang biasa. Saat ini umur keduanya masih dibawah 5 tahun. Namun, mereka jauh lebih dewasa dari usia mereka. Mereka, dengan keterbatasannya tak pernah segan membantu sang ibu, diperlihatkan ketika kedua anak yang lucu-lucu ini membantu sang ibu yang sedang sibuk di rumah berbelanja. Si kecil yang bisa melihat, dengan sayang menuntun tangan sang kakak. Sang kakak yang lebih besar, dengan lancar berkata-kata.

Diperlihatkan juga, ketika sang ayah mengikuti lomba maraton 100 km, mereka sekeluarga mendukung dengan luar biasa. Ketika di perjalanan mereka bertemu sang ayah yang sedang berlari dengan sekuat tenaga ditemani oleh seorang pendamping, si kecil berteriak histeris mendukung ayahnya. Otousan..Ganbatte...Ganbatte... Hingga ketika sugata ayahnya mulai tak terlihat, si kecil menangis. Pertama kali untuknya melihat sang ayah yang sedang bersusah payah menuntaskan perlombaan itu.

Alhasil, sang ayah, menempati urutan ke-41 dari 1200 orang lebih peserta laki-laki. Sebagai informasi perlombaan ini adalah perlombaan umum, bukan khusus penderita tuna netra. Suatu prestasi yang luar biasa bagi sang ayah. Dan si kecil yang dari tadi menunggu2 kedatangan sang ayah di pintu finish langsung menubruk sang ayah, dan memeluknya.

Pada suatu hari sang ibu membuat surat kepada si kecil. Ia mengungkapkan perasaannya selama ini. Ia ingin mengatakan maaf, dan juga terima kasih. Ingin sekali ia melihat wajah si kecil yang amat disayanginya itu.

Lagi-lagi merasa ditegur, ketika seorang anak yang masih begitu belia, tumbuh menjadi dewasa karena segala keterbatasannya. Masihkan kita pantas mengeluh dengan segala kelebihan kita. Karena sebetulnya kita bukanlah kekurangan tapi kita masih belum pandai mensyukuri apa yang kita miliki.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sunday, November 2, 2008

閉校、過疎化,少子化

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat teman2 yang mengerti kanji, mungkin sudah bisa memahami maksud tiga kanji yang telah saya tuliskan di title, buat teman2 yang belum mengerti, coba akan saya jelaskan sedikit,
閉校(heikou), kanji itu yang artinya penutupan sekolah
過疎化(kasoka), kanji itu artinya penurunan drastis jumlah penduduk di daerah pedesaan diakibatkan mengalirnya penduduk ke daerah2 perkotaan.
少子化, kanji itu artinya berkurangnya jumlah anak2.

Beberapa waktu yang lalu, saya menyaksikan sebuah acara di televisi tentang salah satu sekolah yang harus ditutup karena jumlah muridnya sangat sedikit dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan sekolah itu lagi. Sekolah itu berada di kawasan Kouchi-ken, di pulau Shikoku. Tahun ini menjadi tahun terakhir, dan sebelas orang murid yang saat ini belajar di sekolah itu menjadi murid terakhir dalam sejarah berdirinya sekolah itu.

Artinya, undoukai yang diselenggarakan tahun ini menjadi undoukai terakhir bagi sekolah itu. Undoukai merupakan kegiatan yang diselenggarkan oleh setiap sekolah setiap tahunnya yang  berkaitan dengan perlombaan olahraga. Akhirnya para guru, serta kesebelas murid, dibantu oleh empat orang volunteer dari mahasiswa mempersiapkan dengan baik undoukai terakhir buat sekolah tersebut.

Mulai dari mempersiapkan tempat acara, melatih anak-anak untuk menampilakan semacam tari-tari penyemangat, serta melatih anak-anak kelas bawah untuk mengendarai sepeda beroda satu dan lain-lain. Lalu mengundang para penduduk sekitar untuk hadir pada acara undoukai tersebut. Sangat tampak kalau penduduk yang masih tersisa di kawasan itu adalah penduduk usia lanjut.

Cuaca yang cerah menyambut hari H undoukai tersebut, para pengunjung mulai berdatangan, memberi semangat kepada para siswa yang berlomba. Tak sedikit juga, yang merupakan nenek atau kakek dari para siswa yang belomba tersebut. Semua bertanding, mulai dari lomba lari, lomba mengendarai sepeda beroda satu, kemudian tari-tari penyemangat, serta penampilan taiko, semua pengunjung terasa sangat terhibur menyaksikan semua penampilan itu.

Keempat orang mahasiswa yang melakukan volunteer itu pun terlihat sangat puas atas undoukai yang berjalan dengan lancar itu. Selesai acara anak-anak itu berkumpul dan memanggil keempat mahasiswa tersebut, dan mengucapkan terima kasih dan menyanyikan sebuah lagu untuk mereka, keempat mahasiswa tersebut tak sanggup membendung air matanya lagi. mereka menangis, kemudian kesebelas siswa itu pun yak mampu menahan keharuan mereka, dan mereka saling menangis dan berpelukan.

Ini salah satu potongan cerita, masih banyak lagi sekolah-sekolah yang bernasib seperti itu, diakibatkan oleh makin menurunnya jumlah penduduk di desa-desa di Jepang, kalau kita melihat pertumbuhan penduduk Jepang yang minus, serta angka kehamilan rata2 bagi wanita Jepang hanya 1,3 yang artinya setiap wanita di jepang rata-rata mengandung satu orang anak.

Sempat juga masalah ini diangkat di sebuah drama televisi, cerita tentang sebuah sekolah dasar di sebuah pulau di kawasan okinawa sana, yang untuk mempertahankan sekolah dasar tersebut akhirnya orang-orang pembesar pulau tersebut mencari anak-anak yang tinggal di panti asuhan di kota-kota besar.

Sempat terpikir (walau kayaknya gak mungkin), bagaimana kalau Jepang mengimpor pelajar2 dari negara-negara yang kepadatan penduduknya tinggi, karena pasti di negara tersebut masih banyak anak-anak kecil yang tidak mendapat kesempatan belajar. Bagaimana ya nasib negeri sakura ini selanjutnya...

Thursday, October 23, 2008

alam dan manusia, ada apa diantara kita?

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

hari ini lagi-lagi nonton berita yang membuat saya berdecak kagum, setelah akhir2 ini berita Jepang banyak didominasi oleh Yen yang makin lama nilai tukarnya terus menguat, dan mengakibatkan banyak efek negatif di dalam negeri sendiri, atau berita tentang kasus di tahun 2004 perempuan yang dapet lottery sebesar 2 oku yen, yang tak lama kemudian menghilang dan ternyata dibunuh oleh seorang pria, dan baru saja ditangkap baru2 ini.

ya, berita yang membuat saya berdecak kagum adalah, cerita tentang orang2 Jepang yang hatinya terikat oleh alam. Ada cerita seorang bapak yang berusia 60 dai ini, setiap hari naik gunung tertinggi di negeri sakura ini, dan yang paling membuat saya shock adalah beliau naik dan turun dari gunung fuji ini hanya membutuhkan waktu 4 jam 50 menit. pengalaman saya sendiri, saya baru bisa mencapai puncak setelah berjalan+istirahat selama 7 jam, dan turun butuh waktu 3 jam.

cerita kedua adalah tentangs eorang rocker yang rindu akan wajah sungai di kota-kota besar di jepang, dalam hal ini tokyo, laki-laki ini kelahiran shibuya, dan dia belum pernah dapat kesempatan merasakan bermain air di sungai, karena ternyata sungai-sungai yanga da di shibuya sudah dibuat saluran pipa-besar bawah tanah semua, dia merasa kehilangan pemandangan sungai. dia memetakan, dan mencari dimana saja letak sungai2 yang kini sekrang telah hilang menjadi saluran2 pipa bawah tanah, bahkan ia mengajukan izin untuk bisa berjalan di sungai-sungai gelap bawah tanah itu.

ternyata alam itu punya miryoku luar biasa yang bisa membuat jiwa2 manusia terikat kepadanya, ya alam adalah sahabat manusia, bagaimanapun keaadaan kita, dimanapun kita, pasti ada saat2 kita untuk bersentuhan langsung dengan alam. kadang ketika kita sejenak istirahat dari pekerjaan kita, dan bersentuhan langsung dengan ciptaan luar biasa Yang Maha Kuasa ini kita mendapatkan sebuah kekuatan sendiri untuk bisa membuat tubuh dan jiwa kita kembali fresh


wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*yang berniat pengen naik gunung fuji setiap tahunnya.

Tuesday, October 21, 2008

Kadang gak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

tadi sedang periksa foto-foto di folder, terus menemukan foto zaman SMA ini. Natsukashii na.. Foto ini diambil pada waktu kelas 3 SMA di semester terakhir. Jadi teringat beberapa plan yang saya rencanakan selepas SMA, plan A saya ingin sekolah ke luar negeri, saat itu satu-satunya cara yang saya ketahui, dimana senpai saya pun sudah ada yang disana, yaitu tes NTU, Singapore. Ada kurang lebih sepuluh orang yang lulus tes berkas dan kemudian berhak mengikuti ujian tertulis di Kanisius Jakarta. Pengalaman yang saya ingat saat itu, ketika waktu ujian berbentrokan dengan waktu shalat maghrib, dimana kami mengambil pilihan untuk datang telat, dengan shalat terlebih dahulu di salah satu ruang kelas disana(maklum gak ada musholanya).

Ternyata plan A tidak berhasil, dan tahun tersebut memang tak ada seorangpun dari angkatan saya yang berhasil menembus NTU, maka saya beranjak ke plan B. Saya akan tes akademi militer. Foto ini seingat saya diambil saat saya sedang sibuk mempersiapkan ujian Akademi Militer. Foto ini diambil di rumah teman saya, yang sangat mendukung saya untuk masuk ke Akmil, kebetulan keluarganya banyak yang tentara, maka saya disuruh mengenakan pakaian om.nya dan diambil fotonya.

Di sekolah, selain saya ada seorang teman yang memang ingin juga masuk Akmil, maka kami berdua bekerjasama selain sebagai partner tapi juga sebagai rival. Saya masih teringat, hari-hari itu membuat saya akhirnya turun sekitar 5 kg, ketika hari-hari libur saya diisi dengan lari, lari, renang, lari, ,,, begitu seterusnya. Setiap hari latihan push up, sit up. Taihen datta.. Lalu kami daftar, pertama adalah seleksi berkas, dan kami berdua pun lulus. Kemudian dilanjutkan dengan tes kesehatan, hampir satu hari kami berada di rumah sakit tentara di jakarta pusat itu. Dan alhamdulillah kami berdua pun lulus. Nah, berikutnya adalah ujian yang cukup membuat kami kinchou shita, ujian fisik. Sedikit perasaan ragu apakah sudah cukup atau belum persiapan, kami maju ke ujian fisik, yappari dame datta. Ternyata ujian fisik lebih berat daripada yang kami bayangkan. Alhasil saya tak bisa membuat foto diatas menjadi kenyataan.

Plan B pun lewat, saya beralih ke plan C, saya memutuskan untuk memilih Teknik Elektro UI di SPMB saya. Dibantu oleh kakak saya, akhirnya saya mendapat kesempatan untuk ikut persiapan SPMB di Bimbel. Saya manfaatkan betul, saya tak ingin plan kali ini gagal.  Alhamdulillah Allah mengizinkan saya untuk merasakan belajar di salah satu universitas yang saya dambakan sejak SMP itu, universitas yang menyandang nama bangsa Indonesia. Antisipasi plan D saya pun lulus, yaitu Bea Cukai STAN. Namun saya memutuskan untuk memilih UI.

Namun, ternyata nasib saya di UI hanya 1,5 tahun saja. Saya tak pernah terpikir untuk bisa menginjakkan kaki ke negeri sakura ini. Sejak kegagalan saya untuk pergi ke NTU, sepertinya saya dah menutup dalam-dalam mimpi kuliah ke luar negeri. Tapi Allah menunjukkan jalan-jalan yang sama sekali tak saya duga. tapi saya sangat bersyukur, dan saya yakin bahwa ini keputusan terbaik yang Allah berikan kepada saya.

Kadang hidup memang tak selalu berjalan sesuai dengan apa ayang kita inginkan. Karena belum tentu apa yang kita inginkan itu terbaik buat diri kita. Maka jangan pernah berhenti untuk meminta petunjuk kepada Yang Maha Mengetahui, dan mensyukuri apa yang diberikan-Nya kepada kita. Tapi tunjukkanlah pada-Nya usaha kita yang paling optimal.

Monday, October 20, 2008

もう秋だね。。

お久しぶりです。。。
もう秋になりましたね。。
最近秋晴れで空が綺麗ですね。。
今日も凄く暖かくて空が青くて綺麗ですね。

秋の空っていう言葉を聴いたら去年のことを思い出しました。
先生が教えてくれました。
”バンダラ君、秋の空という言葉知ってる?”
”その言葉はどういう意味ですか?”
”バンダラ君は男性だからこの言葉を覚えた方がいいよ”
”どうしてですか?”
”秋の空というのは女の子の心だよ”
”えっ女の子の心?”
”秋の空はね。。変わりやすくて晴れになったり雲になったりするよ、だから女の子の心と同じだよ”

本当にそうなのかな。。

Kereta

assalammualaikum warahamtullahi wabarakatuh

Bagi sebagian besar orang ketika mendengar kata Jepang maka akan terbayang sakura, atau gunung Fuji, atau samurai. Tapi bagi mereka yang sudah sering datang ke Jepang atau sudah cukup lama tinggal di Jepang, terutama di kota-kota besar, mungkin akan mendapatkan sebuah stereotype baru, yaitu bahwa Jepang adalah kereta.  Kereta sendiri bisa dibilang menjadi tulang punggung transportasi Jepang, kereta di Jepang sendiri dibagi paling tidak menjadi 3 bagian, yaitu yang dimiliki pemerintah pusat yaitu JR, ada juga yang dimiliki swasta, kalau di Tokyo misalnya ada Odakyu, Keio, Tokyo, dll, ada juga subway yang dimiiliki oleh pemerintah daerah setempat.

Ketika membicarakan kereta, memang banyak sekali keuntungan dari transportasi ini tapi yang paling menonjol adalah kereta merupakan transportasi massal. Kebetulan sejak pertama kali datang ke Jepang hingga saat ini, sekolah saya ada di salah satu daerah yang menjadi jantungnya kota Tokyo, yaitu Shinjuku, menurut data tahun 2007, setiap harinya ada sekitar 3.64 juta orang mondar-mandir di stasiun ini, sehingga menjadikan stasiun terpadat di dunia dari segi jumlah penumpang yang menggunakan jasa kereta di stasiun ini.

Hari pertama saya menginjakkan kaki di Jepang, siang harinya kami langsung diajak oleh para senior untuk ke stasiun ini, saya hanya ternganga melihat orang yang berseliweran kesana kemari dengan kecepatan jalan khas orang Tokyo. Di sekitar shinjuku memang banyak gedung-gedung yang menjadi pusat pemerintahan, atau perusahaan.

Kembali lagi kepada kereta, keempat pulau terbesar di Jepang, Honsu, Hokaido, Shikoku, dan Kyushu telah terhubungkan oleh kereta, dalam hal ini JR (Japan Railway). Saya sendiri alhamdulillah sudah sempat merasakan perjalanan dari pulau Honsu ke Kyushu, pada bulan Maret lalu dengan memanfaatkan salah satu program promosi JR kepada mereka yang suka petualangan. Yaitu seishun jyuhachi kippu, ketika kita membeli sebuah tiket, kita akan mendapatkan jatah selama lima hari untuk satu orang naik kereta lokal, ataupun rapid di JR line dimanapun. Promosi ini biasanya dimanfaatkan oleh para anak muda untuk bertualang ke daerah-daerah di seluruh Jepang, dengan harga yang relatif murah.

Sistem tarif kereta di Jepang didasarkan pada jarak, dengan perhitungan antar stasiun. Untuk satu line sendiri, ada beberapa jenis kereta misalnya lokal, rapid, ekspres, nah kalau yang lokal itu berhenti setiap stasiun, sedangkan yang rapid itu misalnya setiap 3 stasiun, dan yang ekspres itu berhenti setiap 5 stasiun(walaupun sebenarnya penentuannya tidak seperti itu, biasanya ditentukan dari tempat2 dimana penumpang banyak turun atau menjadi tempat untuk transfer ke line lain). Nah, ketika kita naik kereta dari stasiun A ke stasiun B, dengan menggunakan kereta jenis lokal, rapid, ataupun ekspres maka akan sama saja bayarannya.
Kecuali kalau kita naik kereta eksekutif, maka akan ada bayaran tambahan.

Tapi yang menarik bagi saya, adalah perencanaan dari pembangunan jalur-jalur kereta itu terlihat begitu matang, di pusat-pusat kota, di jalan-jalan negara, hampir tidak ada lagi persimpangan antara jalan raya dan jalur kereta. Kemudian penggunaan stasiun bersama sebagai tempat transfer antar line, sekedar di ketahui, di Shinjuku stasiun sendiri ada JR, Odakyu, Keio, Tokyo Metro, dan Toei Subway, yang masing-masing punya beberapa line lagi.
Sebagai refrensi saya copykan peta jalur kereta di Tokyo, dimana yang diberi warna itu adalah subway, sedangkan yang lain ada JR, dan ada juga yang swasta.

Bagi line-line yang mempunyai kereta-kereta jenis Rapid Ekspres yang hanya berhenti di stasiun-stasiun besar saja, kadang menjadi jalur yang disukai oleh orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya, dan hal ini sangat membuat geram para penumpang karena bisa membuat kereta terlambat mulai dari sekian menit hingga hitungan jam. Tapi ketika kereta terlambat, kita tak perlu takut, karena kita akan mendapatkan surat pernyataan keterlambatan dari line yang bersangkutan. Surat itu berisi permohonan maaf dan keterangan keterlambatan, jika kita terlambat, maka jangan lupa membawa surat itu, dan menyerahkan ke guru, atau ke tempat kerja kita, supaya kita terhitung tidak hadir dari awal.

Begitu menariknya kereta di Jepang dengan berbagai jenisnya membuat lahirnya sekelompok orang yang sangat tergila-gila dengan kereta, mereka mengetahui segala seluk beluk tentang kereta, bahkan mereka pergi memburu foto-foto berbagai jenis kereta. Merekalah para Otaku.
Kalau saya hanya sekdar kagum saja terhadap kereta di Jepang, insyaallah bukan Otaku..he..he..

Mudah2an bermanfaat...

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*pengen banget naik shinkansen..

Friday, October 17, 2008

Masjid...

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah sebulan lebih ini saya rutin shalat Jumat di masjid Jami'e Tokyo. Masjid yang pertama kali dibangun pada tahun 1938 ini memang punya letak yang cukup strategis, bisa ditempuh menggunakan kereta, Odakyu Line hanya sekitar 15 menit dari Shinjuku. Pada tahun 1986 masjid ini dibangun ulang,dan hasilnya adalah bangunan yang masih bisa kita lihat sampai hari ini. Menampilkan ciri khas budaya Turki, dengan kubah yang besar dan megah, serta bagian dalam yang dihiasi dengan kaligrafi yang menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta seni. Mungkin untuk daerah Tokyo dan sekitarnya ini merupakan masjid yang mampu menampung jamaah paling banyak.

Aku teringat ketika shalat Jumat pertama kali di Jepang. aku diantar oleh senpai-ku ke masjid ini, dan aku tak tahan untuk menitikkan air mata, ketika begitu rindunya aku dengan suara adzan. Supaya tidak menggangu masyarakat sekitar masjdi-masjid di Jepang dibuat supaya suara adzan hanya bisa didengar di dalam masjid.

Jamaah masjid ini tentu saja di dominasi oleh warga Turki yang tinggal di Tokyo, namun bagaimanapun juga jika hari biasa tidak banyak jamaah yang datang. Jamaah akan cukup banyak jika shalat jumat. Ada jamaah dari Afrika, Indonesia, Malaysia, India, jazirah Arab, tentu orang Jepang juga ada. 

Sebelum ini biasanya saya shalat Jumat dengan kawan-kawan dari Arab Saudi dan dari Indonesia yang sedang belajar bahasa Jepang di dekat sekolah saya. Kami menggunakan sebuah aula yang ada di sekolah itu dan kami menyelenggarakan shalat jumat, kadang dalam bahasa Inggris, kadang dalam bahasa Arab. Sejak saat itu agak sedikit menyesal, coba bisa bahasa Arab, kan bisa mengerti khutbahnya.

Tapi entah kenapa, shalat Jumat di masjid membawa perasaan kelegaan tersendiri. Perasaan yang tak pernah dirasakan ketika shalat di tempat lain. kalau dalam bahasa Jepang ochitsuku, entah kenapa perasaan tuh jadi lega, hati jadi tenteram. Atau itulah perasaan rindu terhadap masjd yang hanya bisa bertemu seminggu sekali. Tapi itulah masjid, tempat mengadu ketika hati gundah gulana. Ya, Allah tempatkanlah aku di tempat dimana aku tak terpisah dengan "rumah" Mu.

Monday, October 6, 2008

Semester Baru

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, sejak tanggal 22 September lalu, sudah dimulai pelajaran untuk semester 2, semester kali ini, pembagian jadwal cukup menarik, karena ada beberapa hari dimana hanyak ada satu mata pelajaran saja, sehingga siswa didik terfokus, didesain dengan kuliah hingga jam istirahat dan setelah jam istirahat adalah praktikum, semester ini masih mendalami bahasa C, algoritma, dan ditambah dengan bahasa baru C#, terus network, serta beberapa pelajran tambahan seperti tips2 mencari dan mengikuti tes untuk bekerja di Jepang.

Salah satu yang membuat saya senang semester ini adalah,hari jumat saya hanya belajar hingga pukul 12.10 saja. Artinya saya bisa shalaj jumat di masjid setiap minggunya. Selama satu tahun setengah ini, saya selalu bergabung dengan teman2 di salah satu sekolah bahasa Jepang di dekat sekolah saya. Karena shalat jumat di masjdi selalu disesuaikan dengan orang2 yang bekerja yaitu dimulai pukul 13.00, padahal rata2 pelajar beristirahat pada pukul 12-13.

Beberapa pencapaian untuk semester ini adalah, selain nilai di sekolah tentunya, bulan Desember ini insyaallah berusaha untuk bisa lulus JLPT level 1, dan harus sudah mulai mempersiapkan persiapan ujian hennyu ke daigaku di tahun depan. Mohon doanya dari teman2 semua biar semua bisa saya lewati dengan baik.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sunday, October 5, 2008

Idul Fitri 1429 H-ku

assalammualaikum warahmtullahi wabarakatuh

Saat malam takbiran, dua orang teman, yang datang dari Chiba dan dari Shizuoka, serta seorang kawan dari Kanagawa, kami berempat hisashiburi ni berkumpul dan makan di tempat dimana dulu ketika kami masih kumpul di tokyo, sering sekali kami kunjungi, tabehoudai india curry. Kami makan sampai puas, setekah berbuka puasa dan shalat maghrib di masjid jami' Tokyo.

Malam itu, kawan dari kanagawa dan kawan dari chiba menginap di kamarku. Supaya bisa bangun pagi ,kami lekas tidur, padahal biasanya ketika kami berkumpul kami bisa mengobrol sampai pagi. Setelah subuh kami memutuskan untuk tidak tidur lagi. Berberes-beres diri dan meluncur ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo, yang berada di kawasan meguro. pagi itu ketika kami berangkat masih hujan rintik-rintik, tapi tak lama kemudian hujan berhenti memberi kami kesempatan untuk melaksanakan Shalat Iedul Fitri di lapangan. Kami duduk bersama, mengumandangkan takbir. Sebagian besar jamah memang orang Indonesia, tapi ada beberapa muslim dari negara lain juga yang turut bergabung.

Sekitar pukul 08.45, dimulai pelaksanaan shalat Ied dan khutbah, kemudian kami saling bersalaman, meminta maaf satu sama lain. Setelah selesai semua siap meluncur ke kediaman Bapak Kedubes, karena akan diadakan Open House dsana, dan kami bisa makan sepuasanya. Namun karena hari itu adalah hari biasa, dan saya harus kembali ke sekolah.
Memang sedikit ada perasaan sedih, namun bukankah sekolah pun tanggung jawab.

Memang tahun ini saya tak bisa makan ketupat, memang tahun ini saya tak bisa makan opor ayam, memang tahun ini saya tak bisa makan rendang. Tapi tahun ini saya pun bisa menikmati Idul Fitri 1429 H, walau saya harus ke sekolah, belajar hingga sore. Alhamdulillah, tahun ini pun diberi kesempatan menyelesaikan Ramadhan. Ya Allah, terimalah segala amal ibadahku yang penuh kekurangan ini, dan pertemukanlah aku dengan Ramadhan di tahun mendatang.

Mohon maaf atas segala kesalahan selama ini..

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, October 3, 2008

Jemuran

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belum lama ini, di salah satu acara Tv jepang, ada acara menarik, cerita tentang seorang yang pakar di dalam urusan pakaian,dia kali ini menjelaskan beberapa tips dalam menseterika, menghilangkan noda pakaian, dan menghilangkan kerutan pada pakaian yang dijemur.
Nah, untuk bagian yang menghilangkan kerutan pada jemuran ini saya pertama kali mendengarnya, dan bagi saya yang termasuk orang yang malas menyeterika pakaian mungkin saja tips ini membantu.

Ternyata untuk menghilangkan kerutan pada pakaian yang akan dijemur, ada cara yang sangat simple dan mudah. Yaitu dengan melipat pakaian dua kali, sehingga sekarang ada pakaian yang terlipat empat bagian, nah letakkan pakaian itu di salah satu telapak tangan kita, kemudian tepuk-tepuk pakaian tersebut dengan telapak tangan kita yang satu lagi, ulangi terus sedikit demi sedikit di bagian yang banyak kerutan.

Saya, tertarik untuk mencobanya sendiri, dan ternyata cukup membantu dibanding sono mama dijemur yang kadang banyak banget kerutannya. Mudah2an bisa membantu buat yang tinggal sendiri. Silakan mencoba.

Sunday, September 28, 2008

Perubahan...

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Minggu lalu banyak sekali perubahan yang terjadi di sekitar. Malam yang makin hari semakin sepi, karena suara nyanyian serangga yang kini mulai menghilang disebabkan suhu yang makin lama semakin turun. Angin musim gugur yang menyapa di setiap pagi dan petang, yang terkadang membuat rahang bergeretak karena kedinginan. Atau daun-daun sakura yang mulai menguning dan gugur satu per satu. Ya, musim gugur telah tiba. Bersama itu pula mulai terasa kering di bibirku ini, mungkin karena bibirku ini detektor paling ampuh untuk merasakan kelembaban udara.

Terkadang aku tak menyadari bahwa semua berubah, dengan irama yang begitu teratur. Bajkan kalau kita mau melihat perubahan itu lebih dekat maka kita akan takjub menyaksikan arsitektur perubahan dengan irama dan pola yang subhanallah, tak ada kata-kata yang pas untuk mengungkapkannya.

Perubahan merupakan keniscayaan, dan perubahan juga menjadi salah satu arti dari kehidupan itu sendiri. Kita tidak dikatakan hidup ketika kita tidak berubah,  ya.. perubahan adalah teman kita.

Tuesday, September 16, 2008

ムスリムになったの話

アッサラームアライクムワラフマトゥッラーヒワバラートフ

ムスリム兄弟、姉妹のみなさんに平安がありますように。
みなさんこんにちは、私は日本人ムスリマのニサと申します。
生まれも育ちも福岡で、今は久留米に住んでいます。

まず最初に、今日、ここに招いてくださったPPIの方々、Muslimah Fukuokaの皆様へ感謝を述べたいと思います。どうもありがとうございます。

今日は私自身の話をするのですが、自分の感情や、経験談などになりますので、私の母国語である日本語でお話させていただきたいと思います。そして今日は仕事でこの時間には来ることができない夫の変わりに日本語の上手なレスティさんに無理を言ってインドネシア語の通訳をお願いさせていただきました。今日はみなさんどうぞよろしくお願いいたします。

さて、私が「イスラム教」そして「ムスリム」と初めて会ったのはなんと今から約14年くらい前、高校1年生の時でした。その人たちはインドネシアやマレーシア、バングラデッシュから来た農業研修生で私の高校のすぐそばで農業を学んでいました。当時私は国際交流にとても興味があり、すぐ彼ら、彼女らと仲良くなりました。

インドネシア人とマレーシア人が違う国なのに言葉が通じているのもその時初めて知り、
私はインドネシア語に興味をもちました。インドネシア語が分かればマレー語も分かると聞いて、外国語といえば英語しか知らなかった私にはインドネシア語はとても新鮮で、もしかしたら言葉を学べばもっと自分の世界が広がるかもしれない、もっと彼ら、彼女らと分かり合えるかもしれない、そう思ってすぐに本屋へ行き、独学でインドネシア語の勉強を始めました。今でこそインドネシア語会話の本はたくさんありますが、そのころはとても少なくて、私が買ったのは旅行会話の本でした。一番最初に覚えたインドネシア語は「あぱか あんだ むんぐるてぃ あぱ やん さや かたかん?」です。今でも忘れられません。

彼らと仲良くなっていくうちに、彼らが豚肉を食べない、お祈りをする、物を渡すとき左手を使おうとしない、そして女性はいつも頭にスカーフをかぶっている、暑い夏にもかかわらず長そで長ズボン、ほんの小さなことが気になるようになりました。彼らの国の文化なのかな?日本人はこんなことしないんだけど、どうしてって聞いてもいいのかな?失礼なのかな?と子供心に疑問を持っていました。ある時思い切って聞いてみました。すると彼らはシンプルに「私たちはムスリムだから」と答えてくれました。
「ムスリムって何?」そこで初めてムスリム=イスラム教徒という意味の言葉だと知ったのです。イスラム教・・ああ歴史の授業にちょっと出たな、え?でもあれってアラブの宗教じゃないの?私にとって、イスラム教はどこか遠くの、それこそアラブ地域の人だけが信仰する宗教だとばかり思っていたくらいです。
その時からなぜか私の周りにはインドネシアやマレーシアのムスリムの友人ばかりが増えました。そしてその友人たちを通して自然にイスラムの教えを見る機会が増えていったのです。断食やみんなでするお祈り、みんなで集まってする食事、そして家族を、特に母親を大事にする、それから、困っている人がいれば見返りを求めずに助け合う、本当に自然に、当たり前にする友人たちに私は驚くばかりでした。自分にはできないな・・高校生の私はまさに「異文化」の中にとまどう「ただの日本人」でした。

その後、私は大学へ進みました。キリスト教系の大学だったので必修科目に聖書があり、授業の合間には、チャペルでの礼拝もありました。キリスト教ではないのでこの授業は正直苦痛以外の何者でもありませんでした。聖書の意味がわからないのです。ただの物語?ここからどんな教えを読み取ればいいのだろう、読むのも大変、でも単位は落とせない。私は大学での話をムスリムの友人たちに話しました。
すると彼らはこんな話をしてくれました。

「知ってる?聖書は歴史的に何度も何度も書き換えられているんだよ。でもイスラムのクルアーンは今まで一度も書き換えられたり、手直しされたことがないよ。アラビア語のままだよ。ずっと同じものを世界中のムスリムが読んでいるんだよ」

私はこの長い歴史の中で一度も書き換えられたことがない、と言う話に心を動かされました。半信半疑だった私はきちんとイスラムを調べてみる価値があるかもしれない、と思いそれからいくつか本を読んでみました。

彼らの話は嘘ではなかったのです。
クルアーンはいろいろな国の言葉で「解釈や説明」はされているけれどクルアーンそのものの書き換えは禁じられていること、そして世界中のムスリムがそのクルアーンを読み、変わらないよう守ってきたという事実、その反対にキリスト教の聖書は何度も何度も書き換えられてしまっていることを知り、そのときなぜかわからないけれど、突然「私が学ぶべきものは聖書ではなくイスラムだ!」という気持ちになったのです。

私はどうしたらイスラムを勉強できるだろう、本ではなくて、体感できるようなきっかけはないだろうか、と考えるようになりました。その私の気持ちを聞いたマレーシアの友人が「私のお母さんは子供たちにイスラムや、クルアーンの読み方を教えていますよ。マレーシアに来て見ませんか?」と言ってくれたのです。ああ、そうだ、イスラムの国に行けばいいんだ、と私はすぐに決断し、アルバイトをして、旅費をためて大学1年の春休み一人でマレーシアへ行きました。
その友人の家でホームステイをさせてもらうことになったのです。

私は何も知らずに行ったのですが何とその時断食中で3日後はイードルフィトゥリ、というタイミングでした。アルハムドゥリッラー、このときからすでにアッラーは私のために道を作っていてくださったのです。ホームステイさせていただいたところでは、毎晩子供たちがやってきて一生懸命クルアーンを読む練習をしていました。初めて見るその光景に感動しながら私も子供たちに混じってイクロを少し教えてもらいました。小さい子供のうちからイスラムを学ぶ習慣があることに驚きましたが、むしろこのくらい小さなときからやれば信仰心が身につくのは当たり前だな、と妙に納得したのを覚えています。

ちょうどラマダンだったので断食をする意味教えてもらうことができ、これは私もやってみたいと思い、次の日からイードまでみんなと一緒に断食に挑戦することにしました。ニーヤがなければ断食の意味がないと聞いたので私は心の中で「私にイスラムを教えてください、断食を通してイスラムの良さを教えてください」とニーヤ(niat)を立てました。

ホストマザーは「辛かったらやめていいのよ。無理しないでいいよ。イスラムを知りたいって言ってくれて嬉しいよ」そう言って私の体を心配していましたが、断食の意味を知ったら辛いとか、苦しいとは言えませんでした。食事を食べられない人の気持ちを自分の体で理解する。なんて分かりやすい教えなんだろう。そんなシンプルな教えをずっと守り続け、今でも変わらないクルアーン・・・イスラムってすごい!それから私は真剣にイスラムについて考えるようになったのです。

その後もムスリムの友人たちを通してわからないことがあると質問し、自分のペースでイスラムを学んでいきました。でもいざとなるとやはりシャハーダをする勇気がなくてそのまま4年近くの時間が過ぎました。ムスリマになるのなら基本的なことは知っておかなければいけないのでは?私がムスリムになったら両親や友人はどう思うだろう?日本でムスリムとして生きていくのはとても大変では?日本人の友人にもムスリムはいないし・・・とにかく心の中は迷いでいっぱいだったのです。

でもできるだけムスリムの人たちと同じような生活を心がけて断食をしてみたり、豚肉を食べないようにして自分の気持ちが本当にイスラムを受け入れられるのか自問自答を繰り返しました。その気持ちを理解してくれたムスリムの友人たちは決して「早くシャハーダしてムスリムになれば!」とか「いつムスリムになる?」なんて言いませんでした。ただじっと私のためにみんなが祈ってくれていたのです。「無理やりシャハーダしても意味がないし、本当に心からイスラムを受け入れられるようにアッラーが道を用意してくれるから」みんな同じことを言ってくれたのです。これが一番私の気持ちを落ち着かせてくれました。
あせらなくていい、イスラムが自分にとって真実ならば必ず道は開ける、そう思うと気持ちが楽でした。

1999年に私は今の夫に出会いました。夫は私がイスラムに興味があること、イスラムを受け入れるかどうか迷っていることを知っていましたが、彼は私が聞かない限り自分からイスラムではこうなんだよ、とかイスラムはこんなにすばらしいよ、と言う人ではありませんでした。私が今まで出会ってきた友人たちとは違うタイプで、最初はとまどいました。
ある時、彼に「ムスリムを見てイスラムを判断してはいけない」と言われたとき、はっとしました。私の中に、確かにイスラムに対して怖い印象もあったからです。
「ムスリムだけどイスラムの教えを守らない人だっている、そんな人を見てイスラムってこんなこともしていいんだ、そう思われるのが一番残念だから」と言われたとき、イスラムに関して多くを語らない彼の中にある彼の信仰心、アッラーへ対する深い思いを感じました。「何も言わなくてもイスラムは素晴らしいんだ」という彼の強い心は私の心を動かしました。そして同時に、私は多分ムスリマになって彼と一緒に生きていくことになるかもしれない、と直感で思いました。

2000年になって私はシャハーダをする決心ができました。ジャカルタの小さなマスジッドでした。シャハーダをした時キアイに「今日からあなたはムスリマです。生まれたばかりの赤ちゃんと同じです。今までの罪は消え、新しい、ムスリマとしての人生の始まりです。」
と言われた瞬間胸がいっぱいになって涙がこぼれました。今までの迷いや、最後の最後までムスリムになることを許してくれなかった両親の顔を思い出しながら、これから私はムスリマとして生きていくんだという気持ちでいっぱいでした。

その一ヵ月後にランプンでアカニカをし、私と彼は夫婦になりました。夫の実家は南スマトラにありましたが私が日本人で何かとまだ手続きが残っていたのでジャカルタに近いランプンでアカニカをすることになったのです。私はアカニカはどうしてもマスジッドでしたくて夫や夫の家族にその気持ちを伝えました。ムスリマになって、自分の人生の大きな変わり目の結婚を、アッラーの家だと言われるマスジッドでできれば、きっとアッラーがたくさんの祝福を与えてくれるのではないか、なぜだか分からないけどその時そう思ったのです。
そのマスジッドでは外国人とインドネシア人のアカニカは初めてのことだったので夫の家族や親戚以外の多くの人が集まってくださいました。たった一人でインドネシアに来てムスリマになった何も知らない日本人を家族のように受け入れてくれて、祝ってくれたインドネシアの方々の温かさに自分の家族とはまた違う愛の形を感じました。ムスリム同胞の愛、と言うものです。

私がムスリムになって丸7年たちました。インドネシアに約1年ほど暮らしたあと、日本に戻って最初のころはジルバブをかぶっていませんでした。私がジルバブをするようになったのは6年前の911のアメリカ同時多発テロがきっかけでした。メディアではイスラム教が一斉に非難されていましたが、私はムスリマとして何も恥ずかしがることはない、テロリストとムスリムを同一視されるのはおかしい、そう思ったらジルバブをせずに外へ出ることが急に恥ずかしくなったのです。ジルバブをしていれば、守られているようなそんな安心感をえました。

私の両親はアメリカでたくさんのムスリムが迫害を受けているのをニュースで知り、見た目でムスリムだと分かると嫌な思いをするかもしれない、とジルバブをして外出する私をとても心配していました。最初は目立つし、勇気のいることでしたが何かに守られているような安心感があり、今では服を着るのと同じような感覚になってきました。
両親にとっても私がジルバブをする姿はもう慣れたようです。

でも日本の家族にイスラムを自分の宗教として受け入れてもらえるにはまだ時間がかかると思います。ありがたいことに、最初ムスリマになることを反対していた両親ですが、今では理解を示してくれて私たちの食事などにも気を使ってくれています。「お互いを理解しあうこと、それは宗教や民族を超えてとても大事なこと」といつも母は言います。

私は、日本人の友人に会うときもムスリマの姿で行くようにしています。イスラムを知ってもらうきっかけはどこにあるかわからないものです。幸い私の日本人の友人は昔から私がイスラムを学んでいたことを知っていて、特に偏見を持たずに昔と変わらず付き合ってくれます。食事に行くときも私たち一家に合わせてくれます。こうやってお互いを思いやれることはとてもありがたいことです。自分の周りの家族や友人から、少しずつ理解してもらえればイスラムのイメージは変わっていく、私はそう思っています。

私は日本人に「イスラムってもっと怖いイメージだった」と何度も言われました。それくらい日本人にとっては未知の宗教なんですね。でも実はイスラムの教えは私たち日本人が昔持っていた「道徳観」と似ているのです。今は便利な世の中になりすぎて日本人は忘れてしまっている人が多いけれど、案外日本人に向いているのはイスラムじゃないかといつも思います。みなさんもそう思いませんか?

それから、今一番心配なことは息子たちへのイスラム教育です。私はボーンムスリムではないのでイスラムの知識には限界があるし、どうしても間違ったことを教えてしまうのではないか、と不安になりがちです。これは私自身も悩むところですが、本当に、本当によく相談を受けます。多くはインドネシア人と結婚した日本人女性からです。教えなければいけないのは分かっているけど何もわからないままだからという方がほとんどです。福岡では月に一度日本人とインドネシア人の夫婦で集まってイクロや、イスラムの知識を一緒に勉強する集まりを楽しくやっていますが、やはり日本語で、ゼロからはじめられる初心者でも優しく学べる機会があればそういう日本人の妻たちは助かると思います。福岡にマスジッドができたら、イスラムになったけれど、まだイスラムがよくわからないという日本人のためにみなさんの力を貸してくださると本当にありがたいと思います。

ずいぶん長くなってしまいましたが、この辺で私の話を終わりにしたいと思います。
この後何かご質問などがあれば質疑応答の時間があるそうですのでそこでお答えできれば、と思います。もし私の話の中でみなさんに不快な思いをさせてしまったら申し訳ありません。この時間をみなさんとともに過ごせたことをアッラーに感謝したいと思います。

みなさんにアッラーのご加護と祝福が豊かにありますように。アーミン。

ワッサラームアライクムワラフマトゥッラーヒワバラカートフ

Khairun Nisa'














ルールを守るのは人間の成長をサポートするのです。

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

pada salah satu channel televisi Jepang, ada sebuat program, dimana seorang senpai yang telah sukses di bidangnya kembali ke almamaternya untuk share berbagai pengalaman sang senpai kepada para kouhainya. Pada kesempatan itu, dihadirkan sebuah sekolah dasar,鹿児島市立鴨池小学校 di kawasan Kagoshima, salah satu ken di pulau Kyushu. Kali ini senpai yang dihadirkan adalah seorang wasit sepak bola, 上川徹, salah seorang wasit terbaik di Jepang yang pada saat pilai Dunia Jerman 2006 kemarin menjadi perwakilan assosiasi wasit Jepang untuk memimpin pertandingan paling bergengsi itu.

pada kesempatan kali ini, kamikawa san menyampaikan pemahaman sebuah filosofi tentang rule, yang ia dapatkan selama ia bergelut dalam dunia persepakbolaan. Ia mencoba memberikan pemahaman kepada para siswa kelas 6 SD, mengapa harus ada rule di dunia ini. Ia juga mencoba menghancurkan cara berpikir bahwa rule adalah sesuatu yang mengekang kita, rule adalah sesuatu yang mengkungkung kebebasan kita. Ia mencoba mengubah cara berpikir negatif tentang rule, dan ia ingin menunjukkan bahwa rule itu merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia.

Di sebuah lapangan futsal indoor, kamikawa san menyuruh sang anak bertanding futsal, tapi tanpa peraturan. Alhasil terjadilah pertandingan yang berantakan setiap orang bertanding dengan seenaknya, ada yang menggiring bola dengan kaki, ada juga yang ketika mendapatkan bola, memegangnya dengan tangan dan menyimpannya dalam pelukan dan membawanya lari bak pemain Rugby. Dan setelah permainan setiap orang luar biasa kehabisan tenaga.

Kemudian setiap anak dipersilakan memberikan tanggapannya tentang permainan tanpa aturan tersebut, dan yappari tak seorang pun bilang kalau mereka menikmati permainan tanpa aturan itu. Setelah itu setiap team disuruh berkumpul dan diperintahkan untuk membuat peratutan mereka sendiri, dengan jyouken setiap team, yang beranggotakan putra maupun putri itu bisa menikmati permainan.  Kemudian peraturan yang telah mereka buat, mereka praktekkan, kemudian bagian2 yang terasa kurang pas kembali mereka perbaiki melalui muyawarah, setelah itu mereka berdialog dalm grup yang lebih besar hingga akhirnya terbuatlah sebuah peraturan hasil musyawarah kelas. Dan setiap team bertanding dan menikmati pertandingan. Di akhir permainan setiap anak menunjukkan wajah kelelahan tapi dengan senyum yang berseri seri, karena baik putri maupun putra bisa menikmati permainan, dan terlebih lagi permainan tersebut mereka buat sendiri.

Di akhir program itu, kamikawa san memberikan kesimpulan-kesimpulannya. Bahwa tak hanya peraturan pada pertandingan saja, tapi peraturan di semua dimensi kehidupan kita memang dibuat agar semua berjalan dengan baik. Justru ketika kita peraturan itu bisa berjalan dan ditaati dengan baik setiap kita akan memperoleh kebebasan. Bahkan yang lebih menarik bagi saya ketika ia berkata, menaati peraturan adalah faktor penting yang menunjang kita untuk berkembang. Bagaimana tidak, misalnya dalam sepak bola, setiap team dituntut untuk menang,dan dengan tetap menaati peraturan dan saat itulah kita dipacu untuk bisa berpikir dan berkreasi untuk bersiasat meraih kemenangan, dan saat itulah kita berkembang.

Begitu juga dalam kehidupan, apakah semua peraturan hidup dibuat untuk mengekang kita. Tidak sama sekali, semua itu ada adalah untuk menjaga kemanusiaan kita. Ya, karena peraturan adalah pakaian buat manusia yang akan menjaga agar dirinya tetap menjadi makhluk yang mulia. Justrus ketika kita berlaku seenaknya maka saat itu maka kita melepaskan mahkota "makhluk yang mulia" , dan menanggalkan kemanusiaan kita.


wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, September 12, 2008

Seorang nenek,104 tahun, yang menjadi announcer

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, hari Rabu minggu ini telah selesai UAS semster 1, insyaallah minggu depan hasilnya dah keluar. Mudah2an bisa dapet yang terbaik. Mohon doanya ya. Setelah UAS selesai, sementara gak ada kelas di sekolah, semester 2 baru mulai tanggal 22 September nanti. Sudah lama juga sejak kembali ke Jepang bulan lalu, gak nonton televisi. Akhirnya puter-puter channel, sebagian besar televisi Jepang sedang dibanjiri berita pemilihan Perdana Menteri yang baru setelah kemunduran mantan Perdana Mneteri Fukuda beberapa waktu lalu. Pemilihan kali ini diikuti oleh 5 orang, dan salah seorang diantaranya adalah wanita.

Ada yang menarik lagi di televisi Jepang hari ini, yaitu cerita tentang salah seorang nenek-nenek yang menajdi presenter televisi di usianya yang bisa dibilang cukup lanjut, yaitu 104 tahun. nenek itu bernama Mori Shino yang sering dipanggil Shin chan, walaupun pendengaran dan pembicaraannnya tak lagi sebaik dulu tapi dengan semangat '45'nya nenek ini menyiarkan berbagai macam liputan.

Yang menarik bagi saya adalah dalam acara kali ini pun dibahas rahasia dibalik begitu sehatnya nenek ini, sampai usianya yang ke-104 tahun ini bisa dibilang beliau sangat jarang berurusan dengan dokter, ataupun rumah sakit. Setiap hari dia selalu makan sayuran yang diambil dari kebunnya sendiri, dan seperti yang kita tahu tak banyak minyak, kolesterol terkandung disana. Lalu sampai hari ini pun setiap pagi dia masih menjalani rutinitasnya berkebun, berjalan menuju kebun melewati sebuah tanjakan yang cukup curam, lalu membersihkan rumput yang ada di kebunnya selama 4 jam setiap harinya, lalu dua kali dalam seminggu beliau rutin melakukan olahraga pukul mirip golf.

Luar biasa beliau jadi inspirasi bagi para orang-orang tua lainnya untuk tetap produktif di usia-usia lanjutnya. Dan tentunya jadi cambuk buat anak-anak muda supaya bisa melakukan lebih, dan yang terpenting kita bisa belajar juga dari beliau tentang memlihara dan menjaga kesehatan tubuh kita. Bukankah di dalam badan yang sehat tedapat jiwa yang kuat?


wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wednesday, September 10, 2008

Ramadhan telah lewat sepuluh hari

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulan yang dinanti-nantikan sepanjang tahun itu kini telah lewat sepeuluh hari. Mudah2an saja kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa menyelesaikan dua puluh hari berikutnya, dan bisa betul-betul memanfaatkannya. Karena mungkin saja ini Ramadhan yang terakhir buat kita. Madrasah Ramadhan merupakan training langsung dari Allah untuk segenap umat manusia, kita dilatih untuk bisa menahan diri dari hal-hal yang secara manusiawi sangat kita senangi. Karena pun sebagian besar dari hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka adalah hal-hal yang amat menyenangkan buat diri kita.

Tak sedikit memang pertanyaan tentang bagaimana Ramadhan di negeri orang, apalagi di negari yang sebagian besar penduduknya adalah non muslim. Ya, tak ada pernah yang namanya libur awal puasa dan libur Lebaran tentunya. Tapi itu sama sekali hambatan buat kita, justru bukankah kita harus makin lebih produktif ketika kita sedang berpuasa? Paling tidak kita bisa mengisi waktu-watktu yang biasa kita gunakan untuk sarapan, makan siang, atau ngemil-ngemil dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Alhamdulillah, ini Ramadhan kedua saya di Jepang, belajar banyak dari Ramadhan pertama, banyak hal-hal yang bisa saya siasati sekarang. Tentunya cobaan dan tantangan di sini berbeda dengan di Indonesia. Mulai dari kondisi cuaca, kondisi masyarakatnya, serta bentuk kegiatan Ramadhan yang diselenggrakan oleh komunitas muslimnya. Walau banyak kita sering mendengar bahwa ketika kita di Indonesia kita akan bisa merasakan lebih nuansa Ramadhan, saya tidak begitu setuju ketika kita berada di negeri non muslim lalu kita harus kehilangan nuansanya. Bukankah sebaiknya kita buat sendiri nuansa tersebut. Kita hadirkan nuansa itu dari dalam diri kita, di sudut-sudut kamar kita, di detik-detik yang kita lewati.

Ramadhan tak pernah memilih tempat untuk membagi berkahnya. Justru kita lah yang memilih untuk bisa bergabung dalam madrasahnya atau tidak..

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Thursday, September 4, 2008

Cerita pencarian seorang insan akan hakikat kebenaran

Assalamualaikum wr. Wb.

 

Semoga kedamain diberkahkan untuk saudara dan saudariku muslim semuanya.

Selamat siang, saya orang Jepang Muslim, nama saya Nisa

Saya lahir dan besar di Fukuoka, tetapi sekarang berdomisili di Kurume.

 

Pertama-tama, saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya untuk muslimah Fukuoka yang sudah mengundang saya hari ini.

 

Hari ini saya akan menceritakan kisah diri saya, kesan dan berbagi pengalaman. Menurut saya akan lebih baik semuanya diceritakan dalam bahasa ibu saya, bahasa Jepang. Sebagai ganti suami saya yang hari ini ada halangan karena pekerjaan, saya meminta bantuan adik Resti sebagai penterjemah hari ini.

 

Pertama kali saya mengenal “Agama Islam” dan “Muslim” bermula sekitar 14 tahun lalu. Saat itu saya sekitar kelas 1 SMU. Semua ini berkat para trainee yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh yang belajr di sebelah sekolah saya. Saat itu saya sangat tertarik dengan hubungan internasional, dan langsung akrab dengan mereka.

 

Saat itu pulalah saya baru tahu kalau Indonesia dan Malaysia walau berbeda Negara tapi bahasa masih dapat saling mengerti. Saya tertarik dengan bahasa Indonesia, karena saya dengar kalau bisa bahasa Indonesia akan bisa paham juga bahasa Melayu. Saya yang saat itu hanya bisa bahasa Inggris, bahasa Indonesia terasa sangat baru. Saya berpikir kalau saya belajar bahasa Indonesia, wawasan saya juga akan semakin luas, dan dapat mencapai pengertian yang lebih baik dengan para trainee. Kemudian saya pun langsung pergi ke toko buku dan belajar bahasa Indonesia secara otodidak. Sekarang memang banyak buku untuk belajar bahasa Indonesia, tapi saat itu buku sangat sedikit dan yang saya beli buku percakapan wisata bahasa Indonesia. Kalimat pertama yang saya pelajari “Apa anda mengerti apa yang saya katakan?” Sampai sekarang pun saya masih ingat.

 

Saat berteman dengan mereka, jadi tahu kalau mereka tidak makan daging babi, melakukan ibadah shalat, dan para wanita muslim mengenakan jilbab dan walau panas sekalipun mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang. Hal-hal kecil itu membuat saya penasaran, apakah itu budaya Negara mereka? Di Jepang tidak ada budaya seperti itu, saya jadi seperti anak kecil yang bertanya-tanya apa tidak apa-apa kalau saya tanya kenapa? Sopan tidak ya tanya begitu? Suatu hari saya beranikan diri bertanya dan jawaban dari mereka pendek saja, “karena kami muslim”

 

Muslim itu apa? Saat itu untuk pertama kalinya saya tahu kalau muslim=orang yang beragama Islam. Agama Islam…? Dalam benak saya saat itu sepertinya saya pernah dengar kata “Agama Islam” dan agak heran bukankah itu agamanya orang di Arab? Bagi saya Agama Islam terasa sangat jauh, dan agama yang hanya dipercaya oleh orang-orang yang ada di jazirah arab.

 

Sejak saat itu entah kenapa para muslim dari Indonesia dan Malaysia makin banyak di sekitar saya. Dan berkat merekalah saya jadi bisa tahu lebih banyak mengenai ajaran agama Islam. Mengenai bulan puasa, shalat 5 waktu, makan bersama, sangat menghormati ibu, dan saling tolong menolong saat melihat ada yang kesusahan. Semuanya berjalan begitu alami dan membuat saya terkejut. Saya tidak yakin bisa lakukan yang mereka lakukan. Saat itu saya benar-benar terasa menjadi “Orang Jepang” yang terhenyak dalam perbedaan budaya.

 

Setelah itu saya pun melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena universitas agama Kristen, kitab suci jadi salah satu mata kuliah wajib yang bahkan ada misa yang dilakukan dalam gereja. Karena saya bukan penganut agama Kristen, yang saya rasakan hanya kebosanan. Saya sama sekali tidak paham isi Injil. Yang saya rasakan di Injil hanyalah “cerita?” dan tidak tahu apa yang harus dipelajari dari isinya. Membaca saja sudah susah, tapi saya butuh nilai. Saya pun bercerita tentang mata kuliah itu ke seorang teman muslim. Dan kemudian dia pun bercerita.

 

Kau tahu? Injil itu isinya sudah berkali-kali diganti dan diubah. Tapi Al-Quran sampai sekarang tidak pernah diubah isinya atau ditulis ulang sekalipun. Tetap dalam bahasa Arab. Para muslim di seluruh dunia selama ini terus membaca al-Quran yang sama. Begitulah katanya.

 

Mendengar cerita bahwa al-Quran dalam sejarah yang selama ini tidak pernah diubah menggugah hati saya. Setengah percaya dan tidak, saya percaya mungkin ada baiknya jika saya pelajari lebih jauh tentang agama Islam, dan saya pun mulai membaca beberapa buku mengenai agama Islam.

 

Ternyata mereka tidak berbohong. Di banyak Negara memang ada berbagai “penterjemahan dan penjelasan” tapi al-Quran sendiri dilarang untuk diubah. Kemudian saya pun jadi tahu kalau para muslim di seluruh dunia membaca al-Quran, dan berusaha untuk menjaga keaslian isinya. Sebaliknya dalam agama Kristen, injil telah diubah dan diganti berulang kali. Entah kenapa tiba-tiba saja saat itu saya jadi yakin kalau yang harus saya pelajari bukanlah Injil melainkan agama Islam.

 

Berawal dari hanya membaca saya pun mulai berpikir bagaimana caranya bisa mempelajari agama Islam. Bukan hanya dari membaca tapi bagaimana caranya saya bisa benar-benar merasakan sendiri. Mendengar hal itu salah seorang teman dari Malaysia berkata, “Ibu saya mengajarkan car abaca al-Quran untuk anak-anak. Bagaimana mau coba datang ke Malaysia?” Benar juga ya, kenapa tidak pergi ke Negara muslim, berpikir begitu saya langsung memutuskan untuk pergi ke Malaysia. Setelah bekerja paruh waktu dan mengumpulkan uang untuk perjalanan, saat liburan musim semi saya melakukan perjalanan ke Malaysia, sendirian.

 

Keluarga teman saya menerima saya tinggal di rumahnya.

 

Saya pun berangkat ke Malaysia tanpa mengetahui apa pun, dan ternyata saya datang saat bulan puasa 3 hari menjelang lebaran idul fitri. Syukur alhamdulillah, ternyata itu jadi jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, kepada saya. Di tempat saya tinggal, anak-anak belajar membaca al-Quran dengan giatnya. Sambil terkagum-kagum melihat anak-anak saya pun ikut gabung dan belajar iqro. Saya masih ingat saat itu saya sempat kaget melihat mereka sudah belajar mengenai agama Islam dari dini, tapi saya juga jadi paham kalau sudah dari sekecil itu wajar saja mereka jadi amat mematuhi ajaran Islam.

 

Kebetulan saat kedatangan saya di bulan Ramadhan, saya pun diajari makna dari berpuasa. Saya jadi ingin coba ikut berpuasa, dan memutuskan mulai keesokan hari sampai hari raya idul fitri akan ikut berpuasa bersama yang lain. Karena saya dengar kalau tidak berniat, puasanya akan sia-sia saja, dalam hati saya berkata dan membaca niat “Ajari saya agama Islam, melalu puasa, turunkanlah ajaran Islam pada saya.”

 

Keluarga tempat saya tinggal sempat mengkhawatirkan kondisi badan saya dan berkata, “Kalau berat, berhenti saja tidak apa-apa. Jangan memaksakan diri. Sudah niat mau ikut puasa saja kami sudah senang.” Tapi karena saya sudah tahu makna dari puasa, saya tidak bisa bilang berat, atau tersiksa. Saya ingin memahami penderitaan mereka yang tidak bisa merasakan nikmatnya makanan dengan mengalaminya sendiri melalui berpuasa. Saya benar-benar berpikir alangkah mudahnya ajaran Islam, ajaran yang sederhana ini terus dijaga dan diteruskan, ditambah dengan al-Quran yang tetap tidak berubah sampai sekarang. Betapa luar biasanya agama Islam. Sejak itulah saya mulai benar-benar serius memikirkan tentang agama Islam.

 

Sejak saat itu setiap ada yang tidak saya pahami saya selalu bertanya pada teman muslim, dan mempelajari agama Islam sesuai dengan kemampuan saya. Tapi terus tidak berani membaca dua kalimat syahadat dan hamper 4 tahun pun berlalu. Banyak hal yang membuat saya ragu, seperti, “Apakah tidak lebih baik jika pelajari lebih banyak tentang agama Islam baru masuk Islam?” Atau, “Bagaimana pendapat orang tua dan teman-teman kalau saya masuk agama Islam?” Atau, “Menjalani hidup sebagai muslim sepertinya tidak mudah…, dan lagi tidak ada teman orang Jepang yang muslim….” Dan banyak keraguan lain

 

Saya pun mencoba sebisa mungkin berpuasa sambil melakukan kegiatan seperti muslim lainnya, mencoba tidak memakan daging babi, dan menjalani hidup sambil berulang kali bertanya kepada diri sendiri apakah saya sudah siap untuk menjadi seorang muslim. Teman muslim yang memahami perasaan saya tidak pernah sekali pun memaksakan saya untuk masuk agama Islam secepatnya atau bertanya kapan saya akan masuk agama Islam. Mereka hanya berdoa dengan tenang untuk saya. Mereka semua mengatakan hal yang sama bahwa tidak ada gunanya memaksakan diri untuk masuk agama Islam. Jika memang sudah ada hidayah dari Allah SWT, pasti akan masuk dan berjalan di jalannya. Perkataan inilah yang meringankan perasaan saya kalau saya tidak perlu terburu-buru dan kalau memang Islamlah yang jadi kebenaran untuk saya, pasti jalannya akan terbuka.

 

Pada tahun 1999 saya bertemu dengan suami saya. Suami saya tahu rasa ketertarikan saya pada agama Islam, dan keraguan saya untuk memeluk agama Islam. Tapi kalau saya tidak bertanya, suami saya bukan tipe orang yang akan membanggakan agama Islam kalau Islam ini begini atau begitu. Sama sekali berbeda dengan muslim yang saya temui sampai saat itu, dan saya sempat ragu. Saat itu dia pun berkata, “Jangan menilai Islam dari perilaku muslim” dan itu membuat saya terkejut. Memang benar karena ada kesan yang menakutkan mengenai agama Islam.

 

“Walaupun muslim, tapi ada juga orang yang tidak benar-benar menjaga ajaran agama Islam. Melihat mereka dan berpendapat kalau hal seperti itu diperbolehkan dalam agama Islam, sangatlah disayangkan” Saat dikatakan begitu, saya merasakan walau tidak banyak berkata mengenai Islam, tapi betapa besar dan dalam cintanya kepada Allah SWT. Tanpa kata-kata sekalipun agama Islam itu luar biasa, perasaan suami saya itulah firasat saya berkata kalau saya akan masuk agama Islam dan menjalani sisa hidup bersama dengan dia.

 

Tahun 2000, saya bertekad untuk membaca dua kalimat syahadat. Bertempat di sebuah masjid kecil di Jakarta. Saat membaca dua kalimat syahadat, pak Kyai berkata, “Sekarang dirimu sudah menjadi seorang muslim. Sama halnya seperti bayi yang baru lahir. Dosa-dosa selama ini dihapus, dan memulai hidup yang baru sebagai seorang muslim.” Mendengar hal itu perasaan saya jadi sangat terenyuh dan airmata pun mengalir sambil mengingat kedua orang tua saya yang sampai detik terakhir tetap tidak bisa menerima keputusan saya untuk menjadi seorang muslim dan mulai sekarang saya akan menjalani hidup sebagai seorang muslim.

 

Satu bulan setelah itu saya melakukan akad nikah di Lampung, dan resmi menjadi suami istri. Sebenarnya suami saya berasal dari Sumatera Selatan, tapi karena saya orang Jepang dikarenakan alasan administratif saya melakukan akad nikah di Lampung yang dekat dengan Jakarta. Kepada suami dan keluarga suami saya minta untuk akad nikah bagaimana pun juga saya ingin diadakan di Masjid. Jika pernikahan dan menjadi seorang muslim ini yang telah mengubah hidup saya dengan drastic dapat dilakukan di masjid, saya yakin kalau Allah akan melimpahkan berkatnya pada kami. Entah kenapa tapi saat itu saya benar-benar yakin.

 

Di masjid itu kami jadi pasangan Indonesia dan orang asing pertama di sana, dan banyak orang yang datang menghadiri akad nikah kami. Saya merasakan cinta dalam bentuk yang berbeda dari orang Indonesia yang telah menerima saya yang datang sendirian dan menjadi muslim seperti bagian dari keluarga. Mungkin ini yang disebut dengan persaudaraan semuslim.

 

7 tahun sudah berlalu sejak saya menjadi seorang muslim. Setelah tinggal di Indonesia selama 1 tahun dan kembali ke Jepang, pada awalnya saya tidak memakai jilbab. Saya mulai memakai jilbab 6 tahun yang lalu, bersamaan dengan saat terjadinya kecelakaan pesawat 11 September. Media massa memang langsung mengucilkan agama Islam, tapi saya sama sekali tidak merasa malu. Saya berpendapat kok mereka aneh menyamakan Islam dengan teroris. Berpikir begitu, saya bahkan jika keluar rumah tanpa jilbab, saya justru jadi malu. Dengan memakai jilbab saya jadi merasa terlindungi dan aman.

 

Begitu mendengar tekanan yang dirasakan para muslim di Amerika, kedua orang tua saya mencemaskan saya yang keluar dengan mengenakan jilbab dan takut kalau orang tahu saya mulim saya akan diperlakukan secara tidak sopan. Selain mencolok dan memerlukan keberanian diri, tapi entah kenapa saya merasakan keamanan, sama seperti halnya mengenakan pakaian. Kedua orang tua saya pun sepertinya sudah terbiasa dengan jilbab yang saya kenakan.

 

Tapi dalam keluarga Jepang sepertinya masih butuh waktu lagi untuk dapat menerima Islam sebagai agama diri sendiri. Pada awalnya mereka memang sangat menentang, tapi syukurlah mereka sekarang bahkan sangat memperhatikan makanan kami. Ibu saya berkata, “Saling memahami, dan itu melewati dinding agama maupun ras.”

 

Saat bertemu dengan teman orang Jepang sekalipun saya selalu membiasakan diri untuk pergi dalam busana muslimah, karena kita tidak tahu siapa tahu akan ada kesempatan saya bisa memperkenalkan agama Islam. Untungnya teman-teman saya sudah tahu kalau sudah sejak lama saya mempelajari agama Islam, dan mereka terus berteman dengan saya tanpa ada prejudice. Saat ada jamuan kami sekeluarga juga diundang. Saya beruntung bisa memiliki teman yang saling memahami. Saya yakin jika teman dan keluarga di sekitar saya dapat memahami Islam sedikit demi sedikit, gambaran mengenai agama Islam juga akan berubah.

 

Saya sering mendengar dari orang Jepang kalau Islam itu mempunyai imej yang lebih menakutkan. Begitulah bukti betapa Islam sangatlah asing bagi orang Jepang. Tapi ajaran Islam sesungguhnya amatlah mirip dengan ajaran moral yang dipercaya orang Jepang dahulu. Karena dunia jadi begini praktis dan mungkin banyak orang Jepang yang sudah lupa, saya merasa mungkin Islam sangat cocok untuk orang Jepang. Bagaimana menurut saudara-saudari sekalian?

 

Yang saya cemaskan sekarang adalah pendidikan agama Islam untuk kedua putra saya. Berhubung saya sendiri bukan muslim dari lahir, pengetahuan saya tentang Islam pun terbatas, dan selalu cemas apakah saya mengajarkan hal yang salah kepada anak-anak. Soal diri sendiri saja saya masih bingung, tapi banyak juga yang datang dan meminta pendapat saya. Sebagian besar dari para wanita Jepang yang menikah dengan orang Indonesia. Seharusnya jadi tempat bertanya, tapi seringnya saya juga tidak tahu jawabannya. Di Fukuoka ada pertemuan iqro sebulan sekali antara suami istri orang Jepang dan Indonesia, dan kami juga melakukan belajar agama Islam bersama. Tapi akankah baiknya jika ada kesempatan buat para istri yang orang Jepang yang sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai Islam dapat mempelajari Islam dengan mudah dalam bahasa Jepang. Saya yakin para ibu-ibu orang Jepang akan merasa sangat tertolong. Jika masjid sudah ada, saya akan amat senang jika saudara-saudari sekalian dapat menolong para ibu-ibu Jepang yang walau sudah masuk agama Islam tapi masih belum begitu memahami tentang agama Islam. Saya mohon bantuannya.

 

Ceritanya jadi panjang, dan sepertinya akan saya akhiri sampai di sini. Jika ada pertanyaan saya dengan senang hati akan mencoba menjawab. Saya juga minta maaf jika ada salah perkataan. Saya sangat bersyukur sudah dikaruniai waktu ini bisa berbagi dengan saudara saudari sekalian di sini.

 

Semoga berkah dan ridho dari Allah SWT, dilimpahkan untuk kita semua

 

Wassalamualaikum wr. wb

Tuesday, August 26, 2008

I can do it

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Manusia memang makhluk yang memiliki keterbatasan, dan setiap pribadi akan memberikan batasan pada dirinya masing-masing. Semuanya seringkali berawal dari pola pikir. Pola pikir, cara berpikir adalah sebuah kotak tempat dimana setiap pribadi hidup dan menjalani hidupnya. Seringkali setiap orang dibedakan dari perbedaan cara berpikirnya. Salah satu yang memang menjadi tolak ukur dari berkembangnya cara pikir seseorang adalah tingkat pendidikannya. Tapi tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu. Cara berpikir seseorang akan sangat ditentukan oleh buku-buku yang dibacanya, orang-orang yang ditemuinya, serta kejadian-kejadian yang dialaminya.

Kita memang tidak hidup di alam matematika, dimana dengan mudah kita bsia mengatakan bahwa 1 ditambah 1 sama dengan 2, tapi bukankah ketidakpastian adalah seni dari kehidupan. Tetapi ketika kita coba belajar dari orang-orang sebelum kita, ternyata banyak aturan main dalam kehidupan yang walaupun tak sepasti hukum matematika, tetapi dia tetap dan tidak mengalami perubahan dan hampir semua orang setuju dengannya, seperti keberhasilan yang memang tak pernah berteman dengan kemudahan, tetapi justru tinggal bersama dengan kesulitan.

Bagi saya tak terlalu penting dimana kita berada, dimana kita tinggal, ataupun berapa banyak uang yang kita miliki, karena modal kehidupan kita yang hakiki adalah waktu yang terus bergerak setiap detiknya yang kita semua tak tahu sampai kapan kita masih bisa bersamanya, modal lainnya adalah neuron-neuron yang saling terkoneksi di dalam kepala kita, serta segumpal daging yang ada di dalam tubuh kita, yang menjadi raja bagi diri kita.

Untuk menjadi lebih besar tentunya kita harus bisa mendobrak kotak "pola pikir" kita yang selama ini membatasi diri kita, jangan biarkan kurva kehidupan kita harus mengurangi gradiennya ketika dia baru saja mulai menanjak. Kita harus menyadari bahwa punya mimpi adalah awal, dan mewujudkannya adalah cita-cita. Orang-orang berhasil pada kenyataannya lebih banyak mengalami kegagalan daripada orang gagal, dan jangan mengatakan kalau kita gagal ketika kita belum pernah mencoba, jangan pernah katakan gagal ketika kita baru mencoba sekali saja, atau dua kali saja, bukankah bola lampu merupakan hasil dari ribuan percobaan yang gagal.

Setiap kita adalah spesial, kita tak perlu menjadi sepintar Einstein, atau kita tak perlu mampu berpidato sepandai Hitler atau Soekarno, kita tak perlu menjadi mereka-mereka yang namanya telah tercetak dalam tinta emas sejarah kehidupan manusia, jika kita ingin berhasil kita cukup menjadi diri kita saja. Mengapa kita harus saling membandingkan satu sama lain kalau pada kenyataannya kita semua berbeda, yang perlu kita lakukan sebenarnya belajar dari orang lain, karena usia kita terlalu singkat ketika kita harus belajar semuanya dari pengalaman diri kita sendiri.

Kemudahan, kesulitan, jatuh, bangun adalah keniscayaan dalam kehidupan tetapi menjadi bahagia adalah pilihan kita masing-masing.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Thursday, August 21, 2008

Apakah kita hanya diam???

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tersebutlah dalam suatu zaman dua puluh enam orang, kita sebut saja si A hingga si Z melakukan perjalanan bersama dengan sebuah kapal yang besar. Di hari yang ditetapkan berlayarlah keduapuluh enam orang ini mengarungi samudera nan luas. Karena besarnya kapal layar ini setiap orang tak henti-hentinya mengelilingi bagian kapal bergerak kesana kemari, menikmati birunya laut dan langit serta gugusan awan yang bergerak kesana dan kemari dengan anggun. Hingga suatu hari si A melihat ada sebuah lubang kecil di dasar kapal layar mereka, dalam hatinya id bergumam, " ah tidak apa-apa nanti juga si B yang akan menambal lubang itu" dan ia kemblai melanjutkan perjalanannya mengelilingi kapal layar itu, kemudian si B datang dan melihat lubang itu, di bergumam, " ah, tidak apa-apa nanti juga si C yang akan menambal lubang itu", singkat cerita setiap orang hingga si Z, setiap melihat lubang itu saling mengandalkan teman yang lainnya tanpa bertindak apapun, alhasil lubang kecil itu dibantu oleh tekanan air laut perlahan membesar dan air laut membanjiri kapal itu semakin banyak, hingga keduapuluhenam orang penumpangnya panik luar biasa, namun mereka terlambat. Tenggelamlah mereka semua.

Saudaraku, setiap kita melihat ketidakberesan di depan mata kita, haruskah kita membiarkannya dengan berharap masih banyak orang yang akan menangani hal tersebut.
Haruskah kita menunggu, menunggu orang lain untuk membereskan hal tersebut, padahal ketidakberesan itu semakin lama semakin besar dan memberi efek yang semakin terasa tak hanya bagi diri kita tapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

63 tahun sudah bangsa kita merdeka, banyak sekali perubahan yang terjadi di dalamnya. Tapi kita pun tahu banyak juga ketidakberesan di dalamnya. Haruskah kita hanya menjdai bagian dari orang-orang yang diam melihat luka bangsa yang semakin lama rasanya semakin kronis, atau kita hanya menjadi bagian dari orang-orang yang hanya menambah luka itu semakin pedih dengan cemoohan dan hinaan kepada bangsa kita sendiri.

Saudaraku, marilah kita jadi bagian dari orang-orang yang memperbaiki dan menyembuhkan luka bangsa ini. Karena kalau kita tidak kita lalu siapa, kalau tidak sekarang lalau siapa. Haruskah kita menunggu dan menyaksikan kehancuran bangsa kita, seperti tenggelamnya kapal itu tadi. Mari kita tambal sedikit demi sedkiti lubang itu. Mari kita bersinergi satu sama lain, apapun kemampuan kita, mari kita goreskan karya-karya kita.

Kalau seandainya kita tak bisa mersakan zaman dimana bangsa ini berjaya tapi pastikan bahwa kita termasuk dari bagian orang-orang yang membangun bata-bata kejayaan itu.


Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Prambanan Temple




Posisi prambanan berlawanan arah dengan posisi Borobudur jika dilihat dari Jogja, perjalanan 30 menit dengan sepeda motor akan membawa kita ke Candi yang punya nilai eksotisitas tersendiri ini. Namun sayang, Candi yang paling besar sedang mengalami renovasi sehingga tidak dibuka untuk umum.

Sekali lagi thx buat Fikry yang telah menemani saya hingga ke tempat ini.

Di sini pun saya bertemu dengan nihonjin, kami sempat mengobrol sebentar, sebelaum akhirnya berpisah ke tujuan amsing-masing

Borobudur Temple




Inilah salah satu kebanggan rakyat Indonesia yang dulu pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Di usia ke-21 tahun ini barulah saya diberi kesempatan untuk mengunjunginya. Terima kasih buat Fickry yang sangat setia menemani saya dengan motor barunya....

Bandung dan Jogja




assalammualaiakum warahmatullahi wabarakatuh

kesempatan untuk pulang ke Indonesia pada liburan musim panas tahun ini kumanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan teman teman yang ada di Bandung dan Jogja.

Tuesday, August 19, 2008

1,5 tahun yang cepat serta 3 minggu yang jauh lebih cepat

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, kemarin malam sekitar pukul 20.25 waktu Jepang, saya mendarat dengan selamat di Bandara Narita, disambut dengan tanah Jepang yang basah karena habis hujan dan udara lembab di musim panas. Mulai saat itu, saya harus kembali berjuang, menganyam dan menyulam mimpi-mimpi yang ada di kepala saya. kurang lebih 20 hari keberadaan saya di Indonesia memang bagaikan kejapan mata saja. Tak terasa kini saya duduk di depan komputer di ruang asrama saya sendirian,,,

kurang lebih setahun setengah saya berada di negeri matahari terbit ini, banyaki hal yang saya pelajari, tak hanya sekedar bahasa Jepang, ataupun peljaran-pelajaran di sekolah, tapi juga banyak hal.. yang memebuat saya hampir tak pernah berhenti untuk bercerita semua itu ketika bertemu dengan rekan-rekan saya di Indonesia.. Mulai dari masalah pendidikan, cara hidup, hingga berbagai masalah sosial lainnya..

kepulangan saya di Indonesia, memang tak hanya sekedar saya niatkan untuk berlibur, dan alhasil saya memang tak berlibur di sana. tapi hal itu sama sekali tak saya sesali, alhamdulillah saya cukup banyak dapat kesempatan untuk men-share segala apa yang saya dapatkan selama satu setengah tahun di sini, baik kepada teman-teman di kampus, teman-teman di PPSDMS, teman-teman di sekolah, juga keluarga serta saudara-saudara. Mudah2an bisa menjadi sedikit penambah semangat... serta juga menjadi bahan pemikiran bagi semua.

Kesempatan di Indonesia kali ini pun, saya sempatkan untuk bersilaturahmi dengan beberapa rekan-rekan yang memenag sudah jarang kali bertemu, ya..saya sempatkan untuk berkunjung ke Bandung,dan ITB, serta UGM,Jogja, dan saya sempatkan juga untuk melihat salah sata peninggalan budaya bangsa ini, Borobudur dan Prambanan, sehingga kali ini saya akan bisa bercerita lebih ketika teman-teman Jepang saya yang sebagian besar sudah pernah pergi ke sana menanyakan tentang keduanya pada diri saya.

Alhamdulillah, mudah2an waktu yang memang terasa cepat itu bisa menjadi kebaikan yang bermanfaat.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tuesday, August 5, 2008

laporan dari Indonesia

assalammualaikum,wr,wb

pesawat yang saya tumpangi akhirnya tiba di bandara soekarno hatta setelah mapir di taipei dan hongkong, udara jakarta yang sudah lama sekali tak saya rasakan mengalir hangat ke dalam tubuh saya. Hari-pertama saya usahakan untuk bisa banyak di rumah, namun di luar perkiraan,,
dari hari ke hari semakin banyak agend-agenda di luar..
tapi yang pasti seminggu pertama ini saya habiskan agenda saya untuk bersilaturahmi, dengan saudara2.. dengan kawan2 SMA, dengan guru2 di sekolah, dengan kawan-kawan alumni..
mulai malam ini saya akan bergabung di acara Pendidikan Kepemimpinan Nasional PPSDMS hingga tanggal 10 agustus nanti.
tanggal 11,saya akan berangkat ke bandung untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara di sana, kemudian selanjutnya agenda saya untuk mengunjungi jogjakarta, serta melihat borobudur. target saya,saya bisa merasakan hut kemerdekaan di kota depok..
kemudian persiapan pulang ke jepang,,,ow..saya kangen sama sushi...
tapi dsini enak ada sate padang...he..he..

wassalammualaikum,wr,wb

Tuesday, July 29, 2008

4 Januari 2007

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hidup adalah belajar.
Belajar adalah perubahan.
Mustahil, manusia yang hidup tidak belajar,
karena setiap hari semua inderanya akan berhubungan dengan sesuatu,
karena itu pasti otaknya akan mencatat dan membuat hubungan itu.
Hanya ada 2 belajar dalam dunia ini,
belajar pada kebaikan,
atau belajar pada keburukan,
belajar pada kebaikan akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,
belajar pada keburukan akan membwa perubahan ke arah yang lebih buruk.
Pastikan diri kita belajar pada kebaikan, sehingga suatu hari nanti, grafik kehidupan kita menjadi asimtot dari garis kesempurnaan.

4 Januari 2007
(dari salah satu kamar di asrama PPSDMS Reg.1)

Monday, July 28, 2008

いよいよ明日だね。。

assalammualaikum,wr,wb

ternyata waktu bergerak lebih cepat daripada yang saya perkirakan.. rasanya baru kemarin saya tiba di Jepang, dan memulai hari-hari saya dengan belajar nihongo,,,mulai dari bunpo, kanji, terus-terus,,,alhamdulillah setahun telah lewat,,pertama kali datang ke sini, terpikir untuk pulang setelah saya mendapatkan kepastian tentang daigaku, artinya saya akan bertahan selama 2,5 tahun dsini tanpa menengok keluarga saya di Indonesia, tapi ternyata setelah satu tahun berlalu,,,saya tahu juga apa rasanya homesick..dan saya putuskan untuk pulang pd summer holiday thn ini..dan ternyata hari keberangkatan saya ke tanah air adalah esok... cepat sekali..

Minggu ini saya kedatangan tamu, kawan yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Okinawa, sayangnya sampai hari Jumat lalu saya masih ada kelas, sehingga saya tidak full bisa mengantarkannya melihat2 kota Tokyo, tapi setidaknya saya ajak dia melihat sentra-sentra keramaian di Tokyo, seperti Shinjuku, Shibuya, dan Harajuku, lalu kahir minggu lalu saya ajak dia menaklukan gunung tertinggi di Jepang, gunung Fuji, yang memiliki ketinggian 3776 meter dia atas permukaan laut. Awalnya pendakian direncanakan diikuti 2 orang, kemudian bergabunglah teman Jepang saya,yang sedang kuliah di Chuou daigaku, dan seorang lagi kawan dari Okinawa yang memang sedang berkunjung di Tokyo.

Seingat saya, malam pendakian itu, merupakan malam ketiga saya melihat bintang yang bertebaran di langit Jepang, maklum, selama di Tokyo, tak ada kesempatan untuk bisa meilhat kerlap kerlipnya bintang di angkasa. Bukan karena kotornya udara, tapi karena cahaya bintang itu dikalahkan oleh gemerlapnya cahaya lampu di kota Tokyo, padahal kalau di rumah saya di Depok, setiap hari saya bisa melihat bintang..

Perjalanan yang cukup panjang malam itu, karena kami harus meniti jalan menanjaka yang kadang terjal karena batu-batu yang cadas, dalam udara yang snagat tipis serta suhu udara layaknya musim dingin. Mungkin dibandingkan tahun lalu, saya merasa suhu tahun ini lebih bersahabat karena saya sudah merasakan bagaimana musim dingin itu..

Satu jam menjelang puncak, kami disambut dengan munculnya bulatan merah dari balik awan yang menerangi seantero bumi, moment itu jadi satu moment yang luar biasa bagi saya, melihat matahari terbit dari atas awan, hapus sudah kelelahan mendaki selama 6 jam itu.. seandainya orang tak terlalu ramai mungkin satu jam terakhir bisa saja di tempuh dalam 30 menit, tetapi jalan menuju puncak yang menyempit, membuat kami harus menganteri bagaikan semut.

Di atas sana, kami mengobrol dengan seorang bapak yang sangat sekali cinta pada gunung, dan anaknya yang kini duduk di kelas 5 SD, sudah keempat kalinya mengunjungi gunung tertinggi di Jepang ini. Untuk turun gunung kami hanya membutuhkan waktu 3,5 jam saja.

Setelah kembali di shinjuku, langsung kami meluncur ke shimokitazawa, kami melahap kare india tabehoudai sambil menghapus kelelahan yang memang tak tertahankan itu, sabtu malam itu ada hanabi di sumidagawa, karena pun belum pernah menonton hanabi di sumidagawa, kusempatkan untuk mengantarkan teman2ku malam itu,,, sekalian mampir di masjid asakusa, sudah cukup lama aku tak berkunjung kesana.

Hari minggu lalu. tiba waktunya temanku untuk kembali ke Okinawa, ternyata teman Jepangku juga ingin mengantar, lalu kami berdua mengantarnya hiungga Hamamatsuchou, kusempatkan mengantar temanku itu ke mejijingu, sekalian aku juga ingin memebeli oleh2, lalu tak sengaja dalam perjalanan menuju shinjuku kami mampir di book-off, saya dapatkan juga buku yang sejak dulu saya cari-cari, 五体不満足 (http://en.wikipedia.org/wiki/Hirotada_Ototake). dengan cukup membayar 105 yen saya mendapatkan buku itu...

Kemarin sore saya sempatkan untuk berkeliling shinjuku dengan sepeda, sekalian membeli dorayaki, dan geta, saya menikmati keramian kota tokyo menjelang matahari terbenam itu..
Mudah2an 3 minggu lagi saya bisa kembali lagi kesini dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun... Mudah2an saya bisa kembali lagi dengan semangat yang baru tentunya..

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh