Friday, January 25, 2008

masakan siapa yang paling enak???

assalammualaikum,wr,wb

kalau saya ditanya pertanyaan itu maka akan langsung saya jawab dengan lantang...MASAKAN IBU SAYA YANG PALING ENAK....

Sebenarnya ini pertanyaan yang tersimpan sejak saya mulai baito di restoran bulan lalu... kok semua kokinya laki-laki ya... terus saya coba tanya sam teman-teman yang lain,,,yang kerja di restoran lain...rata-rata semua kokinya pun ternyata laki-laki, apakah ini cuma di Jepang doang? ternyata setelah tanya-tanya dan cari-cari, ternyata hampir di semua restoran-restoran yang cukup besar kokinya laki-laki ya...kalau dulu yang ada di kepala saya,,,kalau dengar kata masak...maka langsung berhubungan dengan perempuan...

lalu,jadi pertanyaan sendiri bagi saya..kenapa kok banyakan laki-laki yang jadi koki? kenapa gak perempuan? apakah karena jam kerjanya yang sulit? atau karena termasuk pekerjaan berat?

kalau nanya2 langsung sama temen yang perempuan malah di jawab begini... Kalau perempuan itu rasa masakannya akan sesuai dengan perasaannya, jadi gak tentu kalau perasaannya enak..maka rasa masaknnya jadi enak, kalau perasaannya lagi gak enak maka rasanya pun ngikutin perasaanhya... tapi kalau laki-laki tdk bgt,,bisa mempertahankan rasa masakannya...

bener gak sih???? adakah yang bisa memberi jawaban yg lebih memuaskan?
datte, dari dulu sampai sebelum berangkat, saya gak pernah merasakan masakan yang gak enak buatan ibu saya...

wassalammualaikum,wr,wb

9 comments:

ratih kusumawati said...

"saya gak pernah merasakan masakan yang gak enak buatan ibu saya"
tuh tandanya ibunya mas syafril sayang terus ma anaknya.

Betul tuh jawaban temen ce-nya

Tegar Asadullah said...

klo gitu pertanyaan yang sama juga bisa diajukan pada pekerjaan yang seharusnya banyak perempuan bermain di sana, yaitu perancang busana,,,coba hitung, berapa perancang busana dari perempuan yang melebihi ketenaran itang yunaz, mario lawalata,ato yang laen, berapa?

ratih kusumawati said...

mungkin jg jawabannya sama hahahahah. Tapi kalo perancang busana kayaknya gak se-ekstrim koki. Masih banyak perancang busana ce. contohnya madame ivan gunawan wakakakak LOL LOL LOL

syafril bandara said...

kalau rancang busana itu lebih ke arah selera, atau mode,,ya kalau kayak gitu sih emang selalu ngikutin perasaan lho...

Teguh Rasyid said...

jawaban pertama ibu saya, jawaban kedua masakan saya.. :-P

syafril bandara said...

wah..pengen nyobain dong..masakan kamu guh...

Teguh Rasyid said...

boleh.. boleh.. kalo kita ketemu ya mas.. :) kapan pulang ke Jakarta?

suryaneta masrul said...

Bisa jadi sih...alasannya itu....:D

Asti Latifa Sofi said...

Perempuan dikarunia 90% perasaan, sementara laki-laki dikaruniai 90% logika, hal itulah yg menjadi pertimbangan utk menempatkan para koki laki-laki di restoran2 dan hotel2 besar. Tak lain adalah utk menjaga mutu, kualitas, dan rasa khas dari masakan2 yg disajikan.

"saya gak pernah merasakan masakan yang gak enak buatan ibu saya",
karena ibu Syafril selalu memasak & menyajikannya dengan penuh cinta, spesial utk suami dan buah hatinya...