Tuesday, February 26, 2008
HATI SEORANG AYAH
HATI SEORANG AYAH
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi
dia tetap saja penasaran.
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. "
"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "
"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "
"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "
"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."
"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. "
"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat."
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut
& berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu
merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR &
MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang
begitu agung, Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.
Thursday, February 21, 2008
Kunjungan ke 堀の内小学校
Sunday, February 17, 2008
小江戸(koedo)
Tuesday, February 12, 2008
Privasi
assalammualaikum,wr,wb
hari ini di kelsa belajar tentang kata "privasi", yang dalam bahasa jepang termasuk kata serapan dari bhs Inggris yang memang tak ada padanan katanya dalam bahasa jepang. Mengapa sampai tidak ada padanan katanya dalam bhs jepang, karena memang untuk membayangkan sebuah kata privasi, dalam sejarah kehidupan sejarah jepang, suatu hal yang tak pernah terpikirkan. Kehidupan masyarakat Jepang dahulu, atau mungkin masih sekarang di daerah2 inaka. Ya kehidupan yang sangat sinergis, satu sama lain saling terbuka dan saling membantu, hingga keadaan yang paling extreme adalah dahulu(sekarang mungkin masih ada di inaka), orang jepang tidak menggunakan kunci untuk rumahnya, karena memnag rumah mereka terbuka untuk orang sedesanya yang memang mereka kenal satu sama lain.
Bahkan kalau melihat bentuk rumah jepang sendiri, di dalam rumah jepang hanya menggunakan fusuma atau shouji untuk membatasi satu ruangan dengan ruangan lainnya, dan tanpa kunci. dengan gampangnya apa yang terjadi di ruangan terdekat bisa diketahui oleh ruang di sekitarnya. bahakan konon, untuk masuk perusahaan(dahulu), detail sekali informasi yang harus disampaikan ttg diri sendiri kepada pihak perusahaan.
Sejak selesai perang dan Jepang masuk ke zaman perkembangan ekonomi, dimana pengaruh Amerika perlahan mulai masuk, mulailah dikenal apa yang dinamkan privasi, yang semakin sekarang menjadi tema yang semakin hangat. Dimana sekarang perusahaan tak lagi boleh mempermasalahkan agama , atau tentang keluarga ketika ingin menerima sebuah karyawan.
Ada sebuah pemandangan menarik pada zaman perkembangan ekonomi jepang dimana setiap orang bekerja luar biasa semangatnya. Hingga seoarng pekerja tidak memiliki waktu pribadinya selain waktu berdesak-desakan di kereta ketika ia berangkat dan pulang bekerja, dan rata-rata orang jepang menghabiskan waktu pribadi mereka itu dengan membaca buku. Yang sekarang mungkin sudah bergeser, tak hanya buku mainan layaknya DS, PSP pun menjadi bagian pengisi waktu pribadi mereka di dalam tuang umum itu, kereta.
Belum lama ini pun sempat bertemu seoarng ojisan yang menjadi saksi hidup di zaman tahun 70,80an itu, dia menggambarkan bahwa tak ada yang dipirkan mereka selain bekerja membangun perekonomian jepang, dan dia bilang orang jepang sekarang sudah mulai malas.Memandang hal itu saya mulai membayangkan bagaimana semangat mereka, kalaupun sekarang saya melihat, saya masih beranggapan kalau orang jepang masih sanagt tekun bekerja, apalagi di zaman itu ya..seperti apa ya..
kembali lagi ke masalah privasi, akhir-akhir ini penggunaan privasi yang berlabihan mengakibatkan lingkungan yang kurang begitu baik di masyarakat kota pada umumnya, terutama berefek kepada masalah komunikasi satu sama lain. Sangat berbeda dimana dahulu orang dalam satu desa saling mengenal satu sama lain, menolong satu sama lain, sekarang orang yang tinggal di sebelah rumah pun tidak saling mengenal cukup banyak terjadi terutama di kota kota besar.
Privasi seperti apakah yang seharusnya kita jalankan...?
Friday, February 8, 2008
Kenal (1)
dengan sedikit perasaan tidak percaya kalau kini dia telah berada dan melanjutkan studinya di negeri yang dahulu pertama kali dari kartun Doraemon...
Diantara perasaan ketidakpercayaan, senang, ada juga sedikit perasan rindu, rindu pada keluarga, teman, dan mereka yang pernah menjadi peran dalam episode kehidupannya sebelum tiba disini.
Sedikit demi sedikit perasaan tersebut makin menguasai dan mengambil tempat yang semakin luas dilubuk hatinya... Dan kini mulai muncul dikepalanya scene..demi scene..kehidupannya dahulu dan tiba pada sebuah scene ketika ia masih mengenakan seragam putih birunya,, ya..ia tiba pada masa-masa SMPnya yang ia percayai menjadi titik balik dan masa yang sangat berharga bagi kehidupannya.. Dan semua itu berawal dari pertemuannya di hari pertama sekolah dengan seseorang yang kemudian jadi teman sebangkunya,,dan jadi teman karibnya,,,Anton,terbayang wajah sejuk temannya itu, yang kini sudah tidak bisa ia temui lagi di dunia...
*********
Andi datang ke sekolah dengan satu keyakinan besar di dadanya bahwa dia harus jadi nomor satu di sekolah ini, sebagaimana dulu dia menjadi nomor satu selama enam tahun di SDnya, ketika masuk ke kelas tanpa pikir panjang dia duduk di tempat duduk yang paling dekat dengan meja guru, kebetulan meja itupun masih belum terisi .
Andi meletakkan tasnya di laci meja kemudian mengeluarkan buku matematika yang memang telah dibelinya untuk mempersiapkan diri sebelum belajar, dibuka buku itu halaman demi halaman, tanpa sedikitpun memperhatikan sekelilingnya, hingga terdengar sebuah sapaan,
" Boleh saya duduk di sini", sahut orang itu sambil menunjuk kursi disebelah Andi.
"Oh,silahkan", jawab Andi singkat dan kemudian kembali berkonsentrasi dengan buku MTKnya.
" NAma saya Anton, nama kamu siapa?", tanya orang yang disebelahnya yang ternyata bernama Anton.
"Andi",jawab Andi,lagi-lagi dengan sangat singkat.
"Oh,Andi..Dari tadi baca buku MTK terus, pasri kamu seneng bgt sama MTK ya?"
"Ya,begitulah"
........
Moment awal perkenalannya dengan seorang Anton yang tanpa disadari menjadi sebuah titik awal dari perubahan besar yang ada di dalam dirinya.
Hari demi hari berlalu, pergaulannya dengan Anton seperti memperlihatkannya sesuatu hal yang sampai saat ini belum pernah dia lihat, dan belum pernah dirasakannya.
Sampai hari itu dia tidak pernah percaya kalau ada teman sejati di dunia ini. Karena yang ia rasakan adalah setiap oarng hanya mendekatinya ketika membutuhkan sesuatu darinya. Semua orang mendekatinya hanya karena ia pintar, semua mendekatinya hanya karena minta diajarkan penyelesaian soal Matematika,ya..semua orang mendekatinya hanya karena ingin memanfaatkannya....Itulah yang tertanam dihatinya, sehingga Andi berjanji pada dirinya kalau dia tidak membutuhkan teman untuk hidup ini, dia mampu mengerjakan semuanya sendiri. Ia selalu menghindar setiap ada orang yang mulai mendekatinya, karena ia tisak mau dimanfaatkan oleh orang tersebut. Demikian juga ketika Anton perlahan mulai mendekatinya, ia berusaha terus untuk menghindar..dan menghindar..
Hingga suatu hari ...
(Apa yang terjadi antara Andi dan Anton, tunggu kisah selanjutnya)
Friday, February 1, 2008
Mencoba mengerti
Tidak terasa 2 bulan lagi genap setahun saya menjalani kehidupan di Jepang. Selama 10 bulan ini, cukup banyak onak dan duri, serta jalan- jalan yang terjal. Insyaallah saya yakin itu semua adalah pertolongan Allah agar saya bisa lebih memahami dan memberi arti dalam kehidupan yang saya jalani di Jepang ini.
Ketika bicara Jepang dan Indonesia, ada satu hal yang masing-masing punya cara pandang yang berbeda menurut saya. Ketika orang Jepang berhadapan langsung dengan orang yang beragama(yang menyatakan bahwa orang tersebut punya agam dan menjalankan agamanya) akan sama kagetnya dengan orang Indonesia yang berhadapan langsung dengan orang yang tidak beragama/tidak percaya Tuhan.
Kalau melihat dari latar belakang keduanya, setelah berfikir akhirnya saya bisa mengatakan naruhodo..karena kedua keadaan itu memang hal yang pantas sekali untuk terjadi. Orang Indonesia yang apapun agamanya, paling gak dari dia SD sudah belajar tentang agamanya, atau bahkan tentang konsep keTuhanan, tentang tata cara ibadah agamanya, dan lain-lain yang sepertinya itu tidak di dapatkan oleh saudara-saudara Jepang kita.
Dan kalau melihat lebih dalam lagi, kata-kata diartikan dalam kedua bahasa tersebut ternyata punya arti yang berbeda, atau paling tidak cara mengartikan dari kedua belah pihak sama sekali berbeda. misalkan kata kami-sama yang diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai kata Tuhan.. arti kami sama bagi orang Jepang sendiri cukup berbeda dengan Tuhan bagi orang Indonesia, atau kalau saya bisa berbicara lebih khusus lagi, bagi orang Islam. Jika kita ingin menyampaikan tentang Islam misalnya, menurut saya sebaiknya kita coba mendefinisikan dulu arti Tuhan yang kita maksud, karena bisa jadi akan sulit masuk pembicaraannya kalau kita hanya menggunakan kata kami-sama...
Begitu juga kata agama misalnya, kita gak bisa bilang kalau Islam itu hanya sekedar Shuukyou、tapi mungkin kita bisa bilang kalau Islam adalah ikikata(cara hidup), dan yang cukup penting sepertinya ketika kita ingin memulai membicarakan hal ini dengan saudara-saudara Jepang kita, maka kita harus cukup bisa mengerti latar belakang kehidupan mereka,bahwa cara hidup mereka berbeda dengan kita yang misalnya dari kecil setidaknya mendapatkan pendidikan agama.
Tapi, walapun hampir setiap bertemu orang Jepang, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak punya agama, beberapa hari lalau saya dapat tugas di sekolah membuat laporan tentang barang-barang khas Jepang, dan saya mengambil tema tentang Omamori, atau gampangnya dalam bahasa Indonesia jimat ( tapi kesannya jadi terlalu berbau mistis), tapi artinya barang yang ddibawa-bawa buat melindungi kita. Setelah bertanya kiri-kanan sama teman-teman Jepang yang lain, satu pelajaran yang bisa saya ambil, bahwa semua bilang itu adalah barang sebagai bukti permohonan mereka pada kami-sama, saya melihat adanya sifat alami manusia yaitu lemah, bagaimana tidak orang Jepang yang transportasinya cukup lumayan(misalnya dari segi kemanan) masih tetap megang omamori buat keselamatan lalu lintas, atau orang yang belajar mati-matian buat jyuken, atau buat tes daigaku masih tetap megang omamori buat lulus...
Bagaimanapun juga manusia ketika terdesak,atau berada pada posisi yang tidak pasti ada perasaan untuk meminta, ada perasaan untuk berserah diri,,, saudara-saudara Jepang kita mungkin tahu tentang Islam, tapi hanya sebatas berita-berita yang disiarkan dari barat tentang Islam, atau dari buku-buku yang ditulis orientalis tentang Islam. Jadi kalau melihat orang Islam, beberapa komentar yang sering saya terima,,,Islam itu..gak boleh makan babi..gak boleh minum sake..gak boleh..ini.gak boleh itu..terus punya istri banyak.. Ya rata-rata hanya sebatas itu yang saudar-saudara Jepang kita tahu.. Jangan sampai semua itu membuat kita marah ketika mendengar komentar itu,,,karena mereka memang belum tahu.. makanya kita kasih tau yuk,,, dan cara paling gampang menyampaikan hal ini yang dengan bahasa mereka..kan Rasulullah nyuruh berdakwah sesuai bahasa kaumnya.. Mudah-mudahan dengan kemampuan kita menguasai bahasa Jepang..ada kemudahan untuk menyampaikan Islam kepada mereka..karena mereka butuh informasi itu,,dan kita punya kewajiban untuk menyampaikannya...
wassalammualaikum,wr,wb

