assalammualaikum,wr,wb
hari ini di kelsa belajar tentang kata "privasi", yang dalam bahasa jepang termasuk kata serapan dari bhs Inggris yang memang tak ada padanan katanya dalam bahasa jepang. Mengapa sampai tidak ada padanan katanya dalam bhs jepang, karena memang untuk membayangkan sebuah kata privasi, dalam sejarah kehidupan sejarah jepang, suatu hal yang tak pernah terpikirkan. Kehidupan masyarakat Jepang dahulu, atau mungkin masih sekarang di daerah2 inaka. Ya kehidupan yang sangat sinergis, satu sama lain saling terbuka dan saling membantu, hingga keadaan yang paling extreme adalah dahulu(sekarang mungkin masih ada di inaka), orang jepang tidak menggunakan kunci untuk rumahnya, karena memnag rumah mereka terbuka untuk orang sedesanya yang memang mereka kenal satu sama lain.
Bahkan kalau melihat bentuk rumah jepang sendiri, di dalam rumah jepang hanya menggunakan fusuma atau shouji untuk membatasi satu ruangan dengan ruangan lainnya, dan tanpa kunci. dengan gampangnya apa yang terjadi di ruangan terdekat bisa diketahui oleh ruang di sekitarnya. bahakan konon, untuk masuk perusahaan(dahulu), detail sekali informasi yang harus disampaikan ttg diri sendiri kepada pihak perusahaan.
Sejak selesai perang dan Jepang masuk ke zaman perkembangan ekonomi, dimana pengaruh Amerika perlahan mulai masuk, mulailah dikenal apa yang dinamkan privasi, yang semakin sekarang menjadi tema yang semakin hangat. Dimana sekarang perusahaan tak lagi boleh mempermasalahkan agama , atau tentang keluarga ketika ingin menerima sebuah karyawan.
Ada sebuah pemandangan menarik pada zaman perkembangan ekonomi jepang dimana setiap orang bekerja luar biasa semangatnya. Hingga seoarng pekerja tidak memiliki waktu pribadinya selain waktu berdesak-desakan di kereta ketika ia berangkat dan pulang bekerja, dan rata-rata orang jepang menghabiskan waktu pribadi mereka itu dengan membaca buku. Yang sekarang mungkin sudah bergeser, tak hanya buku mainan layaknya DS, PSP pun menjadi bagian pengisi waktu pribadi mereka di dalam tuang umum itu, kereta.
Belum lama ini pun sempat bertemu seoarng ojisan yang menjadi saksi hidup di zaman tahun 70,80an itu, dia menggambarkan bahwa tak ada yang dipirkan mereka selain bekerja membangun perekonomian jepang, dan dia bilang orang jepang sekarang sudah mulai malas.Memandang hal itu saya mulai membayangkan bagaimana semangat mereka, kalaupun sekarang saya melihat, saya masih beranggapan kalau orang jepang masih sanagt tekun bekerja, apalagi di zaman itu ya..seperti apa ya..
kembali lagi ke masalah privasi, akhir-akhir ini penggunaan privasi yang berlabihan mengakibatkan lingkungan yang kurang begitu baik di masyarakat kota pada umumnya, terutama berefek kepada masalah komunikasi satu sama lain. Sangat berbeda dimana dahulu orang dalam satu desa saling mengenal satu sama lain, menolong satu sama lain, sekarang orang yang tinggal di sebelah rumah pun tidak saling mengenal cukup banyak terjadi terutama di kota kota besar.
Privasi seperti apakah yang seharusnya kita jalankan...?
2 comments:
asal ga males nulis blog aja hehehe
di kelas kie punya 3 teman org jepang, dua dari okinawa, satu dari ....lupa..hehe..
dan benar, etos belajar mereka tinggi bgt..dan sangat disiplin..pantes aja..patut ditiru...
Post a Comment