assalammualaikum,wr,wb
salah satu pekerjaan yang paling enak dan menyenangkan adalah menilai pekerjaan orang lain. bisa dengan gampang kita menyampaikan berjuta kekurangan pekerjaan orang tersebut. seperti sebuah peribahasa yang sering kita dengar "Kuman di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di depan mata tidak kelihatan". Manusia,entah mengapa mudah sekali untuk bisa melihat kejelekan orang lain. Yang paling sering dengan mudah di ekpose adalah para pemimpin kita,baik itu yang ada di tingkat negara ,daerah,,,
Kalau dulu saya melihat di televisi, begitu banyak orang-orang yang dengan lancarnya, menyalahkan semua yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin negara. bahkan sampai saya sempat berpikir kalau yang dilakukan para pemimpin kita itu salah teerus di mata orang tersebut. Gak hanya di televisi, bisa juga kita perhatikan pemandangan tersebut di media-media lain, atau bahkan di milis,dan lain-lain.
Saya memang bukan orang yang pengalaman dalam urusan bernegara,tapi satu hal yang saya tahu persis, kalau mengurusi urusan negara adalah menangani urusan orang banyak, dalam mengambil keputusan banyak sisi yang harus dilihat,dan mengubah negara tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Allah memang menciptakan manusia dengan dua kecenderungan, kecenderungan pada kebaikan dan kecenderungan pada keburukan. Dua hal itu selalu tarik menarik di dalam hati manusia. Dan seperti yang kita tahu kalau manusia adalah tempat salah dan lupa. Haruskah kesalahan yang pernah dilakukan orang lain menjadi harga mati kalau apa yang dilakukan orang tersebut adalah keburukan..
Saya yakin kalau dari orang seperti apapun,masih ada potensi kebaikan di dalam diri orang tersebut. Bukankah se"perfectionist" apapun cara berpikir kita, kita harus tetap menenrima kalau diri kita sendiri gak perfect,masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.
Saya diajarkan oleh keadaan ketika dulu belajar berorganisasi di SMA, bahwasanya kita tak pernah bisa memaksa setiap orang menjalankan pekerjaan seperti apa yang kita kerjakan, setiap orang punya kecenderungan masing-masing,setiap orang punya cara berpikir masing-masing,dan setiap orang punya cara masing-masing, dan kita tidak bisa menyalahkan seseorang hanya karena orang tersebut berbeda dari kita.
Berurusan dengan manusia,berarti berurusa dengan makhluk yang pasti punya kekurangan, kekecewaan adalah suatu hal yang memang siap harus kita terima.. Karena kalau mencari kesempurnaan carilah pada Pemiliknya.
Negara kita tak akan pernah bisa bangkit jika kepercayaan tak kita bangun, karena kepercayaan adalah ibarat lem perekat yang bisa menyatukan kita semua, sehingga kekuatan kita tidak terpecah-pecah, tapi menjadi kekeuatan yang padu. Saya yakin masih banyak orang yang bisa kita percaya untuk bisa membawa bangsa ini kembali ke zaman keemasannya. Dan itu semua dimulai dengan memberikan kepercayaan kepada mereka.
Kepercayaan memang bukanlah kontrak hitam di atas putih yang bisa terlihat, tapi kepercayaan bisa menjadi rel yang mengarahkan para pemimpin kita agar tetap di jalan yang benar.
Dan tentunya tidak berhenti hanya dengan memberikan kepercayaan, tapi kita juga harus melakukan sumbangsih pada posisi kita, melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan di tempat kita. Ketika suara kita diperlukan maka keluarkanlah kebenaran, tapi yang lebih dibutuhkan adalah kerja-kerja nyata kita.
Ya,,karena belum tentu kita lebih baik dari orang-orang yang sering kita cemooh kita hina..
Wassalammualaikum,wr,wb
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
10 comments:
bang,,kalo boleh nambahin,,sebenernya masalah kepercayaan itu udah ada. Tapi yang belum ada itu kesabaran. Semua itu perlu proses, tetapi kita sering melupakan itu. Padahal untuk memperbaiki dan memajukan sebuah negara itu ga semudah yang kita bayangkan, perlu waktu dan tenaga lebih...
betul..betul..kesabaran sebenarnya jadi salah satu ukuran sejauh mana kepercayaan kita..
oh iya bener juga ya,,semakin percaya ama sesuatu,, kita semakin sabar karena yakin ga akan dikecewain,,gitu kan yah
semoga indonesia semakin baik saja mas..
thank for saharring :)
bang syafril sama kak aachan,, mpk yg suka menilai...
...XD
mpk....natsukashi ne..
cerita masa lalu...
kalo kangen, ke smansa lagi aja..
ya..insyaallah kapan2 silaturahmi lagi ke smansa..
bener,,,
klw nggak saling koreksi sih tinggal tunggu kehancuran aja.
emang paling enak menilai orang, tapi klw kita tidak melakukan empati pasti ujung-ujungnya nggak akan ketemu..
Post a Comment