Monday, June 30, 2008

Fickry

http://defickry.wordpress.com
Blognya Fickry,ppsdms regional 3 Yogyakarta

Friday, June 27, 2008

試してみませんか?

"Kalau syafril kuliah ke Jepang gimana ya?",tanyaku.
"Jepang,,,kok jauh banget",,jawab ibuku dengan sedikit raut kebingungan di wajahnya."baru saja kamu dapet beasiswa dan tinggal di asrama ppsdms,masa sekarang mau pergi lagi",tambahnya.
Demikian kira2 potongan pembicaraanku dengan ibuku, bulan agustus dua tahun lalu, beberapa hari setelah aku mendapatkan telepon dari Kedubes Jepang,bahwasanya aku lolos ujian wawancara. Permintaan maaf yang besar buat beliau karena aku merahasiakan keikutsertaanku dalam tes beasiswa Monbusho. Waktu berjalan begitu cepat,,,keberadaanku di rumah semakin jarang,karena aku terikat kontrak ppsdms untuk tinggal di asrama,dan hanya diizinkan bermalam di rumah setiap hari minggu saja...walaupun begitu jarak asrama dan rumah yang begitu dekat,15 menit dengan sepeda motor aku akan tiba di istanaku itu. Dan kalau memang sedang tidak padat kuliah, akan kau sempatkan untuk makan siang di rumah. Menyantap masakan terenak di dunia ini.

Hari demi hari kulewati,,,hingga tiba saatnya saya harus benar2 meninggalkan rumah dalam jarak yang cukup jauh, dan dalam waktu yang memang terbilang cukup lama,, tapi,,hari itu, kami  melampiaskan semua perasaan kami dengan senyum,dan lambaian tangan..tak ada air mata sore itu..semua tersenyum.. mempercayakan semuanya pada yang Kuasa, kalau suatu hari kami bisa dikumpulkan kembali.

Kalau saya pikir-pikir, Allah telah menyeting luar biasa, Dia tak begitu saja memisahkan aku dengan rumah. Dalam grafik waktu, terbentuknya "jarak" antara aku dengan rumah dimulai dari masa SMAku. Ketika aku mulai terbiasa pergi sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari turun dari peraduannya. Tapi,lebih dari apapun juga hal yang paling saya syukuri adalah hadiah terbesar ibu yang diberikannya kepadaku. Hadiah itu diberikannya bersama cinta kepada anaknya yang aku tahu tak akan pernah mampu kubalas.

semester pertamaku saat kelas satu SMA, merupakan salah satu masa tersulit, karena banyak perubahan yang ternyata cukup besar antara kehidupan SMP dan SMA. Perlahan aku mulai banyak telibat aktivitas di SMA. Waktu pulang ke rumah pun semakin lama semakin terlambat. Awalnya, ibu begitu khawatir dengan keadaanku. Maklum, letak SMA cukup jauh dari rumah, harus naik angkot dua kali, lalu harus melewati salah satu daerah paling rawan di Depok,terminal,dan stasiun. Belum lagi, ibuku mengkhawatirkan masalah makanan, ya,karena beliau tahu persis saya punya penyakti maag.. sekali saja saya merusak keteraturan jadwal makan saya, bisa dipastikan ada gangguan yang bakal terjadi.

YA, enam bulan pertamaku di SMA, mungkin cukup banyak teguran dan kata-kata kekhawatiran yang kuterima,,,sebagai seorang anak, yang memang kurang mengerti saat itu,,sempat juga merasa bosan dengan kata-kata itu...Namun,,,semua itu tak berlanjut seperti yang kuperkirakan,,,terlebih setelah kubuktikan bahwa aktivitasku di luar belajar sama sekali tak menggangu prestasiku di sekolah...Ya, ibu lebih banyak diam dibandingkan enam bulan pertama itu.

Sempat terpikir, mungkin ibu marah padaku, yang semakin lama semakin jarang berada di rumah. Perkiraanku salah,,,jawaban sebenarnya ternyata kudapatkan di akhir-akhir tahun ku di SMA. Ternyata itulah cari ibuku menjagaku, ibu menjagaku yang sudah mulai tumbuh besar ini, tidak dengan mendekapku di pelukannya seperti ketika aku masih balita. Tapi beliau justru mendekapku dengan "kepercayaan". Ya,beliau hadiah "kepercayaan" itulah yang jadi hadiah yang paling kusyukuri. Diamnya beliau bukanlah kebencian, tapi matanya berkata "Ibu tahu kau sudah besar,dan sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk, ibu percaya kalau yang kamu lakukan di luar rumah,semua adalah hal yang akan bermanfaat suatu hari bagimu."

Dan tentu saja, hadiah itu tak aku sia-siakan. Paling tidak kubuktikan padanya dengan prestasi belajarku di sekolah, prestasiku di organisasi. Tak akan kubuat beliau khawatir dengan kesehatanku, kuingin setiap kali bertemu dengannya maka dia tersenyum padaku. Dan kini, hadiah sekaligus pelajarannya itu sedang coba kuterapkan dalam bergaul dengan siapapun. Ya,,,jagalah orang-orang disekitarmu, dekaplah mereka dengan "kepercayaan", berikanlah kepercayaan pada mereka,percayailah mereka...

"Tapi saya takut dikhianati","tapi saya takut suatu hari nanti dikecewakan", kata-kata itu yang selalu muncul ketika saya membicarakan hal ini pada orang-orang. Bukanlkah kedua hal yang disampaikan itu merupakan hal yang sangat manusiawi seandainya terjadi. Ya..kita tak boleh menutup mata kalau kita sedang bergaul dengan manusia..makhluk yang tak bisa terlepas dari salah dan lupa...yang tak lepas dari khilaf dan dosa...

Karena ada keyakinan yang kupegang,manusia,ketika dipercayai, sesungguhnya dalam hatinya tumbuh perasaan yang kuat untuk menjaga kepercayaannya itu. Bukankah diri kita pribadipun ingin dipercaya oleh orang lain..maka hal yang sangat manusiawi ketika kita memberikan kepercayaan itu..

*Jika cinta dibangun oleh 10 buah unsur maka,5 diantaranya adalah kepercayaan, maka cintailah orang-orang disektar kita dengan mempercayainya.

Monday, June 23, 2008

SAST 2008




インドネシア・チャリティーディ

Start:     Jul 13, '08 12:30a
End:     Jul 13, '08 3:00p
主なプログラム
インドネシアの音楽・舞踊
民族衣装のファッションショー
留学生との交流
ストリートチルドレンのビデオなど
(代表的なインドネシア料理が付きます)

日時  : 2008年7月13日(日)
       午後 12:30~15:30 (開場 12:00)
場所  : 〒114‐8503 東京都北区王子1-11-1
       北とぴあ 13階  飛鳥ホール
       JR京浜東北線 王子駅下車 北口より徒歩2分
        地下鉄南北線 王子駅下車 5番出口直結

詳しい情報はしたのリンクをクリックしてください。
http://www.pelita-indonesia.org/CD4.htm

Sunday, June 22, 2008

自給自足物語

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setelah siang tadi,banyak buka2 buku dan menghafal pelajaran-pelajaran hafalan, berhubungan mulai Rabu besok saya UTS sampai hari Jumat,akhirnya sore tadi saya sempatkan untuk nonton TV,karena memang sudah cukup lama sekali saya gak menonton TV. Kali aja dapet hal2 menarik..

Setelah berganti2 channel,,akhirnya saya sampai pada salah satu acara televisi yang mengankat cerita tentang 自給自足,yang kalau diartikan ke bhs Inggris self-sufficiency(maklum susah juga nyari bhs Indonesianya). Cerita pertama tentang seorang gadis lulusan Kyoto Daigaku(salah satu universitas terbaik di Jepang) yang akhirnya memutuskan untuk hidup dan menetap di salah satu desa yang kemudian bekerja sebagai petani, setiap hari mengolah sawah,dan ladangnya, juga memelihara dengan baik kambing2nya, memeberi makan, memerah susunya...

Cerita kedua,yang paling membuat saya cukup terkesan..Kali ini tentang sebuah keluarga, yang selama 18 tahun tinggal di sebuah bukit di dekat pantai, mereka hidup tanpa listrik, mereka hidup tanpa gas, atau saluran air, telepon dan lain-lain.. ketika presenter acara itu menanyakan ttg kehidupan seperti itu... dengan enteng sang ayah menjawab,, kalian jangan melihat hanya di Jepang saja..sesungguhnya kalau kita melihat secara dunia, maka orang yang hidup tanpa listrik,dll itu lebih banyak jumlahnya. (gak tau sih itu bener atau gak), kemudian sang istri menambahkan,,gak ada yang berubah dari kami hanya karena kami menjalani kehidupan seperti ini,,, saya cukup terkesan karena memang wajah yang ditampilkan oleh kedua pasangan yang telah memiliki anak 4 orang tersebut, wajah yang sangat bahagia, wajah yang tanpa tekanan, wajah dengan kemerdekaan...begitu pun keempat anak mereka, sang anak masih tetap bersekolah seperti anak2 lainnya(walaupun harus menuruni bukit dan menaiki bukit setiap harinya). Dan ketika ditanya ttg pekerjaan, sang ayah memang tak memilki pekerjaan tertentu selain mengurusa ladang, mengurus hewan2 peliharaan...kemudian sang ayah berkata..okane wa sonna ni iranai.. Hampir saya tidak percaya masih ada orang yang bisa bilang kayak gitu,,apalagi di Jepang...mungkin walau sekedar umpatan,,tapi kata-kata yang selalu saya dnegar,,Okane hoshii naa,,
Walaupun akhirnya kehidupan mereka ditengah bukit harus berakhir di tahun ke-18 itu,,,mereka kemudian pindah ke rumah peninggalan orang tua sang istri,namun semua tak banyak berubah,,mereka masih dengan kesederhanan,,,kejernihan mata-mata yang mereka pancarkan,,Ya,,entah apa yang berbeda,,tapi mata hati saya mengatakan mata-mata itu berbeda dengan mata-mata yang saya biasa lihat sehari-hari.. satu hal,yang jd menarik buat saya..satu kebiasaan yang mereka pelihara..mereka selalu berdoa sebelum makan,,baik ketika mereka masih tinggal di gunung, yang mengambil makanan dari apa yang ada di ladang mereka, atau dari pantai di dekat rumah mereka, ataupun ketika mereka sudah pindah ke tempat mereka yang sekarang..

Sedikit membuat saya malu,,yang terkadang masih lupa membaca doa ketika ingin makan,,yang masih sering lupa arti bersyukur..dan kembali mengingatkan saya bahwa Allah telah dengan adil membagi rezeki setiap hambanya,,,Hari ini saya melihat orang-orang yang tidak terpenjara oleh dunianya, karena bukan dunia yang mengatur mereka, tapi mereka yang mengatur dunia.


Thursday, June 19, 2008

Teman Misteriusku

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

selama kita hidup,,ternyata waktu adalah teman kita yang paling setia, ia selalu mendampingi kita, dan mengantarkan kita ke manapun kita pergi.. namun,,kita memang seringkali terlalu sombong.. seringkali kita melupakannya..seringkali kita mengacuhkannya..padahal,,apakah kita tahu apa yang terjadi,,seandainya..waktu itu pergi meninggalkan kita.. apa yang bisa kita perbuat?... Berapa kali pun kita memaohon2,,,dia tak akan pernah datang kembali..

Mudah2an kita bisa menjadi orang yang bersyukur,,,karena waktu masih setia menemani kita..
apapun kesalahan yang telah kita lakukan,,kekhilafan yang telah terjadi,,selama waktu masih menemani kita,,masih ada kesempatan,,

Kalau sampai hari ini kita masih sering melupkan keberadaannya.. Mari kita mulai menghargai keberadaannya, menghormatinya,,,dan tak lupa mensyukurinya.. Karena tamu adalah teman misterius kita, yang tak akan menyapa kita dengan kata-kata, dan tak akan memberikan aba-aba ketika hendak meninggalkan kita..

Ya..Allah..yang telah bersumpah atas nama waktu..Mudah2an kami tidak termasuk golongan orang-orang yan merugi..

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*Mohon doanya,minggu depan mau UTS...

Monday, June 16, 2008

秒速5センチメートル.flv




これ以上何を失えば 心は許されるの
どれ程の痛みならば もういちど君に会える
One more time 季節よ うつろわないで
One more time ふざけあった 時間よ

くいちがう時はいつも 僕が先に折れたね
わがままな性格が なおさら愛しくさせた
One more chance 記憶に足を取られて
One more chance 次の場所を選べない

いつでも捜しているよ どっかに君の姿を
向いのホーム 路地裏の窓 こんなとこにいるはずもないのに
願いがもしも叶うなら 今すぐ君のもとへ
できないことは もう何もない
すべてかけて抱きしめてみせるよ

寂しさ紛らすだけなら 誰でもいいはずなのに
星が落ちそうな夜だから 自分をいつわれない
One more time 季節よ うつろわないで
One more time ふざけあった 時間よ

いつでも捜しているよ どっかに君の姿を
交差点でも 夢の中でも こんなとこにいるはずもないのに
奇跡がもしも起こるなら 今すぐ君に見せたい
新しい朝 これからの僕
言えなかった"好き"という言葉も

夏の想い出がまわる Uh…
ふいに消えた鼓動

いつでも捜しているよ どっかに君の姿を
明け方の街 桜木町で こんなとこに来るはずもないのに
願いがもしも叶うなら 今すぐ君のもとへ
できないことは もう何もない
すべてかけて抱きしめてみせるよ

いつでも捜しているよ どっかに君の破片を
旅先の店 新聞の隅 こんなとこにあるはずもないのに
奇跡がもしも起こるなら 今すぐ君に見せたい
新しい朝 これからの僕
言えなかった"好き"という言葉も

いつでも捜してしまう どっかに君の笑顔を
急行待ちの 踏切あたり こんなとこにいるはずもないのに
命が繰り返すならば 何度も君のもとへ
欲しいものなど もう何もない
君のほかに大切なものなど

Sunday, June 15, 2008

ただ人間だよ

忙しいなぁ。。
寂しいなぁ。。
悲しいなぁ。。
ってよく私たちが口にする言葉ですよね。。
いったいその気持ちは何でしょうかね。。

なんか人に分かってもらいたい時分かってもらえなかったことはありませんか。
その時はどんな気持ちがするんですか。
いやですよね。。

でも私たちは人のことを分かってあげたこともありますか。。
もしかしたらないかも知れません。

今まで生きていて。。なんか。。いつも自分のことばっかり人に押し付けますよね。
それはわがままですよね。

辛い時。。この世の中に一番苦しんでる人は私って思ったことはありませんか。。

その気持ちはただ私たちのエゴに過ぎないですね。。

私たちよりもっと苦しんでる人は居ますよ。
きっと居ますよ。

私たちが感じてる気持ちはほかの人も感じていますよね。
だから気持ちを分かってもらいたいのは自分だけじゃなくてほかの人もそうですよね。

仲良く友達がほしかったら友達を仲良くしてあげればいいんじゃないですか。
分かってもらいたかったら、人の気持ちを分かってあげればいいんじゃないですか。

私たちの周りに居る人、友達も、家族も、ただの人間っていうことを分かってあげましょう。

Saturday, June 14, 2008

Sudahkah kita memanusiakan orang-orang di sekitar kita???

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengenal lebih banyak orang ternyata memang membuat dunia yang kita tempati semakin luas. Bagaiamana tidak, ketika kita membuat hubungan dengan sesorang bukankah kita sedang membuat ruang baru, sedang membuat space baru. Selain itu, orang-orang di sekitar kita adalah cermin bagi kita, yang akan menunjukkan kepada diri kita sendiri seperti apakah diri kita sebenarnya.Maka seharusnya ketika kita makin banyak mengenal orang lain, maka kita harusnya makin bisa mengenal diri kita sendiri.

Paling tidak ada salah satu hal yang baru-baru ini saya sadari..
Mudah2an bisa bermanfaat..

Sebagai seorang pelajar asing di negeri antah berantah ini, salah satu hal yang paling saya nanti-nantikan adalah kesempatan untuk bisa berkumpul dengan para sejawat. Kesempatan untuk  bisa tampil di ASEAN FESTIVAL lalu ternyata juga jd moment yang bisa mengumpulkan saya dengan teman2 saya.. Walaupun personel orang-orang yang berkumpul tidak sebanyak biasanya, tapi paling tidak memberi sedikit waktu bagi saya untuk bisa sebentar beristirahat dari gilasan roda waktu Tokyo yang tak kenal iba...
Beberapa hari terakhir ini,,,saya mulai merasakan keluhan..demi keluhan.. keluar tanpa sadar dari mulut saya....
Ditambah lagi keberadaan di dunia yang menyudutkan diri di balik kaca-kaca, dekat tapi selalu terbatasi oleh batasan yang entah hanya sekedar perasaan ataukah memang batasan2 itu memang sudah hal yang tak bisa dihindari..
Hari itu, kami menggambar diri kami dengan kata-kata di ruang kosong di hadapan kami...
Semua bercerita...semua mengerti..semua memahami..
Saat itu pula...Saya merasa diri saya yang kerdil dengan berbagai keluh kesah saya selama ini.. Saya menemukan satu kesalahan saya... Ya,,saya masih belum pandai bersyukur...
bersyukur terhadap semua yang saya alami.. saya belum pandai bersabar.. bersabar terhadap apa yang terjadi dalam guliran waktu yang saya alami..
Masih terasa keegoisan yang besar sekali...
Ternyata kesendirian saya beberapa akhir ini..membuat ruang yang saya tinggali terasa semakin sempit..
Tapi kepergian teman-teman haruskah menjadi alasan saya untuk membuat tempat saya semakin sempit... Bukankah masih banyak orang-orang yang bisa saya ajak untuk membuat ruang-ruang baru..
Ketika kita ingin punya banyak teman, bukankah cara terbaik adalah berteman dengan banyak orang..
Ketika kita ingin dimengerti, bukankah cara terbaik adalah dengan mengerti orang lain...
Ketika kita ingin diperhatikan, bukankah cara terbaik dengan memberikan perhatian pada orang lain..

Kita terlalu sering terlupakan oleh keinginan sendiri..seolah manusia hanyalah kita sendiri..tanpa sedikit pun berpikir bahwa orang lain pun..teman kita pun manusia..
yang punya perasaan..yang punya hati..yang juga punya keinginan..tak ada bedanya dengan diri kita..

Sudahkah kita memanusiakan orang-orang di sekitar kita???

Thursday, June 12, 2008

綺麗ですよね。。




梅雨になって色々なお花が咲いてきました。
アジサイのお花も咲いています。。
綺麗ですね。。

Friday, June 6, 2008

Menanam pendidikan adalah menuai generasi

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari Rabu menjadi salah satu hari yang membosankan bagi teman-teman saya, karena pada hari itu tak ada praktikum di lab komputer. Ditambah lagi dua hari sebelumnya merupkan dua hari yang paling menyenangkan karena kuliah hanya sampai jam 12.10. Bagi kami yang belajar informatika ini, memang praktikum di lab komputer menjadi  hal yang paling menyenangkan, ditambah lagi ketika kami diberi soal praktikum yang cukup memeras otak , dan akhirnya berhasil kami pecahkan sendiri. Tapi buat saya Rabu menjadi hari dimana saya punya kesempatan untuk pulang dulu sebelum melakukan part time. Maklum saja pada hari Selasa saya ambil kelas tambahan bahasa Jepang sehingga tidak sempat untuk pulang dulu sebelum baito. Sedangkan hari Kamis dan Jumat pun kuliah sampai sore. Paling tidak hari ini saya bisa makan di rumah(lebih murah daripada harus makan di luar).

Setelah kelas software selesai, langsung saja saya ngeloyor keluar, sambil mendengarkan musik, saya berjalan santai menuju stasiun, sambil berharap mudah2an kereta gak telat.. Alhamdulillah jalur yang saya lewati tak ada masalah, jadi semua bergeral sesuai jadwal. Maklum saja salah satu jalur yang saya lewati cukup sering terjadi keterlambatan (kebanyakan disebabkan oleh adanya kecelakaan (baca:bunuh diri)). Saat itu waktu masih menunjukkan pukul 4 sore, masih ada 3 jam sebelum baito. Seperti biasa saya memilih untuk berdiri di dekat pintu di sebelah tempat duduk yang paling ujung, di dekat besi penyangga untuk tempat menaruh barang bawaan di atas kursi tempat duduk.  Walaupun berdiri di dekat pintu saya mengusahakan untuk tidak mengganggu para penumpang yang keluar masuk. Sambil mendengarkan musik pop Jepang yang mengalun lembut dari balik earphone,saya menikmati pemandangan yang memang setiap hari saya lihat...sambil berharap mungkin saja ada hal baru yang bisa saya temukan..

Di salah satu stasiun, naiklah seorang bocah laki-laki yang kalau dilihat dari penampilannya adalah siswa SD. Siswa SD di Jepang memang cukup mudah dikenali, yang dari dulu menarik perhatian saya adalah, tas kulit kotak yang cukup besar yang selalu mereka gendong di punggung mereka. Kalau dulu pernah saya tanyakan mengapa semua menggunakan tas kulit,alasan utamanya adalah awet.. kata sensei saya, dulu selama enam tahun masa SDnya dia menggunakan tas yang sama. Sesudah memastkan tempat yang nyaman baginya di dalam kereta, ia kembali membuka buku yang dipegangnya, dan memusatkan perhatiannya penuh pada deretan kanji dari atas ke bawah yang dulu sering membuat saya capek ketika membaca buku Jepang, maklum saya terbiasa dengan tulisan dari menyamping bukan menurun. Saya menggeser sedikt tempat berdiri saya untuk memberi anak itu posisi yang pas agar dia bisa mendapat pegangan ketika kereta yang kami naiki kadang berguncang ringan.

Dari pakaian yang ia kenakan saya menebak bahwa dia bersekolah di SD negeri, karena salah satu yang membedakan anatara SD negeri dan swasta adalah seragam, SD negeri tidak menggunakan seragam sedangkan SD swasta ada seragamnya. Pikiran saya tiba-tiba melayang pada pembicaraan saya dan teman saya tentang pendidikan dasar di Jepang, salah satunya adalah pelajaran bahasa Jepang di sekolah-sekaloh Jepang ternyata tidak seperti sekolah-sekolah bahasa Jepang untuk orang asing dimana dipelajari secara detil tata bahasanya... pelajaran bahasa Jepang,atau kokugo(sebutan mata pelajaran di sekolah Jepang), terutama untuk anak SD, selain mempelajari kanji dan tata bahasa yang dasar sekali, mereka lebih banayk ditekankan untuk membaca. Kalau teman saya bilang yang dia ingat pelajaran kokugonya waktu SD adalah membangun yomu chikara(kemampuan membaca). Banyak sekali mereka dicekoki oleh berbagai jenis monogatari. Maka tidak heran kalau membaca menjadi budaya yang melekat di masyarakat Jepang.  Naik kereta dimanapun dan kapanpun kita masih bisa menemukan orang yang membaca buku,kereta yang larut sekalipun.

Lalu teman saya kaget waktu saya ceritakan kalau di SD Indonesia itu ada Kimatsu Shiken, alias ujian akhir semester(atau waktu zaman saya ujian akhir caturwulan). Karena kata seingat dia waktu SD, tes itu gak lebih dari sekedar kakunin tesuto (tes evaluasi/mirip ulangan biasa saja.).  sampai saat ini Jepang masih menggunakan sistem caturwulan. Oh iya, sekolah negeri di Jepang gratis sampai tingkat SLTP..

kalau ada kesempatan saya ingin tahu lebih banyak lagi seluk beluk pendidikan di Jepang, karena memang masih banyak hal-hal menarik yang masih belum sempat saya cari tahu alasannya kenapa begini dan kenapa begitu..

kembali saya dari lamunan saya, karena ternyata kereta sudah sampai di stasiun dimana saya harus turun di sana untuk kemudian lanjut naik sepeda lagi sebelum sampai ke asrama tempat tinggal saya sekarang. Sambil memikirkan apa yang akan saya masak ya hari ini..mungkin nasi goreng...


wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*teringat saya kata-kata bapak Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat saya saya masih SMA
"Menananam pendidikan adalah menuai generasi"

先生方




今まで色々教えてくださってありがとうございました。
感謝しています。
やっぱり一年間は短かったですね。
日本語学校から卒業したからといって日本語の勉強が終わりと言えません。
日本語がマスターできるまで頑張って勉強しようって思っています。

*文化外国語専門学校平成20年度の卒業式。

Tuesday, June 3, 2008

ASEAN FESTIVAL




ASEAN FESTIVAL です。
どうぞ楽しんできてください。

今月の予定です。

インドネシアの大使館からバイトのお知らせを待っています。
6月8日にASEAN FESTIVALでサマン踊りの発表です。
詳しくは
http://www.csaj-khmer.org/newsite/images/ASEAN/Poster_ASEAN_fes_2008.png
6月21日に農大でSymposium on Agriculture Science and Technologyです。
6月26日ー27日までは中間テストです。
毎週の火曜日、日本語のエクステンション授業があります。
今年は絶対日本語能力試験の一級に受かりますように頑張りたいと思っています。
以上です。

今月も頑張りましょう。。。

Kami..

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kami bukanlah orang yang berada dalam angan-angan kami
Kami adalah manusia yang sadar dalam kesadaran kami
Kami bukanlah orang-orang yang tertidur dalam mimpi-mimpi kami
Kami adalah orang-orang yang terbakar oleh api cita-cita kami
Kami bukanlah orang-orang yang menangis dalam keputusasaan
yang menyempitkan hati kami
Kami adalah orang yang menangis dalam sejuta harapan
yang terbentang luas dalam dada kami
Kami bukanlah orang-orang yang tertawa dalam hingar-bingarnya dunia
Kami adalah orang-orang yang tersenyum untuk menghangatkan dunia
Kami bukanlah orang yang takut dalam kesendirian kami
Kami adalah orang-orang yang kuat dalam kebersamaan kami
Kami bukanlah orang-orang yang takut bila kematian mendatangi kami
Kami adalah orang-orang yang takut jika kehidupan kami tak membawa arti
Kami tak peduli apa kata mereka, tapi mereka akan selalu kami hormati layaknya manusia
Mudah-mudahan kami akan menjadi kami, karena kami bersama-Nya..

wassalammualaikum warahmatullahi wabrakatuh

Monday, June 2, 2008

研修旅行




日本電子専門学校の情報処理科の2008年度の1組の留学生です。