Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mengenal lebih banyak orang ternyata memang membuat dunia yang kita tempati semakin luas. Bagaiamana tidak, ketika kita membuat hubungan dengan sesorang bukankah kita sedang membuat ruang baru, sedang membuat space baru. Selain itu, orang-orang di sekitar kita adalah cermin bagi kita, yang akan menunjukkan kepada diri kita sendiri seperti apakah diri kita sebenarnya.Maka seharusnya ketika kita makin banyak mengenal orang lain, maka kita harusnya makin bisa mengenal diri kita sendiri.
Paling tidak ada salah satu hal yang baru-baru ini saya sadari..
Mudah2an bisa bermanfaat..
Sebagai seorang pelajar asing di negeri antah berantah ini, salah satu hal yang paling saya nanti-nantikan adalah kesempatan untuk bisa berkumpul dengan para sejawat. Kesempatan untuk bisa tampil di ASEAN FESTIVAL lalu ternyata juga jd moment yang bisa mengumpulkan saya dengan teman2 saya.. Walaupun personel orang-orang yang berkumpul tidak sebanyak biasanya, tapi paling tidak memberi sedikit waktu bagi saya untuk bisa sebentar beristirahat dari gilasan roda waktu Tokyo yang tak kenal iba...
Beberapa hari terakhir ini,,,saya mulai merasakan keluhan..demi keluhan.. keluar tanpa sadar dari mulut saya....
Ditambah lagi keberadaan di dunia yang menyudutkan diri di balik kaca-kaca, dekat tapi selalu terbatasi oleh batasan yang entah hanya sekedar perasaan ataukah memang batasan2 itu memang sudah hal yang tak bisa dihindari..
Hari itu, kami menggambar diri kami dengan kata-kata di ruang kosong di hadapan kami...
Semua bercerita...semua mengerti..semua memahami..
Saat itu pula...Saya merasa diri saya yang kerdil dengan berbagai keluh kesah saya selama ini.. Saya menemukan satu kesalahan saya... Ya,,saya masih belum pandai bersyukur...
bersyukur terhadap semua yang saya alami.. saya belum pandai bersabar.. bersabar terhadap apa yang terjadi dalam guliran waktu yang saya alami..
Masih terasa keegoisan yang besar sekali...
Ternyata kesendirian saya beberapa akhir ini..membuat ruang yang saya tinggali terasa semakin sempit..
Tapi kepergian teman-teman haruskah menjadi alasan saya untuk membuat tempat saya semakin sempit... Bukankah masih banyak orang-orang yang bisa saya ajak untuk membuat ruang-ruang baru..
Ketika kita ingin punya banyak teman, bukankah cara terbaik adalah berteman dengan banyak orang..
Ketika kita ingin dimengerti, bukankah cara terbaik adalah dengan mengerti orang lain...
Ketika kita ingin diperhatikan, bukankah cara terbaik dengan memberikan perhatian pada orang lain..
Kita terlalu sering terlupakan oleh keinginan sendiri..seolah manusia hanyalah kita sendiri..tanpa sedikit pun berpikir bahwa orang lain pun..teman kita pun manusia..
yang punya perasaan..yang punya hati..yang juga punya keinginan..tak ada bedanya dengan diri kita..
Sudahkah kita memanusiakan orang-orang di sekitar kita???
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
binder (semacam diari) pas saya SMA penuh dg puisi yg lirik akhirnya "friend is bullshit".
hingga kini, saya bisa tersenyum-senyum sendiri, menyadari betapa egoisnya saya dulu...hehehe..
jadi emng bener bro, kita harus sering memberi ke teman (org lain), dan jgn sekal-sekali berpikir ia akan melakukan hal yg sama ke kita...(walopun jdnya kadang makan ati..hehehe..manusiawi euy..). :-)
Post a Comment