assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hidup adalah belajar.
Belajar adalah perubahan.
Mustahil, manusia yang hidup tidak belajar,
karena setiap hari semua inderanya akan berhubungan dengan sesuatu,
karena itu pasti otaknya akan mencatat dan membuat hubungan itu.
Hanya ada 2 belajar dalam dunia ini,
belajar pada kebaikan,
atau belajar pada keburukan,
belajar pada kebaikan akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,
belajar pada keburukan akan membwa perubahan ke arah yang lebih buruk.
Pastikan diri kita belajar pada kebaikan, sehingga suatu hari nanti, grafik kehidupan kita menjadi asimtot dari garis kesempurnaan.
4 Januari 2007
(dari salah satu kamar di asrama PPSDMS Reg.1)
Tuesday, July 29, 2008
Monday, July 28, 2008
いよいよ明日だね。。
assalammualaikum,wr,wb
ternyata waktu bergerak lebih cepat daripada yang saya perkirakan.. rasanya baru kemarin saya tiba di Jepang, dan memulai hari-hari saya dengan belajar nihongo,,,mulai dari bunpo, kanji, terus-terus,,,alhamdulillah setahun telah lewat,,pertama kali datang ke sini, terpikir untuk pulang setelah saya mendapatkan kepastian tentang daigaku, artinya saya akan bertahan selama 2,5 tahun dsini tanpa menengok keluarga saya di Indonesia, tapi ternyata setelah satu tahun berlalu,,,saya tahu juga apa rasanya homesick..dan saya putuskan untuk pulang pd summer holiday thn ini..dan ternyata hari keberangkatan saya ke tanah air adalah esok... cepat sekali..
Minggu ini saya kedatangan tamu, kawan yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Okinawa, sayangnya sampai hari Jumat lalu saya masih ada kelas, sehingga saya tidak full bisa mengantarkannya melihat2 kota Tokyo, tapi setidaknya saya ajak dia melihat sentra-sentra keramaian di Tokyo, seperti Shinjuku, Shibuya, dan Harajuku, lalu kahir minggu lalu saya ajak dia menaklukan gunung tertinggi di Jepang, gunung Fuji, yang memiliki ketinggian 3776 meter dia atas permukaan laut. Awalnya pendakian direncanakan diikuti 2 orang, kemudian bergabunglah teman Jepang saya,yang sedang kuliah di Chuou daigaku, dan seorang lagi kawan dari Okinawa yang memang sedang berkunjung di Tokyo.
Seingat saya, malam pendakian itu, merupakan malam ketiga saya melihat bintang yang bertebaran di langit Jepang, maklum, selama di Tokyo, tak ada kesempatan untuk bisa meilhat kerlap kerlipnya bintang di angkasa. Bukan karena kotornya udara, tapi karena cahaya bintang itu dikalahkan oleh gemerlapnya cahaya lampu di kota Tokyo, padahal kalau di rumah saya di Depok, setiap hari saya bisa melihat bintang..
Perjalanan yang cukup panjang malam itu, karena kami harus meniti jalan menanjaka yang kadang terjal karena batu-batu yang cadas, dalam udara yang snagat tipis serta suhu udara layaknya musim dingin. Mungkin dibandingkan tahun lalu, saya merasa suhu tahun ini lebih bersahabat karena saya sudah merasakan bagaimana musim dingin itu..
Satu jam menjelang puncak, kami disambut dengan munculnya bulatan merah dari balik awan yang menerangi seantero bumi, moment itu jadi satu moment yang luar biasa bagi saya, melihat matahari terbit dari atas awan, hapus sudah kelelahan mendaki selama 6 jam itu.. seandainya orang tak terlalu ramai mungkin satu jam terakhir bisa saja di tempuh dalam 30 menit, tetapi jalan menuju puncak yang menyempit, membuat kami harus menganteri bagaikan semut.
Di atas sana, kami mengobrol dengan seorang bapak yang sangat sekali cinta pada gunung, dan anaknya yang kini duduk di kelas 5 SD, sudah keempat kalinya mengunjungi gunung tertinggi di Jepang ini. Untuk turun gunung kami hanya membutuhkan waktu 3,5 jam saja.
Setelah kembali di shinjuku, langsung kami meluncur ke shimokitazawa, kami melahap kare india tabehoudai sambil menghapus kelelahan yang memang tak tertahankan itu, sabtu malam itu ada hanabi di sumidagawa, karena pun belum pernah menonton hanabi di sumidagawa, kusempatkan untuk mengantarkan teman2ku malam itu,,, sekalian mampir di masjid asakusa, sudah cukup lama aku tak berkunjung kesana.
Hari minggu lalu. tiba waktunya temanku untuk kembali ke Okinawa, ternyata teman Jepangku juga ingin mengantar, lalu kami berdua mengantarnya hiungga Hamamatsuchou, kusempatkan mengantar temanku itu ke mejijingu, sekalian aku juga ingin memebeli oleh2, lalu tak sengaja dalam perjalanan menuju shinjuku kami mampir di book-off, saya dapatkan juga buku yang sejak dulu saya cari-cari, 五体不満足 (http://en.wikipedia.org/wiki/Hirotada_Ototake). dengan cukup membayar 105 yen saya mendapatkan buku itu...
Kemarin sore saya sempatkan untuk berkeliling shinjuku dengan sepeda, sekalian membeli dorayaki, dan geta, saya menikmati keramian kota tokyo menjelang matahari terbenam itu..
Mudah2an 3 minggu lagi saya bisa kembali lagi kesini dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun... Mudah2an saya bisa kembali lagi dengan semangat yang baru tentunya..
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
ternyata waktu bergerak lebih cepat daripada yang saya perkirakan.. rasanya baru kemarin saya tiba di Jepang, dan memulai hari-hari saya dengan belajar nihongo,,,mulai dari bunpo, kanji, terus-terus,,,alhamdulillah setahun telah lewat,,pertama kali datang ke sini, terpikir untuk pulang setelah saya mendapatkan kepastian tentang daigaku, artinya saya akan bertahan selama 2,5 tahun dsini tanpa menengok keluarga saya di Indonesia, tapi ternyata setelah satu tahun berlalu,,,saya tahu juga apa rasanya homesick..dan saya putuskan untuk pulang pd summer holiday thn ini..dan ternyata hari keberangkatan saya ke tanah air adalah esok... cepat sekali..
Minggu ini saya kedatangan tamu, kawan yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Okinawa, sayangnya sampai hari Jumat lalu saya masih ada kelas, sehingga saya tidak full bisa mengantarkannya melihat2 kota Tokyo, tapi setidaknya saya ajak dia melihat sentra-sentra keramaian di Tokyo, seperti Shinjuku, Shibuya, dan Harajuku, lalu kahir minggu lalu saya ajak dia menaklukan gunung tertinggi di Jepang, gunung Fuji, yang memiliki ketinggian 3776 meter dia atas permukaan laut. Awalnya pendakian direncanakan diikuti 2 orang, kemudian bergabunglah teman Jepang saya,yang sedang kuliah di Chuou daigaku, dan seorang lagi kawan dari Okinawa yang memang sedang berkunjung di Tokyo.
Seingat saya, malam pendakian itu, merupakan malam ketiga saya melihat bintang yang bertebaran di langit Jepang, maklum, selama di Tokyo, tak ada kesempatan untuk bisa meilhat kerlap kerlipnya bintang di angkasa. Bukan karena kotornya udara, tapi karena cahaya bintang itu dikalahkan oleh gemerlapnya cahaya lampu di kota Tokyo, padahal kalau di rumah saya di Depok, setiap hari saya bisa melihat bintang..
Perjalanan yang cukup panjang malam itu, karena kami harus meniti jalan menanjaka yang kadang terjal karena batu-batu yang cadas, dalam udara yang snagat tipis serta suhu udara layaknya musim dingin. Mungkin dibandingkan tahun lalu, saya merasa suhu tahun ini lebih bersahabat karena saya sudah merasakan bagaimana musim dingin itu..
Satu jam menjelang puncak, kami disambut dengan munculnya bulatan merah dari balik awan yang menerangi seantero bumi, moment itu jadi satu moment yang luar biasa bagi saya, melihat matahari terbit dari atas awan, hapus sudah kelelahan mendaki selama 6 jam itu.. seandainya orang tak terlalu ramai mungkin satu jam terakhir bisa saja di tempuh dalam 30 menit, tetapi jalan menuju puncak yang menyempit, membuat kami harus menganteri bagaikan semut.
Di atas sana, kami mengobrol dengan seorang bapak yang sangat sekali cinta pada gunung, dan anaknya yang kini duduk di kelas 5 SD, sudah keempat kalinya mengunjungi gunung tertinggi di Jepang ini. Untuk turun gunung kami hanya membutuhkan waktu 3,5 jam saja.
Setelah kembali di shinjuku, langsung kami meluncur ke shimokitazawa, kami melahap kare india tabehoudai sambil menghapus kelelahan yang memang tak tertahankan itu, sabtu malam itu ada hanabi di sumidagawa, karena pun belum pernah menonton hanabi di sumidagawa, kusempatkan untuk mengantarkan teman2ku malam itu,,, sekalian mampir di masjid asakusa, sudah cukup lama aku tak berkunjung kesana.
Hari minggu lalu. tiba waktunya temanku untuk kembali ke Okinawa, ternyata teman Jepangku juga ingin mengantar, lalu kami berdua mengantarnya hiungga Hamamatsuchou, kusempatkan mengantar temanku itu ke mejijingu, sekalian aku juga ingin memebeli oleh2, lalu tak sengaja dalam perjalanan menuju shinjuku kami mampir di book-off, saya dapatkan juga buku yang sejak dulu saya cari-cari, 五体不満足 (http://en.wikipedia.org/wiki/Hirotada_Ototake). dengan cukup membayar 105 yen saya mendapatkan buku itu...
Kemarin sore saya sempatkan untuk berkeliling shinjuku dengan sepeda, sekalian membeli dorayaki, dan geta, saya menikmati keramian kota tokyo menjelang matahari terbenam itu..
Mudah2an 3 minggu lagi saya bisa kembali lagi kesini dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun... Mudah2an saya bisa kembali lagi dengan semangat yang baru tentunya..
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sunday, July 27, 2008
二回目の富士山登りです。

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
alhamdulillah..
tahun ini bisa juga menaklukan fujisan hingga kepuncaknya...
bersama dengan 2 orang teman Indonesia, dan seorang teman Jepang, 7 jam kami berjalan, mengalahkan rasa dingin, kantuk, serta kelelahan badan, dan tentunya mengalahkan keegoisan diri sendiri, karena kami adalah team, berangkat bersama, mencapai puncak bersama, dan pulang bersama tentunya..
Pengalam tahun ini, sungguh banyak menyimpan hal yang sangat mendalam di hati saya.. Pendakian kali ini, kami banyak ditegur oleh pendaki lain, banyak sekali kami berbicara, saling bertukar cerita, sungguh menyenangkan, dan diantara mereka ada yang menegur kami dengan bahasa Indonesia. Atau anak kelas 5 SD, yang pada pendakian kali ini adalah pendakiannya yang keempat..
Alhamdulillah..
Aku bersyukur padamu ya Allah telah diberikan kesempatan untuk melihat sisi bumi lain yang sangat berbeda, yang membuat mulut ini tak berhenti mengucapkan subhanallah, yang membuat hati ini terisi dengan perasaan yang tak bisa terungkapkan dalam rangakain kata...
Mudah2an suatu hari nanti kembali Kau perlihatkan kebesaranMu yang lain ya Allah..
Sunday, July 20, 2008
芦ヶ久保
Friday, July 18, 2008
胴上げされました。
Monday, July 14, 2008
tak
Kalau jalan ini terlalu panjang
Kalau tempat tujuan belum juga bisa terlihat
Apakah menjadi alasan bagi kita
Untuk mundur
Untuk kalah
Untuk menyerah
Bukanlah sampai atau tidaknya kita
Tapi sejauh mana kita melangkah
Dalam batas keberadaan kita
Kalau tempat tujuan belum juga bisa terlihat
Apakah menjadi alasan bagi kita
Untuk mundur
Untuk kalah
Untuk menyerah
Bukanlah sampai atau tidaknya kita
Tapi sejauh mana kita melangkah
Dalam batas keberadaan kita
Saturday, July 12, 2008
Friday, July 11, 2008
maaf..terima kasih..
assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
di minggu2 terakhir bekerja ini, saya banyak ngobrol2 dengan teman2 baito, salah satu pembicaraan yang sempat terangkat adalah ttg mengucapkan maaf dan terima kasih. Memang saya merasakan kalau kata2 maaf (sumimasen,gomen nasai) ataupun terima kasih(arigatou) cukup sering keluar dari ucapan orang Jepang dibandingkan dari ucapan orang Indonesia. Bahakan ketika kita sebenarnya mengerjakan sesuatu yang manjadi tanggung jawab kita, kita akan mendapatkan ucapan terima kasih, dan ketika lawan bicara kita merasa telah merepotkan kita, maka mereka akan langsung memenita maaf dengan mengucapkan sumimasen/ gomen nasai.
Dan ternyata hal itu juga dirasakan oleh teman baito saya yang berasal dari korea. Mungkin ini memang sudah menjadi ciri khas budaya bangsa Jepang. Salah satu hal yang dulu juga diajarkan teman saya ttg aisatsu(salam), di Jepang memang mereka terbiasa untuk memulai sesuatu dan mengakhirinya dengan salam. misal kita keluar rumah dengan bilang ittekimasu, dan kalau pulang mengucapkan tadaima...ataukah ketika bangun tidur bertemu dengan anggota keluarga lain mangucapkan ohayou gozaimasu, dan ketika akan pergi tidur mengucapkan oyasumi nasai. begitu pun ketika bekerja, bertemu dengan rekan lain di awali dengan ohayou gozaimasu dan ketika selesai bekerja ditutp dengan otsukare sama desu..
salam dan ucapan maaf serta terima kasih adalah wujud pengakuan kita terhadap lawan bicara kita,dan dalam waktu yang sama sebenarnya kita juga meminta pengakuan kepada lawan bicara kita terhadap diri kita,pengakuan apakah itu, ya..pengakuan terhadap keberadaan diri kita dsana. selain itu, ucapan2 tersebut menjadi bagian dari penghormatan kita terhadap lawan bicara kita.
tapi tentu saja, sebagai seorang muslim, saya punya salam dan sekaligus doa yang setiap saya mengenalkan Islam pada teman saya,akan say ceritakan hal itu. Karena salam dalam Islam tak hanya sekedar ucapan, tapi juga menjadi doa bagi lawan bicara kita.
Dimana pun kita, kepada siapapun kita, dan apapun bentuknya, tak salah bagi kita untuk menebarkan salam bagi sekeliling kita, karena salam juga akan menjadi penguat hubungan tali silatturahmi diantara kita semua. begitu juga mengucapkan terima kasih dan maaf, sudahkah kita berterima kasih pada keluarga kita,orang2 terdekat kita,ataupun teman2 kita, karena mungkin tanpa mereka semua kita tak akan menjadi seperti ini,dan bukankah orang yang bersyukur kepada Allah adalah orang yang bersyukur kepada manusia. Dan mengatakan maaf,walau terkadang berat,apalagi kita sangat mengucapkan maaf berarti kita juga harus mengakui kesalahan2 kita. Tapi mudah2an kata-kata maaf itu bisa menyembuhkan hati orang2 yang baik snegaja ataupun tidak telah kita sakitai oleh perbuatan ataupun kata-kata kita.
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
di minggu2 terakhir bekerja ini, saya banyak ngobrol2 dengan teman2 baito, salah satu pembicaraan yang sempat terangkat adalah ttg mengucapkan maaf dan terima kasih. Memang saya merasakan kalau kata2 maaf (sumimasen,gomen nasai) ataupun terima kasih(arigatou) cukup sering keluar dari ucapan orang Jepang dibandingkan dari ucapan orang Indonesia. Bahakan ketika kita sebenarnya mengerjakan sesuatu yang manjadi tanggung jawab kita, kita akan mendapatkan ucapan terima kasih, dan ketika lawan bicara kita merasa telah merepotkan kita, maka mereka akan langsung memenita maaf dengan mengucapkan sumimasen/ gomen nasai.
Dan ternyata hal itu juga dirasakan oleh teman baito saya yang berasal dari korea. Mungkin ini memang sudah menjadi ciri khas budaya bangsa Jepang. Salah satu hal yang dulu juga diajarkan teman saya ttg aisatsu(salam), di Jepang memang mereka terbiasa untuk memulai sesuatu dan mengakhirinya dengan salam. misal kita keluar rumah dengan bilang ittekimasu, dan kalau pulang mengucapkan tadaima...ataukah ketika bangun tidur bertemu dengan anggota keluarga lain mangucapkan ohayou gozaimasu, dan ketika akan pergi tidur mengucapkan oyasumi nasai. begitu pun ketika bekerja, bertemu dengan rekan lain di awali dengan ohayou gozaimasu dan ketika selesai bekerja ditutp dengan otsukare sama desu..
salam dan ucapan maaf serta terima kasih adalah wujud pengakuan kita terhadap lawan bicara kita,dan dalam waktu yang sama sebenarnya kita juga meminta pengakuan kepada lawan bicara kita terhadap diri kita,pengakuan apakah itu, ya..pengakuan terhadap keberadaan diri kita dsana. selain itu, ucapan2 tersebut menjadi bagian dari penghormatan kita terhadap lawan bicara kita.
tapi tentu saja, sebagai seorang muslim, saya punya salam dan sekaligus doa yang setiap saya mengenalkan Islam pada teman saya,akan say ceritakan hal itu. Karena salam dalam Islam tak hanya sekedar ucapan, tapi juga menjadi doa bagi lawan bicara kita.
Dimana pun kita, kepada siapapun kita, dan apapun bentuknya, tak salah bagi kita untuk menebarkan salam bagi sekeliling kita, karena salam juga akan menjadi penguat hubungan tali silatturahmi diantara kita semua. begitu juga mengucapkan terima kasih dan maaf, sudahkah kita berterima kasih pada keluarga kita,orang2 terdekat kita,ataupun teman2 kita, karena mungkin tanpa mereka semua kita tak akan menjadi seperti ini,dan bukankah orang yang bersyukur kepada Allah adalah orang yang bersyukur kepada manusia. Dan mengatakan maaf,walau terkadang berat,apalagi kita sangat mengucapkan maaf berarti kita juga harus mengakui kesalahan2 kita. Tapi mudah2an kata-kata maaf itu bisa menyembuhkan hati orang2 yang baik snegaja ataupun tidak telah kita sakitai oleh perbuatan ataupun kata-kata kita.
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
あと一週間です。
お久しぶりです。
なんだが最近忙しくなってきて日記を核時間なかなかないんです。
今年の夏はインドネシアに帰ることにしました。
航空券もう予約しました。ちょっと遅れてるので3週間のチケットしか取れなかったんです。
インドネシアに帰るのは7月30日から8月19日までです。
これからインドネシアに居る間の予定を企画しています。
家族と過ごす時間はもちろん友達と過ごす時間と旅行も用意しています。
最初にはお母さんが作ったご飯を食べたいです。
インドネシアに帰るからバイトはやめることにしました。
先週、店長さんに言ってました。
やめさせていただきたいんですって言ったらいやだよって答えてもらって困りました。
バイトは8ヶ月を続けたから皆と親しくなってきてちょっと残念です。
色々やめる理由を説明したら結局店長さんが許してくれました。
いつ日本から出発するの?俺、見送ってあげるからって言ってもらって嬉しかったです。
最近もバイトの友達といっぱい話しててやめることを思い出したら寂しくなります。
実は働き続けたいけど時間的に難しいです。
9月はラマダンもあるし定期試験もあります。
そして12月の日本語能力試験も近づいてきます。
また来年の受験も準備しないといけないから。
これから来年にかけては頑張るしかないと思います。
バイトは後来週の金曜日までだけです。
そうだ。インドネシアに帰る前に二回目、富士山二登ろうと思っています。
昨日、富士山の五合目に行くバスのチケット買いました。
よし、今回は絶対頂上まで登りたいです。
去年は残念ながら頂上までには行けなかったんです。
一緒に行く友達が倒れそうになって先生はここまでだけ登ることにしましょうって言ってました。
明日はIndonesia Charity Dayでまた踊ります。
よし、皆さん頑張りましょう。
なんだが最近忙しくなってきて日記を核時間なかなかないんです。
今年の夏はインドネシアに帰ることにしました。
航空券もう予約しました。ちょっと遅れてるので3週間のチケットしか取れなかったんです。
インドネシアに帰るのは7月30日から8月19日までです。
これからインドネシアに居る間の予定を企画しています。
家族と過ごす時間はもちろん友達と過ごす時間と旅行も用意しています。
最初にはお母さんが作ったご飯を食べたいです。
インドネシアに帰るからバイトはやめることにしました。
先週、店長さんに言ってました。
やめさせていただきたいんですって言ったらいやだよって答えてもらって困りました。
バイトは8ヶ月を続けたから皆と親しくなってきてちょっと残念です。
色々やめる理由を説明したら結局店長さんが許してくれました。
いつ日本から出発するの?俺、見送ってあげるからって言ってもらって嬉しかったです。
最近もバイトの友達といっぱい話しててやめることを思い出したら寂しくなります。
実は働き続けたいけど時間的に難しいです。
9月はラマダンもあるし定期試験もあります。
そして12月の日本語能力試験も近づいてきます。
また来年の受験も準備しないといけないから。
これから来年にかけては頑張るしかないと思います。
バイトは後来週の金曜日までだけです。
そうだ。インドネシアに帰る前に二回目、富士山二登ろうと思っています。
昨日、富士山の五合目に行くバスのチケット買いました。
よし、今回は絶対頂上まで登りたいです。
去年は残念ながら頂上までには行けなかったんです。
一緒に行く友達が倒れそうになって先生はここまでだけ登ることにしましょうって言ってました。
明日はIndonesia Charity Dayでまた踊ります。
よし、皆さん頑張りましょう。
Sunday, July 6, 2008
店長さんありがとうございます。
assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sejak bulan desember tahun lalu, tepatnya sejak saya selesai mengikuti tes JLPT level 2, saya memutuskan untuk mencoba baito, kebetulan ada seorang teman yang memang ingin berhenti di tempat baitonya, maka saya ambil tawaran untuk menggantikannya, dengan alasan tempatnya yang relatif dekat baik dengan sekolah bahasa Jepang saya maupun dengan sekolah saya yang sekarang, ditambah pertimbangan gaji,juga terutama waktu,sehingga kewajiban-kewajiban saya yang lain tidak terganggu.
Tidak terasa,bulan ini sudah memasuki bulan ke-8 saya bekerja disana. Rencana saya untuk kikoku pada natsu yasumi tahun ini, serta bulan ramadhan yang memang sebentar lagi akan datang, maka banyak persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapinya, maka saya memutsukan untuk menyatakan berhenti bekerja pada pertengahan bulan ini. Entah mengapa ada sedikit perasaan berat untuk mengatakan hal itu. Saya bertanya kepada teman yang dulu saya gantikan,apakah dia menghadapi kesulitan yang berarti ketika meminta berhenti, ternyata tidak.
Minggu lalu,tepatnya hari Rabu, setelah selesai bekerja, saya putuskan untuk mengatakannya. Kebetulan hari itupun restoran tak begitu ramai, maka saya mohon izin bertemu dengan sang kepala restoran,seorang laki-laki berusia 30-an yang selalu rmah dan sopan kepada saya. Saya pikir mungkin tak akan ada jawaban yang memberatkan,paling juga diizinkan untuk berhenti. Setelah saya utarakan berbagai alasan, maka saya katakan,mohon izinkan saya untuk berhenti bekerja pertengahan bulan ini..
Raut wajahnya tiba-tiba berubah,,,kemudian membalas dengan nada agak sedih,, yah,,kenapa berhenti,,,syafril,,jangan berhenti dong,,,kami semua kesepian tanpa kamu,,,
ternyata jawaban yang sama sekali tak saya perkirakanlah yang keluar...
akhirnya saya menjelaskan lagi kepadanya alasan-alasan saya, termasuk keinginan saya untuk melanjutkan kuliah ke daigaku pada tahun depan, serta persiapan-persiapan belajar yang harus saya lakukan. kembali dengan memelas,,,sokka..raut wajahnya yang berubah tapi terlihat dia sudah bisa menerima keputusan saya untuk berhenti. Kemudian dia melanjutkan kata-katanya lagi,"Kapanpun, kalau seandainya kamu merasa bisa lanjut kerja disini, bilang saja, palagi kalau kamu sedang ada masalah keuangan, datang saja ya, ngomong saja sama saya. Seandainya saya buat pesta perpisahan untuk kamu, mau datang. Gak pa2 kok gak akan ada minum-minum",tambahnya. Saya jawab dengan anggukan.
Saya pikir kata-kata itu hanya berakhir hari itu, ternyata keesokan harinyapun dia masih mencoba merayu saya untuk tidak berhenti bekerja, namun akhirnya dia bisa cukup mengerti keadaan saya. Dan dia kembali menanyakan hal yang di luar dugaan saya,"Kapan kamu berangkat ? Dari narita kan? ",,,,"Mungkin sekitar tanggal20-an, tepatnya masih belum tahu,betul saya berangkata dari narita", jawab saya. "Saya akan mengantar kamu sampai ke narita",katanya. "Ah,tidak usah,merepotkan",jawab saya."Gak,saya akan anter kamu sampai narita". Jujur, saya bahagia sekali,saya berterima kasih sekali padanya.
Kepala restoran ini, walaupun pemimpin restoran, tapi dia sangat sopan, ramah,kepada siapapun, tak terkecuali kepada saya,salah satu orang asing yang bekerja di tempatnya, ada hal lain yang selalu membuat saya juga menghormatinya,dia selalu membuang kotoran dari piring-piring sebelum menyerahkannya kepada saya,sesibuk apapun. dan dia selalu menyerahkan saya,dan menaruhnya dengan tertata,dan dengan sopan. Walaupun pekerjaan saya hanya sekedar mencuci piring,dia sangat menghormati saya. sampai suatu hari, ketika dia belum tahu saya seorang muslim, dia mengajak saya minum, tentu saja saya tolak dengan sopan, dan saya jelaskan alasannya.
Saya memang tak begitu tahu banyak tentang kehidupannya, tapi saya yakin dia adalah seorang yang baik, yang profesional dalam pekerjaannya,layaknya orang Jepang lainnya, dan Allah memperkenalkan saya dengannya, saya yakin Allah pun ingin menunjukkan kebaikan2 nya,supaya saya bisa belajar,,,,ya,,dari siapapun,,saya yakin pasti ada hal baik yang bisa saya pelajari darinya...
店長さん、今までお世話になりました。
どうもありがとうございます。
Sejak bulan desember tahun lalu, tepatnya sejak saya selesai mengikuti tes JLPT level 2, saya memutuskan untuk mencoba baito, kebetulan ada seorang teman yang memang ingin berhenti di tempat baitonya, maka saya ambil tawaran untuk menggantikannya, dengan alasan tempatnya yang relatif dekat baik dengan sekolah bahasa Jepang saya maupun dengan sekolah saya yang sekarang, ditambah pertimbangan gaji,juga terutama waktu,sehingga kewajiban-kewajiban saya yang lain tidak terganggu.
Tidak terasa,bulan ini sudah memasuki bulan ke-8 saya bekerja disana. Rencana saya untuk kikoku pada natsu yasumi tahun ini, serta bulan ramadhan yang memang sebentar lagi akan datang, maka banyak persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapinya, maka saya memutsukan untuk menyatakan berhenti bekerja pada pertengahan bulan ini. Entah mengapa ada sedikit perasaan berat untuk mengatakan hal itu. Saya bertanya kepada teman yang dulu saya gantikan,apakah dia menghadapi kesulitan yang berarti ketika meminta berhenti, ternyata tidak.
Minggu lalu,tepatnya hari Rabu, setelah selesai bekerja, saya putuskan untuk mengatakannya. Kebetulan hari itupun restoran tak begitu ramai, maka saya mohon izin bertemu dengan sang kepala restoran,seorang laki-laki berusia 30-an yang selalu rmah dan sopan kepada saya. Saya pikir mungkin tak akan ada jawaban yang memberatkan,paling juga diizinkan untuk berhenti. Setelah saya utarakan berbagai alasan, maka saya katakan,mohon izinkan saya untuk berhenti bekerja pertengahan bulan ini..
Raut wajahnya tiba-tiba berubah,,,kemudian membalas dengan nada agak sedih,, yah,,kenapa berhenti,,,syafril,,jangan berhenti dong,,,kami semua kesepian tanpa kamu,,,
ternyata jawaban yang sama sekali tak saya perkirakanlah yang keluar...
akhirnya saya menjelaskan lagi kepadanya alasan-alasan saya, termasuk keinginan saya untuk melanjutkan kuliah ke daigaku pada tahun depan, serta persiapan-persiapan belajar yang harus saya lakukan. kembali dengan memelas,,,sokka..raut wajahnya yang berubah tapi terlihat dia sudah bisa menerima keputusan saya untuk berhenti. Kemudian dia melanjutkan kata-katanya lagi,"Kapanpun, kalau seandainya kamu merasa bisa lanjut kerja disini, bilang saja, palagi kalau kamu sedang ada masalah keuangan, datang saja ya, ngomong saja sama saya. Seandainya saya buat pesta perpisahan untuk kamu, mau datang. Gak pa2 kok gak akan ada minum-minum",tambahnya. Saya jawab dengan anggukan.
Saya pikir kata-kata itu hanya berakhir hari itu, ternyata keesokan harinyapun dia masih mencoba merayu saya untuk tidak berhenti bekerja, namun akhirnya dia bisa cukup mengerti keadaan saya. Dan dia kembali menanyakan hal yang di luar dugaan saya,"Kapan kamu berangkat ? Dari narita kan? ",,,,"Mungkin sekitar tanggal20-an, tepatnya masih belum tahu,betul saya berangkata dari narita", jawab saya. "Saya akan mengantar kamu sampai ke narita",katanya. "Ah,tidak usah,merepotkan",jawab saya."Gak,saya akan anter kamu sampai narita". Jujur, saya bahagia sekali,saya berterima kasih sekali padanya.
Kepala restoran ini, walaupun pemimpin restoran, tapi dia sangat sopan, ramah,kepada siapapun, tak terkecuali kepada saya,salah satu orang asing yang bekerja di tempatnya, ada hal lain yang selalu membuat saya juga menghormatinya,dia selalu membuang kotoran dari piring-piring sebelum menyerahkannya kepada saya,sesibuk apapun. dan dia selalu menyerahkan saya,dan menaruhnya dengan tertata,dan dengan sopan. Walaupun pekerjaan saya hanya sekedar mencuci piring,dia sangat menghormati saya. sampai suatu hari, ketika dia belum tahu saya seorang muslim, dia mengajak saya minum, tentu saja saya tolak dengan sopan, dan saya jelaskan alasannya.
Saya memang tak begitu tahu banyak tentang kehidupannya, tapi saya yakin dia adalah seorang yang baik, yang profesional dalam pekerjaannya,layaknya orang Jepang lainnya, dan Allah memperkenalkan saya dengannya, saya yakin Allah pun ingin menunjukkan kebaikan2 nya,supaya saya bisa belajar,,,,ya,,dari siapapun,,saya yakin pasti ada hal baik yang bisa saya pelajari darinya...
店長さん、今までお世話になりました。
どうもありがとうございます。
Subscribe to:
Posts (Atom)




