assalammualaikum,wr,wb
Tidak terasa 2 bulan lagi genap setahun saya menjalani kehidupan di Jepang. Selama 10 bulan ini, cukup banyak onak dan duri, serta jalan- jalan yang terjal. Insyaallah saya yakin itu semua adalah pertolongan Allah agar saya bisa lebih memahami dan memberi arti dalam kehidupan yang saya jalani di Jepang ini.
Ketika bicara Jepang dan Indonesia, ada satu hal yang masing-masing punya cara pandang yang berbeda menurut saya. Ketika orang Jepang berhadapan langsung dengan orang yang beragama(yang menyatakan bahwa orang tersebut punya agam dan menjalankan agamanya) akan sama kagetnya dengan orang Indonesia yang berhadapan langsung dengan orang yang tidak beragama/tidak percaya Tuhan.
Kalau melihat dari latar belakang keduanya, setelah berfikir akhirnya saya bisa mengatakan naruhodo..karena kedua keadaan itu memang hal yang pantas sekali untuk terjadi. Orang Indonesia yang apapun agamanya, paling gak dari dia SD sudah belajar tentang agamanya, atau bahkan tentang konsep keTuhanan, tentang tata cara ibadah agamanya, dan lain-lain yang sepertinya itu tidak di dapatkan oleh saudara-saudara Jepang kita.
Dan kalau melihat lebih dalam lagi, kata-kata diartikan dalam kedua bahasa tersebut ternyata punya arti yang berbeda, atau paling tidak cara mengartikan dari kedua belah pihak sama sekali berbeda. misalkan kata kami-sama yang diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai kata Tuhan.. arti kami sama bagi orang Jepang sendiri cukup berbeda dengan Tuhan bagi orang Indonesia, atau kalau saya bisa berbicara lebih khusus lagi, bagi orang Islam. Jika kita ingin menyampaikan tentang Islam misalnya, menurut saya sebaiknya kita coba mendefinisikan dulu arti Tuhan yang kita maksud, karena bisa jadi akan sulit masuk pembicaraannya kalau kita hanya menggunakan kata kami-sama...
Begitu juga kata agama misalnya, kita gak bisa bilang kalau Islam itu hanya sekedar Shuukyou、tapi mungkin kita bisa bilang kalau Islam adalah ikikata(cara hidup), dan yang cukup penting sepertinya ketika kita ingin memulai membicarakan hal ini dengan saudara-saudara Jepang kita, maka kita harus cukup bisa mengerti latar belakang kehidupan mereka,bahwa cara hidup mereka berbeda dengan kita yang misalnya dari kecil setidaknya mendapatkan pendidikan agama.
Tapi, walapun hampir setiap bertemu orang Jepang, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak punya agama, beberapa hari lalau saya dapat tugas di sekolah membuat laporan tentang barang-barang khas Jepang, dan saya mengambil tema tentang Omamori, atau gampangnya dalam bahasa Indonesia jimat ( tapi kesannya jadi terlalu berbau mistis), tapi artinya barang yang ddibawa-bawa buat melindungi kita. Setelah bertanya kiri-kanan sama teman-teman Jepang yang lain, satu pelajaran yang bisa saya ambil, bahwa semua bilang itu adalah barang sebagai bukti permohonan mereka pada kami-sama, saya melihat adanya sifat alami manusia yaitu lemah, bagaimana tidak orang Jepang yang transportasinya cukup lumayan(misalnya dari segi kemanan) masih tetap megang omamori buat keselamatan lalu lintas, atau orang yang belajar mati-matian buat jyuken, atau buat tes daigaku masih tetap megang omamori buat lulus...
Bagaimanapun juga manusia ketika terdesak,atau berada pada posisi yang tidak pasti ada perasaan untuk meminta, ada perasaan untuk berserah diri,,, saudara-saudara Jepang kita mungkin tahu tentang Islam, tapi hanya sebatas berita-berita yang disiarkan dari barat tentang Islam, atau dari buku-buku yang ditulis orientalis tentang Islam. Jadi kalau melihat orang Islam, beberapa komentar yang sering saya terima,,,Islam itu..gak boleh makan babi..gak boleh minum sake..gak boleh..ini.gak boleh itu..terus punya istri banyak.. Ya rata-rata hanya sebatas itu yang saudar-saudara Jepang kita tahu.. Jangan sampai semua itu membuat kita marah ketika mendengar komentar itu,,,karena mereka memang belum tahu.. makanya kita kasih tau yuk,,, dan cara paling gampang menyampaikan hal ini yang dengan bahasa mereka..kan Rasulullah nyuruh berdakwah sesuai bahasa kaumnya.. Mudah-mudahan dengan kemampuan kita menguasai bahasa Jepang..ada kemudahan untuk menyampaikan Islam kepada mereka..karena mereka butuh informasi itu,,dan kita punya kewajiban untuk menyampaikannya...
wassalammualaikum,wr,wb
Friday, February 1, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)