Andi masih tertegun memandangi pemandangan diluar yang memang cukup jarang bisa dinikmati, hari ini di Tokyo turun salju yang cukup lebat, tampak di luar jendela anak anak kecil yang sedang membuat yuki daruma...
dengan sedikit perasaan tidak percaya kalau kini dia telah berada dan melanjutkan studinya di negeri yang dahulu pertama kali dari kartun Doraemon...
Diantara perasaan ketidakpercayaan, senang, ada juga sedikit perasan rindu, rindu pada keluarga, teman, dan mereka yang pernah menjadi peran dalam episode kehidupannya sebelum tiba disini.
Sedikit demi sedikit perasaan tersebut makin menguasai dan mengambil tempat yang semakin luas dilubuk hatinya... Dan kini mulai muncul dikepalanya scene..demi scene..kehidupannya dahulu dan tiba pada sebuah scene ketika ia masih mengenakan seragam putih birunya,, ya..ia tiba pada masa-masa SMPnya yang ia percayai menjadi titik balik dan masa yang sangat berharga bagi kehidupannya.. Dan semua itu berawal dari pertemuannya di hari pertama sekolah dengan seseorang yang kemudian jadi teman sebangkunya,,dan jadi teman karibnya,,,Anton,terbayang wajah sejuk temannya itu, yang kini sudah tidak bisa ia temui lagi di dunia...
*********
Andi datang ke sekolah dengan satu keyakinan besar di dadanya bahwa dia harus jadi nomor satu di sekolah ini, sebagaimana dulu dia menjadi nomor satu selama enam tahun di SDnya, ketika masuk ke kelas tanpa pikir panjang dia duduk di tempat duduk yang paling dekat dengan meja guru, kebetulan meja itupun masih belum terisi .
Andi meletakkan tasnya di laci meja kemudian mengeluarkan buku matematika yang memang telah dibelinya untuk mempersiapkan diri sebelum belajar, dibuka buku itu halaman demi halaman, tanpa sedikitpun memperhatikan sekelilingnya, hingga terdengar sebuah sapaan,
" Boleh saya duduk di sini", sahut orang itu sambil menunjuk kursi disebelah Andi.
"Oh,silahkan", jawab Andi singkat dan kemudian kembali berkonsentrasi dengan buku MTKnya.
" NAma saya Anton, nama kamu siapa?", tanya orang yang disebelahnya yang ternyata bernama Anton.
"Andi",jawab Andi,lagi-lagi dengan sangat singkat.
"Oh,Andi..Dari tadi baca buku MTK terus, pasri kamu seneng bgt sama MTK ya?"
"Ya,begitulah"
........
Moment awal perkenalannya dengan seorang Anton yang tanpa disadari menjadi sebuah titik awal dari perubahan besar yang ada di dalam dirinya.
Hari demi hari berlalu, pergaulannya dengan Anton seperti memperlihatkannya sesuatu hal yang sampai saat ini belum pernah dia lihat, dan belum pernah dirasakannya.
Sampai hari itu dia tidak pernah percaya kalau ada teman sejati di dunia ini. Karena yang ia rasakan adalah setiap oarng hanya mendekatinya ketika membutuhkan sesuatu darinya. Semua orang mendekatinya hanya karena ia pintar, semua mendekatinya hanya karena minta diajarkan penyelesaian soal Matematika,ya..semua orang mendekatinya hanya karena ingin memanfaatkannya....Itulah yang tertanam dihatinya, sehingga Andi berjanji pada dirinya kalau dia tidak membutuhkan teman untuk hidup ini, dia mampu mengerjakan semuanya sendiri. Ia selalu menghindar setiap ada orang yang mulai mendekatinya, karena ia tisak mau dimanfaatkan oleh orang tersebut. Demikian juga ketika Anton perlahan mulai mendekatinya, ia berusaha terus untuk menghindar..dan menghindar..
Hingga suatu hari ...
(Apa yang terjadi antara Andi dan Anton, tunggu kisah selanjutnya)
Friday, February 8, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)