Thursday, September 30, 2010

明日からスタート

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini adalah hari terakhir liburan musim panas tahun ini(walaupun sudah masuh musim gugur). Setelah kembali ke jepang, rencananya sih mau bersepeda lagi keliling Gunma dan sekitarnya, namun ternyata cuaca masih belum mengizinkan. Dalam seminggu ini hanya ada satu hari saja yang benar-benar cerah. Alhamdulillah kemarin teman saya datang berkunjung ke Gunma, karena beliau bawa mobil. Diajaklah saya jalan-jalan keliling sampai ke daerah Ikaho, yang terkenal dengan Onsen(pemandian air panas). Daerah pegunungan yang sangat sejuk, di tengah perjalanan melewati daerah peternakan sapi. Karena tak banyak waktu kami hanya berjalan-jalan keliling daerah yang dipenuhi onsen dan penginapan itu. Dan kami mencoba juga 足湯, kolam air panas untuk merendam kaki. Kemarin jadi hari terakhirku menikmati liburan.

Mulai hari ini, aku melihat kembali silabus mata kuliah,menghubungi teman-teman kuliah, untuk merencanakan mata kuliah apa saja yang akan diambil. Belajar dari semester lalu, mungkin semester ini akan sedikit dikurangi mata kuliah yang diambil. Karena cukup terasa ketika masa-masa ujian. Sayang sekali kalau maksudnya ingin mengambil kredit banyak tapi nilainya tidak maksimal.

Waktu sampai ujian untuk masuk s2 pun sudah kurang dari setahun, semua rencana harus dibenahi. Mudah-mudahan semua bisa dijalankan sesuai rencana. Berusaha, dan berdoa, lalu serahkan semua pada yang Kuasa. Bismillahirrahmanirrahim. 後期も頑張ります。

Monday, September 27, 2010

"Jualan" Yuk...

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai seorang muslim dimanapun kita berada label Islam itu akan selalu menempel pada diri kita. Kita sadari atau tidak, bahwa kita semua adalah seorang pedagang, Apa barang dagangan kita? Ya Islam itu sendiri. Untuk menjadi pedagang yang sukses paling tidak ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Kita sebagai seorang pedagang haruslah bisa memahami betul tentang barang dagangan kita. Oleh karenanya mempelajari Islam,adalah kewajiban yang tak pernah terlepas dari kehidupan kita. Dengan kita mempelajari Islam, kita bisa dengan bangga menjelaskan kepada calon pembeli kita tentang barang dagangan kita, apa yang membuat barang dagangan kita spesial dan berbeda dengan yang lainnya. Tanpa ilmu, dan pengetahuan tentang barang daganan kita mana mungkin kita akan menjadi pedagang yang sukses.

Selain mempelajari barang dagangan kita, kita juga harus mempelajari, dan mengetahui betul calon pembeli kita. Kita harus memahami bagaimana karakternya, bagaimana sifat-sifatnya. Dengan mengetahui hal tersebut maka kita akan mudah menyesuaikan strategi berdagang kita. Kita juga bisa dengan mudah mengetahui apa kebutuhannya dan bisa menjelaskan bahwa kebutuhannya itu bisa didapatkan dari barang dagangan kita.

Dan yang tak kalah pentingnya, kita sebagai seorang pedagang, harus bisa menjadi pedagang yang jujur dan bisa dipercaya oleh calon pembeli, pembeli, atau langganan kita. Kita harus senantiasa memperbaiki diri, dan senantiasa mengevaluasi segala gerak gerik kita, karena bisa saja dagangan kita itu tidak terjual karena buruknya perilaku kita.

Mudah-mudahan semangat untuk terus mempejari Islam, serta memperbaiki diri, dan memahami orang-orang sekitar tak pernah padam dari diri kita.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Silaturahmi

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bersilaturahmi dengan keluarga,guru, teman, dan orang-orang di lingkungan sekitar memang bisa membuat semangat baru. Walaupun bertemu mereka langsung hanya bisa dilakukan setahun sekali, mudah-mudahan dengan berbagai kemajuan teknologi hubungan silaturahmi itu bisa terus berjalan.

Alhamdulillah, walau keluargaku sedang diberi cobaan dengan sakitnya nenek, semua berjalan baik-baik saja. Walaupun jalan di depan rumah sudah semakin ramai, sehingga tidak cocok sekali untuk usia kedua orang tuaku yang semakin tua, jangankan mereka aku yang pulang setahun sekali saja awalnya stress dibuatnya karena suara deru knalpot motor dan mobil, belum suara klakson kendaraan yang tak kunjung berhenti sepanjang hari. Mudah-mudahan Allah memberi jalan keluar secepatnya untuk masalah ini.

Guru-guruku, alhamdulillah mereka semua masih mengenalku. Mereka masih bersemangat untuk mendidik anak-anak Indonesia, dan mudah-mudahan Allah senantiasa memberi kesehatan kepada mereka semua. Sekolah pun sekarang lebih baik lagi fasilitasnya, baik di SD,SMP,maupun SMA. Masih teringat dalam kepalaku bagaimana bangunan sekolah SDku dulu, tembok belakang sekolah sudah menunggu waktu akan runtuh, bahkan ada beberapa ruas yang sudah roboh. Setiap hujan, bocor adalah hal biasa, bahkan aku biasa pulang bertelanjang kaki kalau hari hujan. Namun, kami semua murid-muridnya sangat rukun, biasa bermain bersama, belajar bersama, dan menikmati semua kesederhanaan itu. Mudah-mudahan makin baiknya fasilitas bisa berbanding lurus dengan prestasi sekolah.

Kawan-kawanku, masih ada yang kuliah sepertiku ini, ada juga yang sudah kerja, dan ada juga yang bekerja sambil berkuliah. Semua sudah memiliki dunia masing-masing, namun semuanya masih tetap memikirkan nasib bangsa, tak hanya nasib pribadi. Ada yang bekerja di pemerintahan, ada yang bekerja di swasta, dan berdiskusi dengan mereka bisa membuatku banyak tahu hal-hal baru tentang bangsaku. Kusampaikan juga beberapa hal di Jepang yang mungkin saja bisa dijadikan contoh untuk bisa memperbaiki bangsaku yang besar ini.

Aku bersyukur kepada Allah, karena diberi kesempatan untuk menjaga silaturahmi ini, dan mudah-mudahan semua akan berjalan terus.

Keluargaku, guru-guruku, dan kawan-kawanku, doakanlah aku. Mudah-mudahan apa yang aku lakukan disini senantiasa memberikan manfaat.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, September 24, 2010

Dzikir

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jika kita buat sebuah pahatan pada sebuah batu, maka batu itu akan dengan mudah tergores oleh irisan pisau pahat yang kita gunakan. Namun jika kita mencoba membuat pahatan di atas sebuah air, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah berhasil membuatnya.

Saudara-saudaraku apakah akhir-akhir ini kita merasa kalau banyak sekali orang yang melukai hati kita. Apakah akhir-akhir ini kita merasa kalau kita sulit sekali memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain yang mereka lakukan terhadap diri kita. Jika kita merasakan hal tersebut, maka lihatlah ungkapan yang saya tuliskan di atas, bahwasanya batu itu lebih mudah tergores daripada air, ketika hati kita mengeras, maka kita akan merasa mudah terluka oleh perbuatan, ataupun perkataan orang lain, dan kita akan sulit sekali memaafkan mereka.

Saudaraku, hati kita mengeras karena perbuatan-perbuatan maksiat yang kita lakukan, tak kita sadari, setiap harinya banyak sekali perbuatan maksiat yang kita lakukan terhadap Allah SWT, hingga hati kita menjadi begitu keras, sedikit saja ada kata-kata atau perbuatan terhadap kita, maka hati kita yang mengeras itu akan tergores, dan menyebabkan luka yang justru menyakitkan diri kita sendiri.

Mari kita hiasi hari-hari kita yang penuh dengan maksiat itu dengan istighfar, dengan taubat kepada Allah SWT. Dan mari kita isi juga waktu-waktu kita untuk senantiasa mengingat-Nya.
Bukankah Allah telah berfirman "...Ingatlah, hanta dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram", Mari kita tentramkan, mari kita lembutkan hati kita dengan mengingat Allah, melalui dzikir-dzikir kepadaNya.

Mudah-mudahan dengan senantiasa berdzikir kepadaNya, maka hati kita yang telah mengeras itu bisa menjadi lembut dan menjadi seperti air, bisa menjadi seperti lautan, yang mampu menampung apa saja yang bermuara kepadanya, tanpa harus merasa terluka, dan mudah-mudahan juga kita bisa menjadi hamba yang mudah memaafkan.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh