Sunday, October 2, 2011
Goresan Penaku | Lembar-lembar cerita dan pemikiranku
Blogku di wordpress
Blog Baru
Tuesday, September 13, 2011
KRL Jabodetabek
Wednesday, September 7, 2011
第二の故郷
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..
-Imam Syafi’i-
Syair yang pertama kali kubaca di novel Negeri Lima Menara, setiap membacanya selalu membuatku makin semangat, untuk belajar dan untuk mengejar cita-cita di negeri seberang.
Setelah menuntaskan ujian masuk program master akhirnya aku bisa menikmati sisa liburan musim panasku, sambil menunggu waktu kepulangan ke negeriku tercinta, Indonesia, aku menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan beberapa rekan-rekan orang Jepang yang sudah sekitar 1,2 tahun terakhir ini tidak kutemui.
Ada juga mereka yang berkenalan denganku lewat ketertarikan mereka dengan Indonesia, ketertarikan mereka dengan bahasa Indonesia. Setiap bertemu mereka, selalu membuatku makin bersyukur terlahir sebagai seorang Indonesian, dan selalu memantapkan niatku suatu hari nanti untuk berbakti, dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk Indonesia. Di tengah berita sekarang dimana orang senang sekali menjelek-jelekan negerinya sendiri, aku diajarkan bahwasanya masih banyak kebaikan yang ada di dalam negeriku, dan membuatku makin optimis, bahwasanya selama masih ada generasi yang berniat untuk melakukan perbaikan, insyallah Indonesia akan berubah menjadi lebih baik, dan itulah yang menjadi tanggung jawab generasi ku saat ini.
Tahun ini adalah tahun kelima aku tinggal di negeri seberang, dan insyaallah dua tahun ke depan pun aku masih akan berada di sini. Aku tak tahu sampai kapan Allah menempatkan ku di sini, di saat cukup banyak senior-seniorku yang akan kembali di Indonesia. Perlahan, aku mulai merasakan hal yang aneh, entah mengapa saat ini, Jepang bukanlah terlihat lagi seperti "foreign country" untuk ku, tapi sudah menjadi seperti "home country" ku yang kedua.
Aku menginjakkan kaki ku ke Jepang, di usiaku yang ke-19. dan saat ini aku sudah berusia 24. Aku datang dengan kemampuan bahasa Jepang nol, aku mulai mempelajari dari kelas bahasa Jepang level terendah di sekolah ku. Perasaan bingun karena hingga setengah tahun sejak kedatanganku, tak seorang pun teman orang Jepang yang kumiliki,tapi akhirnya aku punya sahabat pena, kemudian Allah memperkenalkanku kepada komunitas orang Jepang yang menyukai Indonesia, perlahan banyak pertanyaan-pertanyaanku tentang negeri sakura ini yang mulai terjawab, banyak sekali aku mendapatkan pelajaran.
Memang di Jepang, tidak semuanya hal baik, orang-orang Jepang pun sebagian besar non muslim, tapi bukan berarti tak ada kebaikan yang bisa kita pelajari dari mereka, malah sebaliknya kita bisa makin mengenal Islam dengan bergaul dengan mereka. Kita juga bisa makin memperbaiki diri kita dengan menerapkan hal-hal baik yang kita dapatkan dari mereka.
Dalam pertemuanku dengan orang-orang Jepang kenalanku lalu, entah mengapa keluar lah kata-kata dari mulutku, bahwasanya Jepang adalah 私の第二の故郷.
Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan dengan keberadaanku di sini. Aamiin.
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Friday, September 2, 2011
Alhamdulillah
Alhamdulillah.. cuma itu kata-kata yang bisa keluar dari mulutku saat ini. Pukul 14.00 waktu jepang tadi, baru saja aku melihat bahwasanya no ujianku ada di daftar mereka yang lulus ujian masuk program master di salah satu universitas di Tokyo.
Insyaallah maret tahun 2012 nanti, aku akan menyelesaikan program bachelor-ku, salah satu hal yang lumrah di Jepang, bahwasanya mencari pekerjaan atau ujian ke program selanjutnya untuk melanjutkan sekolah, dilakukan di tahun terakhir program yang kita ikuti saat ini. Untuk saat ini aku memilih untuk melanjutkan sekolah, karena masih besar sekali ketertarikan ku pada bidang yang kupelajari saat ini.
Pada bulan Juli lalu, aku mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian masuk program master di dua universitas, yaitu di Gunma University, tempat aku belajar sekarang, dan University of Tokyo. Ujiannya sendiri dilaksanakan pada pekan ke-3 bulan Agustus lalu. Ramadhan tahun ini, menjadi bulan perjuangan bagiku untuk menghadapi ujian-ujian itu.
Alhamdulillah, nikmat luar biasa dari Allah, bahwasanya aku diberikan kesehatan untuk menjalankan aktivitas ramadhan dan ujian-ujianku. Alhamdulillah.. Ya Allah, mudah2an ini bisa memberi berkah, dan membawa diriku menjadi lebih baik lagi. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur kepada-Mu.
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
syafril bandara
Monday, August 29, 2011
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah
Setelah datang ke Jepang tahun 2007 lalu, saya telah menghabiskan empat kali idul fitri di Jepang, dan sekali idul fitri di Indonesia. Tiga kali idul fitri saya yang pertama, saya habiskan di Tokyo, karena saat itu saya masih sekolah bahasa Jepang, dan sekolah di College, dan tahun ini adalah pertama kalinya saya merayakan idul fitri di Gunma, karena tahun lalu alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk pulang ke Indonesia.
Karena 1 syawal tahun ini tidak jatuh pada hari libur di Jepang, semua saudara-saudara muslim yang lain, harus menjalani aktivitasnya bekerja, training, belajar, dll. Dan karena beberapa orang yang mempunyai SIM pun tidak berada di gunma saat ini, kami tidak bisa pergi ke masjid terdekat. Akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan acara sholat idul fitri di kaikan, tempat kami biasa sholat jumat dan sholat taraweh. Salah seorang brother dari Indonesia bertugas menjadi imam, dan khotib.
Walaupun cuma sedikit, tapi takbir yang kami gemakan bersama begitu terasa merusuk ke dalam hati, mengantarkan ku pada suasana hari raya idul fitri di kampung halaman, dengan sahutan takbir yang berkumandang dari berbagai masjid sejak malam 1 syawal.
Karena sampai tanggal 29 Agustus kemarin aku masih ada ujian untuk masuk program master, tahun ini aku menghabiskan seluruh ramadhanku di Jepang. Syukur alhamdulillah, di tempatku tinggal, cukup banyak muslim di sini, sehingga kami bisa bersama-sama melaksanakan ibadah2 ramadhan, mulai dari sholat berjamaah, tilawah al quran, dll.
Seolah-olah aku berada di sebuah pedesaan muslim, hanya saja bedanya orang-orang jepang di sekelilingku tidak berpuasa.
Ya Allah, terima lah segala usaha ibadah-ibadah yang telah kami lakukan selama bulan Ramadhan yang lalu, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami.
Aamiin.
Saya mengucapkan,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah
taqobbalallhu minna wa minkum.
mohon maaf atas segala salah dan khilaf.
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sunday, July 17, 2011
Catatan Perjalanan Fuji 2011

assalammualaikum wr wb
Alhamdulillah tahun ini Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk kembali berkunjung ke gunung fuji. Pergi mendaki gunung fuji adalah salah satu hal yang kunanti setiap tahunnya. Pendakian tahun ini adalah pendakian ke-4 sejak aku datang ke Jepang. Berturut-turut mulai dari tahun 2007, 2008, 2009, 2011, hanya tahun lalu saja aku absen karena selalu bentrok dengan urusan sekolah.
Rencananya tahun ini aku akan mendaki bersama empat orang kawanku, tiga orang indonesia, dan satu orang jepang. Namun karena satu dan lain hal kawan jepangku tak bisa ikut, dan akhirnya pendakian kali ini dilakukan berempat.
Kami naik bus dari shinjuku pada hari Jumat, 15 Juli 2011 pada pukul 16.50, dan tiba di pos pendakian fuji yang ke-5 pada pukul 19.00, kami disambut dengan pemandangan matahari terbenam, setelah kawan-kawanku puas mengambil foto-foto matahari terbenam, kami mulai melakukan persiapan, ganti baju, sholat berjamaah, dan kemudian pemanasan. Sekitar pukul 20.20 kami memulai perjalanan.
Alhamdulillah pada pendakian tahun ini semua anggota tim saling mengerti satu sama lain, kebetualan salah satu dari anggota tim adalah anak pencita alam, maka kami mendapatkan sedikit tips untuk membuat perjalanan menjadi mudah dan lancar. Kami menerapkan tips untuk berjalan santai namun dengan ritme yang tetap, serta menjaga nafas untuk tetap stabil.
Setapak demi setapak kami melangkah menuju puncak gunung fuji, dari waktu perkiraan kami sampai lebih cepat, ditemani dengan bulan purnama yang begitu indah, perjalanan kami sangat lancar, sekitar pukl 2.40 pagi kami sudah sampai di gunung fuji. Aku yang sehari sebelumnya baru saja donor darah, terkena pusing yang cukup gawat. Setelah merebahkan diri sekitar 30 menit, kemudian menyantap udon hangat, akhirnya pusing di kepalaku membaik.
Kami mencari tempat yang cocok untuk melakukan pengambilan gambar matahari terbit, setelah shalat shubuh berjamaah kami menyiapkan diri untuk mengambil gambar matahari terbit. Subhanallah cuaca hari itu sangat luar biasa baik. Bahkan ada seorang yang selama 10 tahun ini mendaki gunung fuji, mengatakan bahwa hari itu adalah hari dengan cuaca terbaik dari hari-hari pendakian yang dia lakukan selama ini. Bagaimana tidak, pada hari itu tak ada awan sedikitpun, sehingga pemandangan di bawah itu terlihat jelas, danau-danau yang ada di sekitar gunung fuji terlihat dengan jelas. Tak kalah lagi, bulan purnama yang sangat terang, menghasilkan bayangan gunung fuji akibat cahaya bulan, dari puncak gunung fuji kami bisa mengambil gambar matahari yang akan terbit dengan graduasi cahaya yang luar biasa ditambah dengan hiasan bayangan gunung fuji diakibatkan cahaya bulan.
Ketika matahari terbit setiap orang sibuk dengan kameranya, kemudian setiap orang meneriakkan "banzai". Setelah sibuk melakukan foto-foto, akhirnya kami bersiap-siap untuk turun. Setelah melewati jalan zig-zag tak berujung, kami sampai kembali di pos pendakian ke-5 1 jam lebih cepat daripada perkiraan.
Setiap pendakian yang kulakukan, aku selalu mendapatkan pelajaran-pelajaran penting. Pada pendakian-pendakian sebelumnya aku terkadang terlalu fokus untuk cepat-cepat sampai pada seiap pos peristirahatan, oleh karenanya sering kali aku memaksakan diri sampai nafas tersengal-sengal. Namun pada pendakian kali ini aku lebih banyak memperhatikan dan fokus untuk selalu melangkah secara stabil walaupun hanya setapak demi setapak. Dan efeknya sangatlah luar biasa, sampai ke puncak tak seorang dari kami yang kehabisan nafas, kepalaku terasa pusing hanya karena makin tipisnya udara dan karena kekurangan darah akibat sehari sebelumnya melakukan donor darah.
Bahkan badan-badanku pun walaupun pegal, tapi tak seperti sebelum-sebelumnya, terasa sangat segar sekali, dan siap untuk melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Akhirnya aku pun mengambil kesimpulan, bahwasanya dalam hidup pun, ketika kita ingin mencapai suatu tujuan besar, kita tak boleh lupa dengan pencapaian-pencapaian kecil yang akan membawa kepada pencapaian besar tersebut. Jangan sampai kepala kita terlalu penuh dengan tujuan besar, dan lupa bahwa suatu yang besar itu berasal dari suatu yang kecil dan sederhana.
Yang terpenting adalah terus bergerak, maju walaupun sedikit tetapi terus-menerus dan tak pernah berhenti. Melakukan suatu hal kecil tapi terus menerus akan membawa kita pada pencapaian yang luar biasa, mungkin kita sering mendengar kata-kata ini, tetapi rasanya sulit sekali untuk melakukannya, oleh karena itu saya mencoba memahami kata-kata ini lewat pelajaran-pelajaran fisik dan ruhani yang bisa saya lakukan, dan salah satunya adalah pendakian gunung.
Kalau kita mau berpikir mudah saja, ngapain juga mendaki gunung sudah susah, capek, eh sudah sampai puncak, malah turun lagi. Tetapi yakinlah setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang dia usahakan.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (QS. 94:5)
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:6)
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.(QS. 94 : 7)